Sulawesi Selatan - 415 Hits

Yang orang tau kalau kamu bicara tentang Toraja pasti rumah-rumah adat beratap dengan bentuk perahu atau kuburan-kuburan batu yang berisikan jenasah yang masih utuh. Berlokasi di Sulawesi Selatan, ternyata wisata di Toraja lebih dari itu dan menyimpan sejuta keunikan yang berbeda dari budaya Indonesia lainnya. Penasaran? Yuk, saatnya kamu cuti kerja dan berkelana ke Toraja! 

 

1. JELAJAHI DESA KETE KESU YANG NGGAK PERNAH LESU 

Nggak lengkap rasanya ke Toraja tanpa mengunjungi desa adat Kete Kesu. Desa yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya ini memiliki wisata alam, budaya dan sejarah yang mesti kamu jelajahi. Pssttt… ditambah lagi, desa ini instagramable banget lho. Cocok buat kamu yang pingin menambah kolesi fotomu. 

via instagram.com/marselusmarvin

via ceritadisana.blogspot.co.id

via instagram.com/muhimamsaleh

Di Kete Kesu masih berdiri tongkonan asli dari zaman dahulu. Tongkonan sendiri adalah rumah adat asli Toraja yang memiliki atap menyerupai perahu. Tongkonan asli masih terdapat di sini karena atapnya yang menggunakan sabut dan ditumbuhi oleh tanaman, beda dengan di kota yang sudah menggunakan bambu atau genting. Uniknya di atas Tongkonan terdapat kepala kerbau yang digantung dan melambangkan kemakmuran serta kekayaan. 

via instagram.com/mammu8

via fotodedi.wordpress.com

via ceritadisana.blogspot.co.id

Kete Kesu juga menyimpan pesona mistis tersendiri. Nggak jauh dari Tongkonan, terdapat pemakaman batu kuno yang terletak pada sebuah bukit tebing batu bernama Bukit Buntu Kesu. Konon, usia pemakaman ini sudah lebih dari 600 tahun. Menurut tradisi masyarakat Toraja, semakin tinggi status sosial seseorang, maka semakin tinggi jenazahnya disemayamkan. 

via instagram.com/_gendon

via ceritadisana.blogspot.co.id

via instagram.com/mohammadsahlan

 

Detail Informasi 

Lokasi : Kampung Bonoran, Kelurahan Tikunna Malenong, Kecamatan Sanggalangi, Toraja Utara, Sulawesi Selatan

Rute : Dari pusat Kota Rantepao ke Kete Kesu sekitar atau sekitar 14 kilometer dari sebelah utara Kota Makale.

Harga Tiket: 

Rp5000/orang untuk wisatawan lokal

Rp10.000/orang untuk wisatawan asing

 

2. MENGUNJUNGI MAKAM GOA LONDA YANG MELEGENDA 

Pemakaman bukan cuma menjadi tempat peristirahatan terakhir, tapi sekarang banyak yang mengunjunginya sebagai tempat wisata. Di Jakarta, kamu bisa mengunjungi pemakaman yang sekarang disebut sebagai Museum Taman Prasasti. Nggak terkecuali di Tana Toraja, di sini juga terdapat pemakaman yang dijadikan lokasi wisata adat dan budaya. Penasaran dengan Makam Goa Londa?

via theclassicwanderer.com

Objek wisata Goa Londa terdapat di Desa Sandan Uai dan merupakan tempat makam goa yang berada di sebuah bukit, di dalamnya berisi peti mati, tulang dan tengkorak jenazah yang sudah berumur ratusan tahun. Saat pertama datang ke lokasi, kamu akan disambut oleh Tau-tau, yaitu patung dari para jenazah yang dimakamkan di Goa Londa. 

via goodnewsfromindonesia.id

via goodnewsfromindonesia.id

via goodnewsfromindonesia.id

Kedalaman Goa Londa diperkirakan sekitar 900 hingga 1000 meter dengan ketinggian di beberapa bagian goa hanya sekitar satu meter. Untuk memasuki goa, pastikan kamu menyewa lampu petromak dari penyedia jasa yang ada di lokasi ya. 

via goodnewsfromindonesia.id

via goodnewsfromindonesia.id

via indonesiakaya.com

 

Detail Informasi 

Lokasi : Desa Sandan Uai, Kecamatan Sanggalangi, Kabupaten Toraja Utara, Provinsi Sulawesi Selatan.

