Riau - 196 Hits

Lagi putus cinta atau galau kerjaan? Ada yang bilang travelling itu obat penawar rasa kegalauan yang paling manjur. Nggak percaya? Coba deh pijakkan kakimu di salah satu Provinsi di Sumatera ini. Kebudayaan dan alamnya dijamin bisa pudarkan hati kamu yang galau itu. 

 

1. YUK FOKUSKAN PIKIRAN DI CANDI MUARA TAKUS! 

Riau memang identik dengan budaya Melayu yang sangat kental. Tapi, tahukah kamu kalau di provinsi ini juga terdapat peninggalan sejarah umat Buddha. Yap! Candi Muara Takus merupakan satu-satunya candi agama Buddha yang berada di Riau. Asal namanya juga sangat unik lho. Takus berasal dari Bahasa Cina yaitu “Ta” yang berarti besar, “Ku” yang berarti tua dan “Se” berarti Candi. Jadi, Candi Muara Takus berarti bagunan candi tua megah yang berada di muara sungai. 

via ensiklopediaindonesia.com

via pariwisata.riau.go.id

via instagram.com/ilhamnovian_

Candi Muara Takus merupakan kompleks candi yang berada di Desa Muara Takus, Kampar, Riau. Candi ini sangat berbeda dengan candi yang kebanyakan berada di Pulau Jawa. Kompleks Candi Muara Takus dikelilingi tembok berukuran 74 x 74 meter berwarna merah bata. Di luar arealnya terdapat pula tembok tanah berukuran 1,5 x 1,5 meter yang dibuat mengelilingi kompleks Candi Muara Takus hingga ke pinggir Sungai Kampar Kanan. Dalam kompleks ini, terdapat pula bangunan Candi Tua, Candi Bungsu dan Mahligai Stupa, serta Palangka. 

via triptrus.com

via triptrus.com

Walaupun letaknya jauh, sekitar 135km dari Kota Pekanbaru, Candi Muara Takus menyimpan berbagai saksi sejarah yang harus kamu lihat saat mengunjungi Riau. Sangat disarankan bagi kamu yang pergi ke Candi Muara Takus dari Pekanbaru untuk berangkat dari pagi hari. Selain karena jaraknya yang jauh, kamu juga masih bisa sampai di sini sore hari jadi masih memungkinkan untuk kamu foto-foto di depan Candi Muara Takus. 

via instagram.com/bgarimanafsiregar

via instagram.com/rizkywikupuraga

via instagram.com/piyan0910_

 

Detail Informasi 

Lokasi : Desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau.

Rute : Dari Pekanbaru kurang lebih sekitar 3 jam perjalanan dan letaknya di tepi sungai Kampar Kanan dan dapat dicapai dengan mudah dari Jalan Lintas Riau – Sumatera Barat yang berjarak sekitar 20 km. 

Harga Tiket: 

Dewasa Rp4000/orang

Anak-anak Rp3000/orang

Harga Parkir:

Motor Rp2000/unit

Mobil Rp5000/unit

Mini Bus Rp10.000/unit

 

2. LUPAKAN PACAR SEJENAK DENGAN BERSELANCAR DI SUNGAI KAMPAR 

Berselancar di laut sudah  biasa, pernah dengar berselancar di sungai? Ini yang luar biasa dan cuma bisa kamu lakukan di Sungai Kampar, Riau. Sungai yang panjang dan terbagi dua menjadi Sungai Kampar Kanan dan Sungai Kampar Kiri ini memang spesial.  Sungai ini memiliki gelombang pasang surut (ombak) yang menderu sangat keras dan sangat tinggi sehingga jadi incaran para peselancar dalam dan luar negeri. 

via tvsoax.blogspot.co.id

via instagram.com/husnitm27

Fenomena ombak di Sungai Kampar itu dinamakan Bono. Spesial karena ombak ini bisa menderu keras pada kecepatan 40km/jam dengan tinggi sekitar 6 meter dan panjang sekitar 300 meter lebih. Wahhh… kebayang kan gimana susahnya menaklukan ombak ini? Peselancar sering kesulitan menaklukan karena ombak Bono tercipta dari pertemuan arus laut dan arus sungai. Ditambah lagi angin kencang dan tebing di sisinya yang membuat berselancar di sini menantang. 

via instagram.com/surfuncrowded

via travel.detik.com

via instagram.com/gnfi

Jika kamu pecinta olah raga surfing, jangan melewatkan berselancar di Sungai Kampar ya. Cobalah datang pada bulan Februari, Maret, Oktober, dan November, karena ombak di sini lagi tinggi-tingginya. Oh iya, banyak yang bilang Siang dan Malam hari adalah waktu terbaik untuk berselancar di Sungai Kampar lho. Jadi, jangan ragu lagi buat kemari. Yuk, atur waktumu untuk berselancar di Sungai Kampar! 

via wisatasumatera.com

via jejakalam.net

via travel.kompas.com

 

Detail Informasi 

Lokasi : Sungai Kampar, Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau. 

Rute : Dari Pekanbaru menggunakan kendaraan mobil sekitar 1,5 jam ke Pangkalan Kerinci. Lalu, kemudian ke Teluk Meranti sekitar 4 jam. Atau, kamu dapat menggunakan speedboat dari Pangkalan Kerinci ke Pulau Muda atau Teluk Meranti sekitar 4,5 jam perjalanan. 

