Jawa Timur - 90 Hits

Gak seperti kebanyakan taman nasional lainnya di Pulau Jawa, Taman Nasional (TN) yang terletak di pinggir jalan raya ini gampang ditemukan. Tanpa perlu harus berjalan jauh dari jalan utama, kamu dapat memasuki gerbang dan masuk area TN sehabis turun dari bus. Saat masuk, hamparan hutan kering dan rimba kuning mulai terlihat saat memasuki gerbang. Adrenalin rasa penasaran mulai naik ke kepala ketika melangkahkan kaki di Taman Nasional Baluran atau orang menyebutnya 'Africa Van Java’.

via soemarlien.wordpress.com 

via anggadanard.files.wordpress.com 

via mlaku2ku.blogspot.co.id

Taman nasional ini terletak di pinggir jalan raya, menghubungkan Banyuwangi dan Surabaya yang mempunyai luas 250km?2;. Sebanyak 444 jenis tumbuhan dan 171 jenis Satwa liar hidup berdampingan di TN. Africa Van Java. Kalau di Jawa, hutan hujan tropis mendominasi TN, maka Baluran menampilkan padang savana luas menguning. Hamparan savana ditumbuhi oleh pohon kering besar atau pohon tinggi yang menghibur mata. Gak cuma itu, teriknya matahari yang membakar seisi TN menghidupkan suasana apik hamparan rimba - savana dan suasana petualangan buat kamu.

Baluran di Pagi Hari (via Chiquita C Marbun)

via facebook.com/chiquita.marbun 

via facebook.com/chiquita.marbun

100 meter dari gerbang tempat dimana pos penjaga berada, terdapat pusat informasi yang juga merupakan tempat penjualan tiket yang harganya lebih terjangkau dari harga semangkuk soto ayam dan nasi. Di dalam pusat informasi, dapat dilihat beberapa perangkat yang mempercantik ruangan seperti foto apik flora dan fauna TN. Nampak foto-foto seperti ular viper hijau yang sangat berbisa beserta penjelasannya, replika fauna, informasi keanekaragaman hayati TN, peta TN, pemetaan zona-zona TN, foto savana luas yg dinaungi oleh gunung megah bernama Gunung Baluran, dan lainnya yang ditata rapih dan apik. Kehangatan dari pemberi informasi di ruangan tersebut melengkapi awal keindahan dari kunjungan ke Baluran.

via tamannasionalbaluranbanyuwangi.wordpress.com 

via rumahrachma.com

via tebeahmad.blogspot.co.id

Ada dua destinasi utama yang paling umum dikunjungi TN ini yaitu spot bekol dan pantai bama yang berlokas 9 km dan 12 km dari lokasi pusat informasi. Adanya jalanan aspal di TN ini memberikan pilihan transportasi yang dapat kamu gunakan untuk sampai di spot tersebut seperti mobil, ojek, sepeda, bahkan dengan kaki. Bagi yang siap menantang panas, maka spot bekol dapat dicapai selama 4 jam dengan berjalan kaki. Umumnya pengunjung lokal menggunakan sepeda motor sewaan untuk menjelajahi TN. 

via facebook.com/chiquita.marbun 

via rumahrachma.com

Sepanjang jalan aspal bisa dikatakan rusak parah. Pengendara sepeda motor harus sangat berhati-hati terhadap buruknya kondisi jalan. Pengendara mobil,terutama mobil besar seperti land rover lebih dapat menikmati dan mengambil gambar leluasa tanpa khawatir intervensi suasana panas terik atau rusaknya jalanan. Tapi, yang paling menikmati lekak lekuk perjalanan bisa dikatakan adalah pejalan kaki. Sudah  pasti, para pejalan kaki harus siap konsekuensi terbakar dan dehidrasi.

Jalan Aspal TN menuju Spot Bekol 

via facebook.com/chiquita.marbun

via facebook.com/chiquita.marbun

Setelah melewati perjalanan panjang, Padang luas mulai terlihat. Spot bekol sudah di depan mata. Pohon besar dan kering di tengah savana menjadi aksesoris cantik dalam memperindah suasana. Tengkorak kepala banteng yang terjajar rapi di persimpangan jalan menuju spot bekol menjadi pusat tempat berfoto. Beberapa kawanan rusa sesekali terlihat berlarian kompak di savana dari spot bekol. Spot ini merupakan tempat dimana penginapan kayu ala 'rimba' dan pos penjaga berada. Dari spot ini pula, dapat terlihat gunung megah berdiri, salah satu ‘bintang’ utama di TN Baluran.

Gunung Baluran nampak dari Spot Bekol

Tengkorak hewan, spotlight untuk berfoto. (via Chiquita C Marbun) 

via instagram.com/pipii.luwes

Perjalanan belum berhenti sampai bekol. Keindahan sesungguhnya ada di jalur bekol - bama. Sepanjang perjalanan mata kamu akan dihibur oleh rusa yang berlarian di padang luas, panorama gunung, dan sensasi rimba savana yang tak berkesudahan karena sangat luas. Perjalanan 3 km menggunakan kaki tak terasa. Dalam perjalanan, kamu juga disajikan hidangan pencuci mata berupa flora unik seperti pilang (Acacia leucophloea Wild) atau gebang (Corypha utan Lamk). Buat kamu yang ngerasa kepanasan, bisa juga ngadem bentar di bawah pohon rindang yang gampang ditemuin di pinggir jalan.