Rute : Dari Kota Ratenpao menuju selatan menggunakan ojek, becak motor atau kendaraan pribadi sekitar 7 km. 

Harga Tiket: 

Rp10.000/orang 

Rp25.000-Rp30.000 untuk sewa petromak

 

3. MELIHAT PESONA MAGIS TRADISI MA'NENE 

Sudah menjadi tradisi di Indonesia untuk selalu menghormati orang tua dan para leluhur. Itu juga yang dilakukan oleh masyarakat Toraja dengan ritual Ma’nene. Ritual ini merupakan kegiatan membersihkan jasad leluhur yang sudah ratusan tahun lalu meninggal dunia. Ritual ini masih bisa kamu lihat saat mengunjungi beberapa desa seperti Desa Pangala dan Baruppu yang masih melaksanakannya secara rutin tiap tahun. 

via cnnindonesia.com

via cnnindonesia.com

via indonesiakaya.com

Ritual Ma’nene dimulai dengan para anggota keluarga yang datang ke Patane untuk mengambil jasad anggota keluarga mereka. Patane sendiri merupakan kuburan keluarga yang berbentuk menyerupai rumah. Setelah dikeluarkan dari kuburan kemudian jasad tersebut dibersihkan dan pakaiannya diganti dengan yang baru. 

via cnnindonesia.com

via tourtoraja.com

via themercury.com.au

Ritual Ma’nene biasa dilakukan setelah masa panen sekitar bulan Agustus akhir. Hal ini karena pada umumnya para keluarga yang merantau akan pulang ke kampungnya, sehingga semua bisa berkumpul bersama saat melakukan ritual Ma’nene. Namun, pada akhirnya ritual ini lebih dari sekedar berkumpul bersama tapi juga menunjukkan hubungan antar keluarga yang nggak pernah terputus walaupun telah dipisahkan oleh kematian. 

via cnnindonesia.com

via antoniokuilan.com

 

Detail Informasi 

Lokasi : Desa Baruppu dan Desa Pangala terletak di Toraja Utara, sekitar 32 kilometer ke arah barat laut dari Rantepao.

Rute : Dari terminal Bolu, menggunakan transportasi umum dan turun di Pangala. Akan memakan waktu sekitar 30 menit untuk sampai di Pangala. 

 

4. MENYAKSIKAN PATUNG YESUS DI ATAS BUNTU BURAKE YANG SUPER OKE 

Bukit Buntu Burake merupakan lokasi wisata yang wajib dikunjungi buat kamu pecinta gunung dan hiking. Tapi bukan hanya itu, selain melihat pemandangan kota yang indah dari puncaknya, kamu juga bisa menemukan keindahan patung Yesus. 

via goodnewsfromindonesia.id

via dronestagr.am/author/rhonny

Walau terlihat sama, patung Yesus di Buntu Burake berbeda dengan yang ada di Brazil. Patung Yesus di Buntu Burake  memiliki tinggi lebih dari 40 meter dari bagian kaki dan berada di ketinggian sekitar 1.700m dari permukaan laut. Dengan begitu, Patung Yesus ini sudah melebihi Patung Yesus di Brazil yang hanya setinggi 38 meter. 

via andiuciha88.blogspot.co.id

via instagram.com/ahmdgufrann

via master338.net

Puncak Buntu Burake hanya berjarak sekitar 5 km dari pusat kota Makale. Dari ketinggian di Buntu Burake kamu bisa melihat pemandangan kota Makale yang super indah. Tapi, tentunya dibutuhkan perjuangan yang berat untuk mencapai puncak dimana kamu harus berjalan sekitar 30 menit atau menaiki sekitar 500 anak tangga untuk sampai ke atas. 

via master338.net

via master338.net

via instagram.com/gitadona

Tapi pemandangan dari atas Buntu Burake akan membayar semua kelelahan yang ada saat kamu menaikinya. Perpaduan lembah pepohonan hijau yang membaur dengan indahnya kota dan gunung dari kejauhan bikin kamu seger seketika. 

via instagram.com/rezkya.p

via instagram.com/desminto_minto

via instagram.com/drimpan

 

Detail Informasi 

Lokasi : Kelurahan Buntu Burake, Makale, Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan.