 

3. JANGAN MENGELUH, SAATNYA KE TAMAN NASIONAL BUKIT TIGAPULUH! 

Banyak yang bilang kalau alam itu mengajarkan kita tentang berbagai hal. Nah, sesekali boleh lah kita berkunjung dan mengenal alam lebih dekat. Salah satunya dengan mengunjungi Taman Nasional Bukit Tigapuluh di Riau. 

via indonesia.biz.id

via instagram.com/seputartebo

Taman Nasional Bukit Tigapuluh begitu spesial. Taman Nasional ini merupakan tempat perlindungan terakhir dari tiga satwa kunci Sumatera yaitu orangutan, gajah dan harimau. Kawasan hutan perbukitan dengan luas sekitar 508.000 hektar ini juga menjadi tempat bagi ratusan flora dan fauna. Serta, menjadi tempat tinggal Suku Asli Talang Mamak dan Orang Rimba (juga disebut suku Kubu). Suku Talang Mamak merupakan suku yang berdiam di sini sedangkan Suku Orang Rimba bersifat nomaden, sekitar 3,000 anggotanya juga hidup di wilayah Jambi. 

via mongabay.co.id

via instagram.com/harikonservasialamnasional

via instagram.com/nurmandavo

Keindahan Taman Nasional Bukit Tigapuluh memang nggak bisa dibandingin. Selain menjelajahi hutannya, kamu juga bisa melihat dan bermain di air terjun setinggi 31 meter yang terdapat di dalamnya. Di sini, kamu juga bisa camping dan berinteraksi lebih lama dengan alamnya. Memang, akses menuju tempat masih terbatas dan jika ingin ke sini, sebaiknya kamu didampingi oleh pemandu yang sudah mengetahui seluk beluk Taman Nasional Bukit Tigapuluh sehingga nggak tersesat di dalamnya. 

via instagram.com/rioputranalisman

via instagram.com/seputartebo

via instagram.com/yudharsa

via instagram.com/goestanto70

 

Detail Informasi 

Lokasi : Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu dan Hilir, Riau

Rute : Dari Pekanbaru menggunakan kendaraan mobil menuju Siberida – Rengat di Kabupaten Indragiri Hulu sejauh kurang lebih 285 km sekitar 4-5 jam perjalanan.  Dari Siberida dapat masuk ke lokasi TNBT melalui jalan bekas HPH (Hak Pengusahaan Hutan).

 

4. RAME-RAME LEBIH SERU KE KAWAH BIRU 

Nggak sengaja biasanya lebih susah dilupain, seperti nggak sengaja ketemu mantan atau malah nggak sengaja papasan sama gebetan. Betul nggak? Begitu juga dengan Kawah Biru. Kawasan wisata ini memang nggak sengaja dibuat, tapi indahnya emang nggak dibuat-buat. Tadinya, Kawah Biru merupakan bekas galian tambang batu bara yang berubah menyerupai sebuah danau dengan lengkungan batu putih yang digenangi air berwarna biru toska.

via okezone.com

via instagram.com/the.dimitr

Fenomena alam yang nggak sengaja ini memang begitu indah. Kawah Biru tiba-tiba jadi viral di media sosial dan mulai dikunjungi banyak orang sebagai tempat wisata. Semua orang pun nggak mau kalah menjadikan Kawah Biru sebagai latar belakang foto yang memenuhi feed-nya. Area Kawah Biru cukup luas untuk dijelajahi, tapi jangan coba-coba untuk bermain air dan nyemplung di dalam danaunya ya. Meski terlihat bersih, airnya masih dikhawatirkan mengandung logam yang berbahaya jika terkena kulit atau pun tertelan.

via jalanblog.wordpress.com

via instagram.com

Memang rame-rame itu lebih seru, apalagi ke Kawah Biru. Semua orang pun berbondong-bondong datang ke sini, terutama saat akhir pekan. Pastikan kamu membawa perlengkapan dan memakai pakaian yang memadai untuk menjelajahi Kawah Biru ya. Pastikan juga kameramu aman dan dibawa untuk mengambil foto-foto yang kece!

via instagram.com/anggraaputri

via beritariau.com

via instagram.com/adiichandraa

 

Detail Informasi 

Lokasi : Jalan Karya Labersa, Tanah Merah, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau. 

Rute : Dari Pusat Kota Pekanbaru menuju Jalan Parit Indah, lalu ikutijalan menuju Labersa. Masuk terus ke Gapura Perumahan Griya Tika Utama, lalu belok kiri sekitar 300 meter, kemudian akan terlihat perumahan berwarna oranye di sebelah kanan. Dari sini, ikuti jalan tanah hingga sampai ke Kawah Biru. 