Pohon Pilang (via Chiquita Marbun)

Kawanan Rusa di Padang Savana (via Chiquita Marbun)

via facebook.com/chiquita.marbun

Pantai Bama merupakan pantai eksklusif di pojok TN. Di pantai ini terdapat wisma penjaga dan wisma tempat menginap. Di sini, kamu bisa menikmati hidangan sederhana namun lezat di satu-satunya kantin yang ada di TN. Santap makan akan menjadi sempurna ketika dinikmati di bawah pohon rindang, pinggir pantai. Selain makan, Bama merupakan tempat untuk melakukan aktivitas air seperti snorkeling,  kayaking, mangrove watching, sunbathing, diving, atau cuma sekedar leyeh-leyehh di hammock. Siang hingga sore hari waktu terbaik untuk melakukan aktivitas tersebut. Sampai petang tiba, pantai ini menawarkan sunyi dan suasana langit yang syahdu untuk refleksi diri sejenak. 

via indonesiakaya.com 

via facebook.com/chiquita.marbun 

via kumparan.com/kumparantravel

via instagram.com/jokerreizen

Sebelum petang tiba, sembari berjalan pulang, kamu dapat melewati jalur setapak melewati hutan mangrove yang berujung pada jalur birdwatching. Kamu bisa menelusuri jembatan untuk melihat pepohonan mangrove disana yang akarnya besar-besar dan lebat. Dilanjutkan dengan jalan ke jalur birdwatching yang dipenuhi dengan pepohonan lebat dan sahut-sahutan kicauan burung. Beberapa tengkorak kepala hewan ditemukan di sepanjang jalur ini seperti scene di film ‘jurrasic park’. Akhir dari jalur ini ditandai dengan pepohonan yang berdaun kemerahan. Indah.  

via facebook.com/chiquita.marbun

via facebook.com/chiquita.marbun 

via wicaktini.wordpress.com 

via untung09.wordpress.com

Waktu petang sekitar pukul 17.00, matahari mulai terbenam. Seisi taman nasional mendadak berwarna oranye dan ungu. Pengambilan foto siluet pada saat ini dapat menjadi bingkisan indah untuk di rumah. Pada saat ini pula beberapa satwa mulai bermunculan di savana seperti kerbau hutan, burung merak, ayam hutan, dan bahkan banteng.

Sunset Pukul 17.00 (via Chiquita C Marbun)

Saat gelap, perjalanan sesungguhnya baru saja dimulai. Jika biasanya safari malam dilakukan dengan mobil di taman safari, di sini hewan-hewan memandangi yang lewat dari balik hutan di balik pohon, pinggiran savana. Mata-mata menyala terlihat angker namun anggun. Namun, Ada baiknya perjalanan malam hari didampingi oleh petugas TN.

Mata-Mata Menyala di Malam Hari

Kalau kamu sedang beruntung dan pas banget membawa peralatan kamera yang lengkap serta bisa mengoperasikannya, kamu juga bisa nangkep milky way di taman nasional ini. Maklum, kalau malem kan gelap banget jadi yang bikin terang bukan listrik, tapi bintang.

via instagram.com/iqbalprima 

TN baluran dapat dicapai dari stasiun banyuwangi dengan angkot menuju terminal seharga Rp5.000 (Agustus 2014). Lalu bus banyuwangi-surabaya seharga Rp.15.000  (beroperasi 24 jam). Banyak akomodasi yang dapat dipilih di sini, baik di dalam maupun di luar TN. Harganya bervariasi Rp.50.000 – Rp.150.000 perkamar. Penginapan kayu di bekol dapat menjadi pilihan utama karena harganya yang terjangkau yaitu Rp35.000/orang dan letaknya yang berada di sekitar padang savana. Transport yang dapat digunakan di TN yaitu ojek motor Rp30.000 (gerbang-bekol) dan sewa motor Rp.100.000/hari. Tiket masuk bagi wisatawan hanya bertarif Rp.5.000. Makanan di kantin relatif terjangkau yaitu Rp.15.000 – Rp.20.000, tetapi disarankan membawa makanan karena dikhawatirkan kantin tutup dan letaknya yang agak jauh dari Bekol. Kamu dapat melirik TN ini sebagai destinasi utama saat liburan, bukan hanya karena Keunikan alam dan nuansa berbeda, tetapi juga harganya yang terjangkau. 

 

Perlu diingat kemanapun pergi, bahwa alam dapat hidup tanpa kita tetapi kita tidak bisa hidup tanpa alam. Tetap berpegang pada prinsip, take nothing but picture, leave nothing but foot print, kill nothing but time.


Penulis
Penulis Rayhan Dudayev
Often describe himself as a cool guy who has huge obsession with foods, adventure, strange place, and outdoor activities. His love for nature brought him to study more about the ocean and its ecosystem. This freedive learner also living anywhere.

Dapatkan inspirasi jalan-jalan di Indonesia ke e-mail Kamu

Kamu akan mendapatkan ide jalan-jalan di Indonesia dengan berlangganan newsletter kami.