Rute : Dari Makassar, perjalanan memakan waktu sekitar 7 jam dengan jarak 305 km. Rute terbaik adalah Jalan Poros Barru - Makassar. 

Harga Tiket: 

Pelajar Rp2000/orang

Peneliti, Karya wisata & tamu Pemda Rp5000/orang

Wisatawan local (dewasa) Rp10.000/orang

Wisatawan mancanegara Rp20.000/orang

Harga Parkir:

Rp1000/ motor

Rp2000/ mobil pribadi atau minibus

Rp5000/ bus atau kendaraan khusus.

 

5. BERKELILING MELIHAT BORI PARINDING 

Siapa yang nggak tau Stonehenge di Inggris? Nggak kalah dengan Stonehenge, Indonesia juga memiliki situs prasejarah yang menyerupai Stonehenge dan terdapat di Toraja, bernama Bori Parinding. 

via travel.kompas.com

via instagram.com/amrinrozali

Situs Bori Parinding merupakan batu-batuan menhir yang berukuran besar dan berdiri kokoh dengan rapihnya. Bebatuan tersebut merupakan bentuk penghormatan terakhir masyarakat purba terhadap pemuka adat atau bangsawan yang telah meninggal. Tinggi bebatuan juga menandakan status, jadi semakin tinggi maka semakin dihormati oleh masyarakat. 

via tribudragon.wordpress.com

via tribudragon.wordpress.com

Jumlah bebatuan di Bori Parinding belum dapat dipastikan. Tapi, ada yang menyebut sekitar 102 buah, yang terdiri dari 54 menhir kecil, 24 sedang dan 24 batu yang berukuran besar. Usia dari bebatuan Bori Parinding pun belum dipastikan, tapi konon bebatuan tersebut berusia sekitar ratusan tahun. 

via instagram.com/angel_budiawan

via instagram.com/supersu5u

Berkeliling melihat bebatuan Bori Parinding bukan hanya mengajarkan tentang adat budaya tapi juga keindahan yang dihasilkan dari kebudayaan tersebut. Jangan lupa juga ya untuk berjalan di sekitarnya, karena juga terdapat kuburan batu, yaitu makam batu berukuran besar yang ditatah manual sehingga berlubang dan berbentuk balok. 

via aengaeng.com

via instagram.com/yogaaparinding

via instagram.com/hotasinababan

 

Detail Informasi 

Lokasi : Kalimbuang Bori, Kecamatan Sesean, Kabupaten Toraja Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. 

Rute : Sekitar 328km dari Makassar atau sekitar 8 – 10 jam perjalanan. 

Harga Tiket: 

Rp10.000/orang

 

6. MELEPAS SENDU DI AIR TERJUN TALONDO TALLU 

Ingin melepas sendu sekaligus merasakan kesegaran ketika berkunjung di Toraja? Yuk masukkan Air Terjun Talondo Tallu di itinerary-mu. Air terjun ini terbilang unik karena berasal dari sumber dua anak sungai yang berbeda yang membentuk pancuran air terjun. Sungai di sebelah kanan adalah Sungai Pekalian sedangkan disebelahnya adalah Sungai Rabung.

via wisatalengkap.com

via instagram.co/ceritadestinasi

Air Terjun Talondo Tallu memiliki kolam jatuhan yang berukuran cukup besar dan dalem banget. Hati-hati ya, karena di dalamnya bisa ditemui hewan sejenis belut yang berukuran besar yang disebut Masapi (MIA) dalam bahasa Toraja. Konon katanya, ikan di kolam ini nggak boleh ditangkap dan dimakan lho. 

via instagram.com/infotoraja

via instagram.com/kristobarlianta

Untuk menuju Air Terjun Talondo Tallu memang butuh perjuangan. Kamu harus berjalan sekitar 8 km untuk melihat keindahan air terjun bercabang tiga ini. Keindahan dan suasana sejuk disekitarnya pun bikin kamu betah berlama-lama di sini. Dijamin sendu kamu luntur seketika!

via lifestyle.okezone.com

via instagram.com/giovannigivan

via instagram.com/olandlingga

 

Detail Informasi 

Lokasi : Desa Sanik Lembang Balepe’, kecamatan Malimbong Balepe’, Kabupaten Toraja Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. 