Harga Tiket:  Wisatawan Rp5000/orang

Harga Parkir:

Motor Rp5000/unit

Mobil Rp10.000/unit

 

5. JALAN-JALAN SERU DI TAMAN HUTAN RAYA SULTAN SYARIF HASIM 

Riau memang terkenal dengan wisata alamnya. Selain Taman Nasional Bukit Tigapuluh, kamu juga bisa mengunjungi Taman Hutan Raya Sultan Syarif Kasim yang relatif lebih dekat dengan Pekanbaru. Penamaan hutan ini memang ditujukan untuk mengenang dan mengabadikan jasa pahlawan nasional yang berasal dari Riau yaitu, Sultan Syarif Hasim. Kawasan seluas 6.172 Hektar ini tentunya menyimpan sejuta kekayaan flora dan fauna Indonesia. 

via instagram.com/andihamzz

via instagram.com/andihamzz

via instagram.com/keazhr

Pergi ke Taman Hutan Raya Sultan Syarif Kasim memang lebih seru kalau bareng teman-teman. Selain menikmati kekayaaan alamnya yang beragam, di sini kamu bisa camping, outbound, tracking, off road dan berbagai kegiatan seru lainnya. Yap! Taman Hutan Raya Sultan Syarif Kasim memang sudah dilengkapi dengan berbagai prasarana yang menunjang kegiatan-kegiatan tersebut. Contohnya, Bumi Perkemahan (Camping Ground) yang ada di dalamnya. 

via instagram.com/pekanbarulembahdamairace

via instagram.com/pekanbarulembahdamairace

Menjelajahi Taman Hutan Raya Sultan Syarif Kasim juga bukan hal yang sulit lho. Di sini sudah terdapat jalan setapak yang diaspal, sehingga memudahkan kamu untuk melintas. Di sekitarnya juga banyak terdapat pendopo untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

via instagram.com/id_rimbawan

via instagram.com/riska_sudariati

 

Detail Informasi 

Lokasi : Jalan Yos Sudarso, Minas, Kabupaten Siak, Kampar dan Kota Pekanbaru, Riau. 

Rute : Dari Pekanbaru menuju Minas dengan kendaraan mobil sekitar 25km atau menempuh waktu sekitar 30 menit.  

 

6. MELIHAT PENYU SECARA LANGSUNG DAN KEEKSOTISAN PULAI JEMUR 

Pernah terbayang mengunjungi salah satu pulau terluar di Indonesia? Kepulauan Arwah terletak di Selat Malaka yang memiliki Sembilan gugusan pulau dan merupakan bagian dari 92 pulau terdepan di Indonesia. Nah, salah satu pulau yang terletak di Kepulauan Arwah adalah Pulau Jemur. Bisa dibilang Pulau Jemur yang nggak berpenghuni tetap ini sebagai jamrudnya Selat Malaka yang sangat indah dan memiliki kekayaan fauna yang menarik yaitu penyu. 

via instagram.com/bagansiapi.api

via instagram.com/vvalxx

via instagram.com/yul_achyar

Pulau Jemur memang identik dengan penyu. Pulau ini merupakan habitat penyu hijau (Chelonia Mydas) yang khas. Walaupun penyu hijau sanggup bertelur dari 100 hingga 150 telur, keberadaan mereka tetap terancam oleh predator dan tangan jahil manusia. Karena itu, didirkanlah Pusat Penangkaran Penyu yang bertujuan untuk menjaga kelestarian populasi penyu hijau. 

via instagram.com/f_a_j_r_y

via greenstudentjournalists.blogspot.co.id

via frinodoc.wordpress.com

Pulau Jemur masih terbilang asli dan belum tercemar. Selain melihat penangkaran penyu, di sini kamu bisa snorkeling santai melihat keindahan bawah lautnya. Formasi terumbu karang di Pulau Jemur pun masih asli dan belum tercemar. Untuk menikmati Pulau Jemur memang dibutuhkan usaha yang lebih, karena belum tersedia penginapan sehingga kamu harus mendirikan tenda. Pastikan baterai kamera dan smartphone-mu penuh ya saat ke sini, karena Pulau Jemur sayang banget jika dilewatkan tanpa foto-foto yang ciamik! 

via instagram.com/hakimsyafrudin

via instagram.com/donaratnasari

via instagram.com/farizun_amrod

 

Detail Informasi 

Lokasi : Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. 

Rute : Dari Pelabuhan Bagan Siapi-api menuju Pulau Jemur menggunakan kapal ferry menempuh jarak sekitar 72,4 km atau sekitar 2 jam tergantung dengan keadaan cuaca. 

Harga Tiket Kapal Ferry: Sekitar Rp260.000/orang. 

 

7. ISTANA SIAK SRI INDRAPURA YANG MEGAHNYA TAK TERKIRA 

Indonesia dulunya terdiri dari berbagai kerajaan yang akhirnya bersatu membentuk Negara Kedaulatan. Begitu juga dengan Kesultanan Siak Sri Indrapura, kerajaan terbesar di Riau yang sering juga disebut sebagai Kesultanan Siak. Kesultanan ini merupakan kerajaan yang berdiri tahun 1723 – 1946 yang sekarang bertempat di Kabupaten Siak, Riau. Seperti kerajaan lainnya, Kesultanan Siak juga meninggalkan banyak warisan sejarah salah satunya adalah Istana Siak Sri Indrapura. 

via kompasiana.com

via gosumatra.com

via law-justice.co

Bangunan Istana Siak Sri Indrapura mulai dibangun di tahun 1889, yaitu pada masa pemerintahan Sultan Syarif Hasyim. Kompleks bangunan berluas 32.000 meter persegi ini memiliki perpaduan arsitektur Melayu, Arab dan Eropa.  Keindahan istana ini pun tersohor di seluruh penjuru dunia dan dijuluki sebagai Istana Matahari Timur dan juga bernama asli Assiyaratul Hasyimiah. 