Rute : Dari Kota Makale menggunakan mobil melalui Jl. Tritura dan berjarak sekitar 30 km.  

 

7. SIAP-SIAP MELONGO MELIHAT PEKUBURAN TEBING LEMO 

Satu lagi keindahan budaya Tana Toraja yang bisa bikin kamu melongo. Yap! Lemo akan membuat kamu terkagum-kagum dengan bentuk, sejarah maupun cerita yang ada di sini. Lemo merupakan pekuburan yang terletak di tebing bukit tinggi yang dipahat dengan sabarnya selama berbulan-bulan. 

via torajaparadise.com

via theclassicwanderer.com

Terdapat lebih dari 70 lubang yang menempel pada dinding batu Lemo. Setiap lubang berukuran sekitar 3 x 5 meter dan berisikan satu keluarga. Bagian depan lubang berfungsi untuk memasukkan jenazah. Terlihat juga bagian depannya ditutupi dengan pintu kayu yang diukir, namun ada juga yang hanya menggunakan bambu. 

via instagram.com/toraya_kan

Di Pekuburan batu Lemo juga terdapat Tau-tau sebagai representasi mereka yang telah meninggal. Namun, nggak semua bisa dibuatkan Tau-tau lho. Hanya kalangan bangsawan dan yang telah memenuhi adat saja yang bisa dibuatkan. 

via instagram.com/bs.wibowo

via beritagar.id

Keindahan Lemo nggak sampai di situ aja. Pekuburan Lemo dikelilingi dengan hamparan bukit dan sawah yang hijau. Jadi, jangan sampai kelupaan untuk menikmati alam di Desa Lemo sembari mempelajari adat budayanya ya. 

via instagram.com/lovesrunninglovesdrawing

via instagram.com/failani_ismail_darmaji

via instagram.com/hiroshi.story

 

Detail Informasi 

Lokasi : Jl Poros Makale – Rantepao, Kecamatan Makale Utara, Tana Toraja, Sulawesi Selatan

Rute : Dengan menggunakan angkot Rantepao – Lemo Rp3000 lalu menggunakan ojek menuju lokasi sekitar Rp5000.

Harga Tiket: 

Wisatawan lokal Rp5000/orang

Wisatawan mancanegara Rp10.000/orang

 

8. MENAWANNYA LOLAI, SI BUKIT DI ATAS AWAN 

Apa yang ada di pikiranmu ketika mendengar negeri di atas awan? Damai! Untungnya, Toraja kaya akan keindahan alam dan memiliki dua lokasi wisata yang akan membawa kamu ke negeri di atas awan, salah satunya adalah di Kampung Lolai.

via hipwee.com

via instagram.com/dewantyngrm_

via travelingyuk.com

Lolai merupakan sebuah perkampungan yang berada di kawasan pegunungan setinggi 1300 mpdl. Ketika berada di puncaknya, kamu akan disajikan dengan hamparan awan menggulung yang seolah-olah bergerak mengikuti irama alam. Bayangkan jika kamu menghabiskan waktu di atas sini sambil diterpa angin sepoi dan minum secangkir kopi Toraja. Sabi ya!

via instagram.com/pejalantoraja

via instagram.com/irfarmdy

via ajaltila.blogspot.co.id

Di puncak Lolai juga terdapat deretan beberapa Tongkonan atau rumah khas Toraja yang dinamai Tongkonan Lempe. Tongkonan ini bisa kamu sewa sebagai homestay kalo kamu memutuskan untuk bermalam. Karena belum dikelola oleh pemerintah, jadi belum ada tarif khusus yang diterapkan untuk menyewa Tongkonan. Semua harga berdasarkan dengan kesepakatan antara penyewa dan pemiliki rumah. 

via instagram.com/novalireza

via tribunnews.com

Meski berada di pelosok, kamu tidak nggak bersusah payah mendaki untuk menikmati pemandangan di Lolai. Karena lokasi ini bisa dicapai dengan menggunakan motor maupun mobil pribadi. Jangan lupa untuk membawa jaket atau memakai pakaian lengan panjang ya, karena udaranya cukup dingin apalagi pada malam hari. 

via instagram.com/endyallorante

via muda.kompas.id

via makassar.tribunnews.com

 

Detail Informasi 

Lokasi : Lembang Benteng Mamullu, Kecamatan Kapalapitu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Rute : Dari Rantepao berjarak sekitar 20km. Bisa ditempuh menggunakan kendaraan umum seperti pete-pete alias angkot maupun ojek dengan tarif angkot sekitar Rp20.000/ sekali antar dan tarif ojek sekitar Rp30.000-40.000.

 

9. MELIHAT KERBAU UNIK DI RANTEALLO 

Bagi masyarakat Toraja, kerbau bukan cuma hewan untuk membajak sawah. Kerbau juga dianggap hewan sakral dan simbol status sosial. Masyarakat Toraja meyakini kerbau sebagai kendaraan bagi arwah menuju Puya (dunia arwah, atau akhirat). Karena itu, kerbau dijadikan sesembahan tertinggi bagi masyarakat Toraja yang telah meninggal melalui ritual Rambu Solo. 

via travel.kompas.com

via instagram.com/cristi.olivia

Di Ranteallo Toraja, kamu bisa melihat beberapa komplek rumah adat Toraja atau tongkonan yang saling berhadapan. Di sini kamu juga bisa melihat kerbau khas Toraja yang unik banget dan memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Tedong Saleko atau kerbau belang adalah kerbau termahal dengan harga jual dari ratusan hingga miliaran rupiah.

via pesona.travel

via objekwisatapopuler.com

Kerbau belang Ranteallo memiliki warna kulit dasar yang putih dan bercampur warna hitam di beberapa titik bagian bawahnya. Jika diperhatikan, bola matanya pun berwarna putih dan tanduknya berwarna keemasan. Semakin besar tanduknya, semakin panjang ekor, dan belangnya membuat harga kerbau belang semakin mahal. 

via instagram.com/iogieranda

Proses pembiakan kerbau belang juga relatif susah karena masa birahi betina yang sulit diketahui. Kelangkaan ini juga yang membuat kerbau belang semakin mahal. Karena itu, jangan lewatkan Ranteallo ya jika kamu ingin melihat keunikan kerbau belang Toraja. 

via fotokita.net

 

Detail Informasi 

Lokasi : Ranteallo, Kecamatan Tallunglipu, Toraja, Sulawesi Selatan.

Rute : Dari Rantepao berjarak sekitar 7km atau sekitar 30 menit dengan kendaraan pribadi. 

 

10. INDAHNYA BATUTUMONGA YANG BUAT HATI BERBUNGA-BUNGA 

Batutumonga, satu lagi tempat bak negeri di atas awan yang bisa bikin hatimu berbunga-bunga. Terletak di lereng gunung tertinggi di Toraja, Gunung Sesea membuat Batutumonga memiliki udara yang sejuk dan pemandangan yang menakjubkan. Serunya, kamu nggak perlu capek-capek hiking untuk mencapai tempat ini karena bisa diakses motor dan juga mobil lho. 

via instagram.com/detyosjourney

via instagram.com/srinailiss

via instagram.com/rizkarumaya

Sepanjang perjalanan berkelok menuju Batutumonga, kamu akan melihat hamparan sawah, terasering, hutan dan padang rumput terbuka.  Cobalah berhenti di Tinambayo, salah satu titik pandang yang terkenal yang akan memberikan pemandangan persawahan terasiring dan lembah di bawahnya dengan ketinggian 1.300 mdpl. 