via indonesia-heritage.net

Bangunan Istana Siak Sri Indrapura yang berlantai 2 ini pun memiliki banyak ruangan dengan kegunaan yang berbeda. Lantai pertama terbagi menjadi enam ruang, yaitu ruang sidang, ruang bagi tamu kehormatan, ruang untuk tamu laki-laki, ruang tamu khusus perempuan dan ruang sidang kerajaan yang sekaligus ruang pesta. Sedangkan, lantai atas terdiri dari sembilan ruangan khusus untuk Sultan dan juga ruang untuk tamu kerajaan. 

via gosumatra.com

via lihat.co.id

Saat memasuki Istana Siak Sri Indrapura kamu akan disambut dengan sepasang burung elang yang bertengger indah di pintu gerbangnya. Burung elang merupakan lambang keberanian bagi istana ini, sehingga kamu akan menemukannya di setiap sudut istana. Selain belajar sejarah Kesultanan Siak, kamu akan menyaksikan berbagai koleksi yang bernilai tinggi seperti keramik, brangkas kerajaan, payung kerajaan dan kursi Kristal yang dibuat pada tahun 1986. Banyak juga peninggalan Kesultanan Siak di Istana Siak Sri Indrapura yang nggak akan cukup jika dibahas di artikel ini. Penasaran? Yuk, langsung aja ke sini!   

via jalanblog.wordpress.com

via instagram.com/visitsiak

via instagram.com/visitsiak

 

Detail Informasi 

Lokasi : Jalan Sultan Syarif Kasim, Kampung Dalam, Kabupaten Siak, Riau.

Rute : Dari Pekanbaru berjarak sekitar 94 km atau sekitar 2 jam perjalanan menggunakan kendaraan mobil atau pun motor. 

Harga Tiket:

Wisatawan lokal Rp3000/orang

Wisatawan mancanegara Rp10.000/orang

 

8. LEMPAR JAUH-JAUH GALAUMU DI HUTAN PINUS KAMPAR 

Santai nggak mesti ke pantai? Kamu juga bisa bersantai menghirup udara segar di Hutan Pinus Kampar, tepatnya di Bukit Candika Bengkinang. Tempat wisata ini mungkin belum pernah kamu dengar, tapi Bukit Candika Bengkinang sudah beken di tengah-tengah kawula muda Riau. Nama Bukit Candika sendiri merupakan singkatan yang berarti Cabang Pendidikan Pramuka. Yap! Memang kawasan ini awalnya merupakan tempat perkemahan Pramuka dan lokasi pencanangan “Pekan Penghijauan Nasional ke-20” pada tahun 1980.

via instagram.com/explorekampar

via wisatalengkap.com

Sekarang, Bukit Candika Bengkinang sudah menjadi tempat wisata yang patut kamu kunjungi. Terdapat beberapa pepohonan yang membuat lokasi wisata ini menjadi asri dan bikin betah. Selain hutan pinus, terdapat juga pohon mahoni, akasia dan cemara yang mengelilingi Bukit Candika. Area yang luas bikin tempat ini jadi lokasi yang seru buat camping, olahraga, jalan santai, bahkan jogging di pagi dan sore hari. 

via instagram.com/setiawan.fachrezie

via instagram.com/ilaladilaa

Tapi buat kamu para pencari lokasi seru buat jalan-jalan, Hutan Pinus Bukit Candika Kampar memang nggak bisa dilewatkan. Banyak spot seru yang pastinya bisa bikin feed Instagram kamu tambah ciamik. Plusnya lagi, di Hutan Pinus Bukit Candika juga terdapat gazebo dan café untuk melewati waktu sembari menikmati segarnya angin Kampar. J

via instagram.com/villaanggraini

via instagram.com/elunkcaorka

via instagram.com/ilaladilaa

 

Detail Informasi 

Lokasi : Bukit Candika Bengkinang, Langgini, Kabupaten Kampar, Riau.

Rute : Dari Pekanbaru melewati Jl Raya Pekanbaru menuju Bengkinang sekitar 61,8 km atau sekitar 1,5 jam perjalanan. 

 

9. SECANGKIR KOPI UNTUK AWALI HARI DI KEDAI KOPI KAWASAN HANG TUAH 

Ketemu gebetan, di coffee shop. Mutusin pacar, di coffee shop. Ngerjain tugas kelompok, di coffee shop. Kerja sendirian, di coffee shop. Coffee shop atau kedai kopi secara sadar dan nggak sadar udah jadi bagian dari hidup kita sehari-hari. Begitu juga dengan masyarakat Pekanbaru, Riau. Beruntungnya di kawasan Jalan Hang Tuah, Pekanbaru berderet kedai kopi legendaris yang nggak hanya menawarkan secangkir kopi hitam tapi juga tempat makan yang menyimpan banyak cerita. 

via instagram.com/abigagriori

Kedai kopi di sekitaran Jalan Hang Tuah, Pekanbaru memang termasuk sederhana. Nggak banyak rasa tambahan yang justru memudarkan rasa kopi itu sendiri. Meski sederhana, tapi kedai kopi di kawasan ini cocok dijadikan tempat nongkrong yang siap mengusir kepenatan rutinitas sehari-hari. Dari yang muda hingga yang tua, silir berganti mengunjungi kedai kopi favorit di kawasan ini. Sebut saja, Kedai Kopi Kimteng, Kedai Kopi Hang Tuah, Kedai Kopi Laris, Kedai Kopi Tos dan Kedai Kopi Kok Tong yang jadi pilihan favorit.