via makassarguide.com

via instagram.com/hsbn_marco

Seperti di Bromo, kamu wajib melihat matahari terbit dari Batutumonga. Di sini kamu bisa duduk sambil menikmati kopi Toraja saat menunggu matahari yang perlahan terbit dengan indahnya. Disarankan untuk menginap di sini kalo kamu nggak mau ketinggalan melihat sunrise yang cantik itu. Terdapat berbagai penginapan atau kamu juga bisa menyewa rumah warga sebagai tempat bermalam. 

via instagram.com/inceila_

via instagram.com/inthahattu

via instagram.com/hendragons

 

Detail Informasi 

Lokasi : Lereng Gunung Sesea, Toraja, Sulawesi Selatan.

Rute : Dari Rantepao bisa menggunakan angkutan umum dari Pasar Bolu atau menggunakan mobil pribadi sekitar 30 menit – 1 jam perjalanan.  

 

11. OLLON : PESONA BUKIT TELETUBBIES ALA TORAJA 

Pesona alam Toraja memang nggak ada habisnya. Setelah menemukan sunrise yang nggak kalah seperti di Bromo, di Ollon kamu juga bisa menemukan bukit Teletubbies yang nggak kalah indahnya dengan yang ada di Bromo juga. Letaknya di Bonggakaradeng yang berjarak sekitar 40 km dari Makale. 

via instagram.com/michaellaneyssa 

via instagram.com/_anakkecill

via instagram.com/dodipasolang

via instagram.com/rifqyredha

Hamparan padang berbukit yang luas dan bebas polusi jadi daya tarik di Ollon. Kamu bebas untuk menikmatinya sepanjang hari. Bahkan, jangan lewatkan untuk camping di sini kalo kamu nggak mau melewatkan malam yang bertaburan bintang. 

via instagram.com/candratb

via instagram.com/wiwinsetiawan18

via instagram.com/bukzt

Ollon merupakan lokasi peternakan dan perkebunan. Warga setempat banyak mengelola lahannya untuk dijadikan kebun dan memanfaatkan tanah lapangnya untuk menggembala sapi dan kuda. Jadi, jangan heran kalau kamu melihat banyak kuda di Ollon. Jika kamu ingin belajar menunggang kuda, jangan sungkan untuk bertanya pada penduduk di sini ya.

via travelingyuk.com

via instagram.com/saiffuul

via instagram.com/ferdyyulianus

via instagram.com/dinosaputra19

 

Detail Informasi 

Lokasi : Buakayu, Bonggakaradeng, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan

Rute : Dari Makale menuju Rembon lalu belok ke jalur Barusura’ menuju Buakayu, Bonggakaradeng. Setelah sampai di Buakayu, lurus terus mengarah ke bagian selatan melalui pasar dan kantor kecamatan Bonggakaradeng.  Setelah menemukan persimpangan tiga antara, Buakayu dan Rano, pilih jalur yang turun ke sebelah kanan, sekitar 3km, akan menemukan jalan rintisan di sebelah kanan yang menyusuri gunung. Terus ke jalur di sebelah kanan sekitar 8-10km hingga menemukan perkampungan yang terbilang ramai. 

 

12. MENGENAL SEJARAH TORAJA DI MUSEUM NE'GANDENG 

Museum yang satu ini memang beda dari museum pada umumnya yang terletak di tengah kota. Museum Ne’Gandeng terletak di tengah-tengah hamparan sawah yang asri. Selain mempelajari budaya Toraja, di sini kamu juga bisa menikmati alam di sekitarnya yang ngademin dan menyejukkan hati.

via objekwisatapopuler.com

via travel.akurat.co

Museum Ne’Gandeng berasal dari nama Ne’Gandeng yang merupakan salah satu tetua atau leluhur di Toraja. Beliau sangat dicintai karena sangat peduli dan perhatian pada kehidupan masyarakat sekitar. Bahkan beliau pula yang mengusulkan agar listrik masuk ke desa dengan biaya dari hasil menjual kerbaunya. Karena itulah, setelah beliau meninggal pada 3 Agustus 1994 lalu, museum ini didirikan untuk mengenang dan menghormatinya.

via instagram.com/_muhmmdilham

via instagram.com/nasar_mochammad

Seperti sudah diketahui, Masyarakat Toraja sangat menghormati para leluhurnya. Di Museum Ne’Gandeng kamu bisa belajar bagaimana prosesi pemakaman bagi anggota keluarga di Toraja. Museum Ne’Gandeng juga jadi tempat untuk menggelar acara adat untuk penduduk sekitar lho. 

via instagram.com/andi_muhammadyusuf

Di Museum Ne’Gandeng terdapat beberapa Tongkonan yang saling berhadapan. Kalo kamu ingin merasakan budaya Toraja secara langsung, kamu bisa menyewa Tongkonan tersebut lho untuk menginap. Bayangkan merasakan alam Toraja yang sejuk di pagi hari dan hidup sebagai masyarakat Toraja di Tongkonan. 

via instagram.com/irvan_czn

via instagram.com/nasar_mochammad

via instagram.com/aqsha_offshore

 

Detail Informasi 

Lokasi : Desa Pelangi, Kecamatan Sadan Balusu, Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Rute : Dari Rantepao berjarak sekitar 10km atau sekitar 15 menit dengan menggunakan kendaraan motor ataupun mobil. 

Harga Tiket: 

Wisatawan lokal Rp10.000/orang

Wisatawan mancanegara Rp20.000/orang

Pelajar Rp3000/orang

Harga Sewa Tongkonan:

Rp500.000/malam (dapat dihuni sekitar 30 orang)

 

13. YUK BERANGKAT LIHAT AIR TERJUN TUJUH TINGKAT! 

Tujuh samudera, tujuh benua, tujuh keajaiban dunia. Angka tujuh memang begitu spesial, begitu juga dengan salah satu air terjun di Toraja yang memiliki tujuh tingkat. Air Terjun Tujuh Tingkat terletak di Desa Kalean, Tana Toraja. Keindahan air terjun yang juga dinamakan Sarambu Marintang ini ada pada aliran air yang jatuh di bebatuan yang berundak.

via jejakpiknik.com

via hermontour.com

via instagram.com/desminto_minto

Air Terjun Tujuh Tingkat dikelilingi oleh areal persawahan, perbukitan dan hutan yang masih terjaga dengan baik. Sejuknya udara dan air di sana seakan mengajak kita untuk langsung nyebur menikmati segarnya Air Terjun Tujuh Tingkat. 

via instagram.com/ibam_fau

via instagram.com/tjhaihengky

via instagram.com/saladelinee

Perjalanan menuju Air Terjun Tujuh Tingkat terbilang cukup mudah dengan kondisi jalan yang sudah cukup bagus dan dapat dilalui kendaraan roda dua atau pun roda empat. Sesampainya di lokasi parkir, kamu cukup berjalan kurang lebih 500 meter untuk melihat keindahan Air Terjun Tujuh Tingkat. 

via asyfar.blogspot.co.id

 

Detail Informasi 

Lokasi : Desa Kalean, Lembang Simbuang Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja

Rute : Dari Makale hanya berjarak sekitar 25km saja. Dari pusat Kota Makale arahkan kendaraanmu menuju selatan sampai ke Desa Pa’Tengko, lalu belok kiri menuju arah Simbuang. 

 

14. KOLAM ALAM LIMBONG YANG EKSOTISNYA NGGAK BOONG 

Tenang dan asri, keduanya bisa kamu dapatkan ketika mengunjungi Kolam Alam Limbong. Tempat wisata ini menawarkan pesona alam yang berbeda dari yang sudah ada di Toraja. Kolam Alam Limbong merupakan danau kecil yang unik dan berada diantara tebing bebatuan yang tinggi. Lokasinya pun nggak terlalu jauh dari pusat Kota Rantepao dan bisa dijangkau melalui kendaraan roda dua dan roda empat. 

via instagram.com/khaka_zoner

via instagram.com/fancy.nadia

via instagram.com/andiarumislami21

Kolam Alam Limbong memiliki air yang berwarna hijau karena tumbuh-tumbuhan yang ada di dalamnya. Di sini, kamu bisa leyeh-leyeh di gazebo yang berada di pinggir danau. Kalau ingin bermain, kamu bisa menyewa perahu bebek yang ada di sini. 