via instagram.com/yanidaekawati

via brosispku.com

via brosispku.com

Jangan lupa untuk menyicipi snack atau makanan sebagai peneman kopimu. Setiap kedai kopi di kawasan Hang Tuah memang memiliki menu makanan yang berbeda. Contohnya, saat di Kedai kopi Kimteng, kamu bisa memesan roti tawar srikaya atau roti talas srikaya keju. Saat di Kedai kopi Laris, kamu bisa memesan kwetiau gorengnya sedangkan saat di Kedai Kopi Tos, jangan lupa memesan telur setengah matang campur madu. Yang jelas, ngopi di kawasan Hang Tuah Pekanbaru bukan hanya menawarkan rasa, tapi juga pengalaman baru yang berbeda. Tertarik?

via tripadvisor.com

via instagram.com/fery_dai

via instagram.com/toshiko_iko

via instagram.com/anggiworld

 

Detail Informasi 

Lokasi : 

Kedai Kopi Kimteng 

Jalan Senapelan, Kp. Bandar, Senapelan, Kota Pekanbaru, Riau

Ph. (0761) 853300

Buka 06.30 – 12.00 WIB 

 

Kedai Kopi Hang Tuah

Jl. Hangtuah No. 13, Sumahilang, Kota Pekanbaru, Riau

Ph. (0761) 33394

Buka 06.00 – 17.00 WIB 

 

Kedai Kopi Laris

Jl. Dr. Leimena No.26, Sago, Senapelan, Kota Pekanbaru, Riau

Ph. (0761) 8409238

Buka 08.00 – 18.00 WIB

 

Kedai Kopi Tos

Jl. Riau Ujung No.215, Air Hitam, Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Riau

Ph. 0853-6500-0057

 

Kedai Kopi Kok Tong

Air Hitam, Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Riau 28291

Buka 07.00 – 12.00 WIB

 

10. MELIHAT KEINDAHAN AIR TERJUN TERTINGGI DI SUMATERA : AIR TERJUN LUBUK BIGAU 

Siapa yang sangka air terjun tertinggi di Sumatera adanya di Riau, tepatnya di Desa Lubuk Bigau. Air terjun Lubuk Bigau atau yang disebut juga Air Terjun Batang Kapas atau Air Terjun Pangkalan Kapas terletak di dataran tinggi Bukit Barisan. Air terjun yang diperkirakan memiliki tinggi sekitar 150 m ini belum banyak diketahui dan dijamah orang. Ini karena lokasinya yang dikelilingi oleh hutan perawan sehingga membutuhkan banyak tenaga dan waktu untuk mengunjungi air terjun ini.   

via kakangpuja.blogspot.co.id

via kamparkab.go.id

via instagram.com/indragiry

via instagram.com/desrizendra

Untuk mencapai air terjun Lubuk Bigau, sebelumnya kamu harus mengunjungi Desa Lubuk Bigau yang memerlukan waktu sekitar 6 jam dalam kondisi cuaca bagus dari Pekanbaru. Tapi jangan senang dulu, sesampainya di Desa Lubuk Bigau, kamu harus melanjutkan perjalanan untuk menembus kawasan hutan dengan berjalan kaki sekitar 4-5 jam agar mencapai Air Terjun Lubuk Bigau. Ya, memang perjuangan ke sini termasuk berat! 

via instagram.com/ea_ara

via instagram.com/belgisbeng18

Tapi, sesampainya di Air Terjun Lubuk Bigau kamu pasti akan terkagum-kagum. Air yang jatuh dari ketinggian seakan-akan berlomba-lomba untuk meluncur ke bawah. Ditambah lagi, suara flora dan fauna yang terdapat di sekililingnya seakan membuat irama alam yang akan membuatmu tenang. Nggak bakal nyesel deh menghabiskan banyak waktu ke sini, karena Air Terjun Lubuk Bigau memang indah! 

via instagram.com/arlensagitaakmal_adv

via instagram.com/rifqiarfiananda_28

 

Detail Informasi 

Lokasi : Lubuk Bigau, Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.

Rute : 

Melalui jalur Sumatera Barat: Pekanbaru – Bangkinang menuju arah Sumatera Barat – Kabupaten Lima Puluh Kota – Tanjung Pati - Simpang Taram belok ke kiri – Desa Buluh Kasok – Desa Kebun Tinggi - Desa Tanjung Permai - Desa Lubuk Bigau.

 

Melalui jalur Riau: Pekanbaru – Desa Lipat Kain – Simpang Rakit Gadang - Belok ke kanan ke arah Desa Gema – Belok ke kanan arah Pangkalan Kapas (jika ke kiri akan menuju Desa Gema) – Desa IV/IX Koto Setingkai belok ke kiri – Desa Deras Tajak – Desa Batu Sasak – Desa Lubuk Bigau.

 

11. PASAR BAWAH : BUKAN SEKEDAR PASAR BIASA 

Sudah menjadi kebiasaan saat bepergian selalu membawa oleh-oleh. Nah, saat kamu mengunjungi Pekanbaru, jangan lupa untuk pergi ke Pasar Bawah. Pasar ini bukan pasar biasa lho. Pasar yang dibangun pada tahun 1822 ini memiliki cerita sendiri ditambah lagi terletak di kawasan Senapelan yang kononnya merupakan cikal bakal kota Pekanbaru. Pasar Bawah memiliki arsitektur khas Melayu berwarna merah dan hijau yang menyala dengan cantiknya.  

via tripriau.com

via indonesia-tourism.com

Pasar Bawah enggak menjual sayur mayur serta kebutuhan sehari-hari lainnya. Pasar ini menjual oleh-oleh khas Pekanbaru sekaligus camilan impor dari negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia. Jadi kamu nggak perlu repot-repot lagi beli camilan di Mustafa, Singapura karena harganya sama dan camilannya pun ada di Pasar Bawah. Pasar yang berlantai empat ini juga menjual barang-barang lainnya lho.  Lantai dasar menjual oleh-oleh makanan khas Riau seperti lempuk durian dan dodol durian. Lantai kedua menjual aksesoris serta makanan yang dikemas, seperti camilan impor tersebut. Lantai ketiga menjual  tas dan sepatu sedangkan lantai empat menjual pakaian. 

via instagram.com/anniksgbtm

via surgariau.blogspot.co.id

via travel.kompas.com

Jangan lupa untuk mencatat barang yang akan dibeli sebelum mengunjungi Pasar Bawah, karena kamu bisa kebablasan. Di sini kamu juga bisa nge-test kemampuan tawar-menawarmu, tapi jangan terlalu sadis ya. Selesai berbelanja di Pasar Bawah, jangan lupa untuk melihat keindahan Sungai Siak sejenak yang jaraknya enggak jauh dari pasar ini.

via sijoripost.com

 

Detail Informasi 

Lokasi : Kampung Dalam, Senapelan, Kota Pekanbaru, Riau.

Rute : Dari Bandara Internasional SSK II Pekanbaru menggunakan kendaraan bermotor melalui Jl. Bandara SSK II lalu melalui Jl. Jendral Sudirman ke Kampung Dalam. Dari situ, mengambil Jl. Saleh Abbas menuju Jl. Moh. Yatim. 

 

12. SEMPAT TAK SEMPAT, AYO KE PULAU RUPAT! 

Keindahan alam Riau bukan hanya pada air terjun dan hutan. Provinsi ini juga memiliki keindahan pulau dan pantai yang nggak kalah dengan pantai populer di Indonesia lainnya. Seperti Pulau Rupat yang terletak di Kabupaten Bengkalis. Pulau berluas 1.524,84 km2 ini merupakan gabungan dari empat pulau yang seakan-akan menyatu menjadi sebuah pulau. Pulau Rupat memiliki dua buah kecamatan, yaitu Rupat dan Rupat Utara yang masing-masing memiliki potensi yang berbeda. 

via jawapos.com

via instagram.com/tripriau

Kunjungilah Rupat Utara jika kamu ingin melihat pesona pantai yang indah. Di sini, terdapat pantai yang nggak boleh kamu lewatkan. Seperti Pantai Pulau Rupat yang sekarang bernama Pantai Pesona. Saat mengunjungi pantai ini, kamu akan disambut dengan hamparan pasir putih sepanjang kurang lebih 12 km. Kamu bisa bersantai menikmati deburan ombak, atau pun bermain air. Uniknya, dari pantai ini kamu bisa melihat Malaysia dari kejauhan jika cuaca sedang bagus-bagusnya.  

via instagram.com/bengkalisku

via instagram.com/cunleecunlee

via instagram.com/bengkalisku

via instagram.com/senosutrisno

Bagi kamu para pemburu sunrise, jangan lupa untuk bermalam di Pantai Pulau Rupat. Pantai ini memang menghadap ke timur sehingga kamu bisa menikmati matahari terbit dengan indahnya. Tapi, di Pulau Rupat kamu juga bisa melihat sunset lho. Tepatnya kamu harus menuju Pantai Tanjung Medang atau menikmati dari bagian utara pulau tepatnya di Menara Mercu Suar Rupat Utara yang nggak jauh dari Pantai Teluk Rhu. Wah… Pulau Rupat memang lengkap dengan pesonanya ya. 

via instagram.com/senosutrisno

via instagram.com/bengkalisku

 

Detail Informasi 

Lokasi : Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Riau

Rute : Dari Pekanbaru untuk menuju Dumai harus melewati Siak dan bisa memakan waktu kurang lebih 5-6 jam. Sampai di Dumai, langsung menuju Pelabuhan TPI dan menyebrang menggunakan Roro (Roll on-roll off) selama 30 menit. Sampai di Pelabuhan Batu Panjang, Rupat, Bengkalis, perjalanan dilanjutkan via darat menggunakan kendaraan bermotor dan menempuh waktu sekitar 3 jam. 

Harga Tiket Roro:

Mobil Rp90.000/ sekali menyebrang

Wisatawan Rp5000/orang

 

13. JALAN-JALAN SERU KE DESA WISATA OKURA 

Okura. Mendengar namanya langsung mengingatkan kamu dengan Negeri Sakura? Nggak usah jauh-jauh ke Jepang. Okura merupakan nama salah satu desa yang berada di Rumbai, Riau. Desa yang ditetapkan menjadi desa wisata pada tahun 2010 ini memiliki lokasi yang strategis dan dapat ditempuh dari berbagai arah. Tapi nggak cuma itu, desa ini juga memiliki potensi budaya dan pertanian yang indah. 

via instagram.com/wisatadakwahokura

via instagram.com/wisatadakwahokura

Desa Wisata Okura dikelilingi oleh perkebunan sawit yang asri dan tenang. Jauh dari berisiknya kendaraan yang berlalu lalang. Desa ini juga memiliki kawasan agrowisata dengan aneka tumbuhan produktif. Sungai Siak pun mengalir melalui desa ini yang membuat banyak wisatawan pergi memancing di sini. Banyak kegiatan di Desa Okura yang bisa kamu lakukan lho. Mulai dari bersampan menyusuri sungai, melihat kebudayaan tradisional Melayu, bersepeda diantara rimbunan pohon sagu, berkuda hingga belajar memanah. 

via surgariau.blogspot.co.id

via instagram.com/wisatadakwahokura

via instagram.com/charlynovria23

Desa Wisata Okura juga menawarkan permainan yang lebih modern. Ajak teman-temanmu untuk bermain airsoft gun, downhill, paintball dan motocross yang tentunya bisa memacu adrenalin. Nggak perlu merogoh kantung terlalu dalam saat ke sini, guys!  Karena tiket masuk ke sini bebas biaya, kamu hanya perlu membayar sesuai dengan kegiatan yang ingin dilakukan. Seru, kan?

via instagram.com/ekotri46.et

via instagram.com/wisatadakwahokura

 

Detail Informasi 

Lokasi : Jl. Raja Panjang Okura, Tebing Tinggi Okura, Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, Riau.

Rute : Dari Pusat kota Pekanbaru menuju Rumbai Pesisir hanya berjarak sekitar 45 menit  atau sekitar 60 menit dengan menggunakan bus air Senapelan dari Pelabuhan Sungai Duku menuju ke rumah singgah Tuan Kadi. Bus Air beroperasi dua kali seminggu, yaitu Sabtu dan Minggu, pukul 09.00 WIB dan 14.00 WIB. 

Harga Tarif Bus Air:

Rp15.000/ perjalanan

Harga Tarif Berkuda:

Joy Ride Rp30.000/ laps

Private lesson Rp150.000/ 45 menit dengan guru

Harga Tarif Memanah:

Rp30.000/ pertemuan untuk 10 kali memanah

Rp50.000/ pertemuan atau 20 kali memanah

Rp100.000 untuk menjadi member dan harus memiliki alat sendiri

 

14. LEBIH DEKAT DENGAN KEBUDAYAAN RIAU DI BALAI ADAT RIAU 

Balai adat bukan hanya sebuah gedung. Balai adat merupakan salah satu kebanggaan dari sebuah kerajaan Riau, selain istana dan masjid. Riau memang terkenal dengan kekayaan alam dan adat istiadat serta budaya Melayunya yang kental. Karena itu, luangkan waktumu mengunjungi Balai Adat Riau (Balai Pusat) saat ke Pekanbaru. Balai Adat ini memiliki bentuk dan warna yang melambangkan kebesaran budaya Melayu Riau. 

via instagram.com/putri_wiradh

via bprd.jakarta.go.id

Balai Adat Riau terdiri dari dua lantai. Pada lantai atas terdapat beberapa ungkapan adat dan pasal-pasal Gurindam Dua Belas Karya Raja Ali Haji. Kita bisa melihat dan membaca pasal 1 – 4 di kiri dan kanan pintu masuk ruangan utama, sedangkan pasal 5 – 12 dapat kita baca di dalam ruangan utama. Selain itu, saat berada di Balai Adat Riau kamu dapat menikmati suasana yang sejuk dan asri. Berbeda dengan tempat lainnya di Pekanbaru yang cenderung panas. 

via instagram.com/any_sundari

via instagram.com/tengkumuhammadfariz

Balai Adat Riau juga dijadikan tempat beraktivitas para tokoh adat dan pemuka masyarakat untuk mengembangkan dan memajukan kebudayaan Melayu Riau. Selain itu, beberapa tokoh nasional juga mendapat gelar adat Melayu Riau di sini. Diantaranya Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, Gubernur Riau HM Rusli Zainal, Walikota Pekanbaru H Herman Abdullah dan beberapa tokoh lainnya yang dikenal berdedikasi memajukan negeri dan mengangkat marwah budaya Melayu Riau. 

via instagram.com/voila_nora

via instagram.com/bayubai88

 

Detail Informasi 

Lokasi : Jalan Diponegoro, Suka Mulia, Sail, Kota Pekanbaru, Riau 

Rute : Dari Bandara Internasional SSK II Pekanbaru ke arah utara melalui Jl. Bandara SSK II menuju Jl. Gajah Mada lalu ke Jl. Diponegoro di Simpang Empat kemudian terus sampai tujuan. Sekitar 16 menit dengan menggunakan kendaraan bermotor.   

 

15. DANAU KOTO PANJANG YANG BIKIN MABUK KEPAYANG 

Satu lagi keindahan Riau yang bisa dibilang masih tersembunyi yaitu Danau Koto Panjang. Danau ini merupakan danau buatan Indonesia dan Jepang yang mulai didirikan pada tahun 1993. Nggak main-main, sebanyak sembilan desa ditenggelamkan untuk membangun danau yang sekarang menjadi salah satu tujuan wisata di Kampar, Riau. 

via instagram.com/explorekampar

via instagram.com/espanvan

via instagram.com/fendri82

via klikriau.com

Sesampainya di Danau Koto Panjang, jangan lupa untuk menyusuri danau dan menyebrang menuju pulau-pulau yang dahulu merupakan bukit. Terdapat satu pulau yaitu Pulau Tonga yang sudah disulap menjadi tempat wisata lengkap dengan penginapan sederhana di dalamnya. Di sini, kamu bisa bermalam atau jika ingin lebih menantang, kamu bisa mendirikan tenda sambil menikmati Danau Koto Panjang. 

via tripriau.com

via tripriau.com

via romelos.wordpress.com

Danau Koto Panjang juga mempunyai keunikan tersendiri. Terdapat banyak onggokan kayu atau pohon yang sudah lama mati, berdiri dengan tegaknya dan banyak yang berkumpul begitu rapat di beberapa bagian. Hmm.. jika dilihat sekilas seakan-akan menimbulkan kesan mistis tersendiri ya. Tapi, nggak perlu mikir yang macam-macam guys. Cukup nikmati keindahan Danau Koto Panjang dan rasakan udaranya yang sejuk. Jangan lupa juga untuk mengabadikan liburanmu karena beberapa spot di kawasan ini instagramable banget! 

via romelos.wordpress.com

via instagram.com/wildanislamihendri

via instagram.com/sutanwaisalqarni

via inhilklik.com

 

Detail Informasi 

Lokasi : Jalan Raya Bangkinang PTP V, Kuapan, Tambang, Kabupaten Kampar, Riau

Rute : Dari Pekanbaru menuju Kampar membutuhkan waktu sekitar 2 jam perjalanan menggunakan kendaraan bermotor. 

Harga Tiket: Rp10.000/ orang.

 

16. MASJID AGUNG AN-NUR : INDAHNYA TAJ MAHAL VERSI RIAU 

Siapa yang sangka keindahan Taj Mahal bisa juga dilihat di Indonesia? Tepatnya di Pekanbaru, terdapat sebuah masjid yang indahnya menyamakan keindahan Taj Mahal di India. Masjid An-Nur yang didominasi warna hijau ini berdiri dengan kokohnya sejak tahun 1968. Masjid ini kemudian direnovasi total pada tahun 2000 lalu sehingga bisa menampung sekitar 4.500 jamaah seperti saat ini. Sekarang, masjid ini bukan hanya menjadi tempat beribadah tapi juga lokasi wisata di Pekanbaru. 

via instagram.com/riski_kawa

via travelingyuk.com

Masjid An-Nur merupakan bangunan yang terdiri dari dua lantai. Lantai paling atas digunakan untuk beribadah, sedangkn lantai bawah untuk kantor dan ruang pertemuan. Masjid ini memiliki tiga buah tangga, satu berada di bagian depan dan dua berada di bagian samping. Kaligrafi nan indah juga menghiasi ruangan yang ada di Masjid An-Nur. Ditulis oleh seorang kaligrafer ternama asal Jakarta bernama Azhari Nur pada tahun 1970. 

via travelingyuk.com

via liandamarta.wordpress.com

Masjid An-Nur juga memiliki fasilitas lainnya, seperti perpustakaan, playground untuk anak, aula, ruang pertemuan, ruang kelas dan ruang kantor. Saat sore, masyarakat Pekanbaru pun menikmati harinya di sini. Nggak sedikit yang terlihat sedang bersantai dan berolahraga di kawasan Masjid An-Nur. Jadi. ketika kamu ke Pekanbaru, sempatkan sejenak untuk beribadah di sini atau melihat indahnya masjid yang nggak ada duanya ini ya. 

via instagram.com/junazhari

via instagram.com/budibisa

via instagram.com/suryadi.sulthan

 

Detail Informasi 

Lokasi : Jl. Hangtuah, Sumahilang, Kota Pekanbaru, Riau

Rute : Dari Bandara Internasional SSK II Pekanbaru menuju utara melewati Jl. Bandara SSK II kemudian melewati Jl. Jendral Sudirman – Jl. Gajah Mada dan Jl Dipenogoro menuju Jl. Hangtuah. Perjalanan dengan kendaraan bermotor kurang lebih sekitar 19 menit atau sekitar 8 km. 

 

Dari mulai belajar sejarah, santai di pantai, mejelajah hutan dan menemukan air terjun tersembunyi hingga surfing antimainstream semuanya bisa kamu lakukan di Riau. Jadi, tunggu apa lagi? Sekarang bukan saatnya kamu galau, tapi saatnya kamu pergi ke Riau! 


Penulis
Penulis Prita Hersty
Pecinta coklat dan alpukat. Kadang susah diurus dan misi untuk mencari dinosaurus.

Dapatkan inspirasi jalan-jalan di Indonesia ke e-mail Kamu

Kamu akan mendapatkan ide jalan-jalan di Indonesia dengan berlangganan newsletter kami.