via instagram.com/akhyartamrin

via instagram.com/hedwindra.sr3

via instagram.com/mur_shit

Akses jalanan menuju Kolam Alam Limbong termasuk baik, namun untuk sampai di sana kamu tetap harus usaha sedikit. Setelah sampai di gapura Kolam Alam Limbong, kamu harus menaiki beberapa anak tangga untuk mencapai lokasi wisata. Wisata Kolam Alam Limbong memang termasuk sepi pengunjung. Tapi bukan berarti kamu harus melewati keunikan danau kecil ini, apalagi Kolam Alam Limbong termasuk dekat dari pusat kota. 

via instagram.com/hiskiasima

via instagram.com

 

Detail Informasi 

Lokasi : Desa Limbong, Rantepao, Toraja Utara, Sulawesi Selatan

Rute : Dari Rantepao berjarak sekitar 2km. 

Harga Tiket: 

Wisatawan lokal Rp10.000/orang

Wisatawan mancanegara Rp20.000/orang

 

15. MENDALAMI BUDAYA TORAJA DI MARANTE TONDON 

Satu lagi desa budaya yang nggak boleh dilewatkan karena punya beragam sejarah luhur masyarakat Toraja. Terletak di dekat Kota Rotenpao dan pada jalan poros dari Makassar ke Palopo membuat Desa ini menjadi obyek wisata strategis sekaligus menarik.

via cektravel.info

via instagram.com/hyelicious

Di Marante Tondon terdapat beberapa peninggalan sejarah kuno masyarakat Toraja seperti Tongkonan, Tau-tau, Erong, kuburan batu dan juga kuburan kayu (Patane). Marante Tondon termasuk nggak terlalu ramai wisatawan kalau dibandingkan dengan Kete Kesu. Karena itu, kamu bisa lebih tenang menjelajahi dan melihat beragam peninggalan sejarah Marante Tondon deh.

via tripadvisor.co.id

via tripadvisor.co.id

via instagram.com/hyelicious

 

Detail Informasi 

Lokasi : Desa Tondon, Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Rute : Dari Makale berjarak sekitar 5km atau sekitar 10 menit dengan menggunakan kendaraan motor ataupun mobil. 

 

16. MELIHAT PEMAKAMAN BAYI TORAJA DI POHON TARRA 

Terletak di Tana Toraja, Kambira atau kuburan bayi hadir untuk menceritakan banyak hal. Di tengah hutan bambu yang rapat berdiri dengan lebatnya sebuah Pohon Tarra. Bukan pohon biasa, pohon ini merupakan kuburan para bayi Toraja yang belum tumbuh giginya. Pohon Tarra dipilih karena memiliki banyak getah berwarna putih yang dianggap sebagai pengganti air susu ibu. 

via iqballubis.com 

via instagram.com/roiocrico

via instagram.com/riapapermoon

Masyarakat Toraja meyakini bahwa bayi yang belum tumbuh giginya masih suci. Jadi, saat menguburkan jenazah di Pohon Tarra seakan mengembalikan mereka ke dalam rahim sang Ibu. Pada pohon Tarra yang berdiameter sekitar 80 cm ini menempel beberapa ijuk berbentuk persegi layaknya sebuah aksesoris. Ijuk ini berasal dari pohon enau yang digunakan sebagai penutup lubang tempat dikuburkannya jenazah tersebut. 

via instagram.com/wahyu_sudiatmoko

via instagram.com/yantintiew

Lubang-lubang yang terdapat pada pohon Tarra ini pun dibuat searah dengan tempat tinggal rumah keluarga yang ditinggalkan. Semakin tinggi posisi keluarganya dalam masyarakat adat, semakin tinggi pula letak kuburannya di batang pohon. Uniknya, walaupun sudah menjadi lokasi pemakaman selama bertahun-tahun, kuburan pohon Tarra nggak mengeluarkan aroma busuk dan nggak pernah kehabisan tempat. 

via instagram.com/kirei_na

via instagram.com/failani_ismail_darmaji

 

Detail Informasi 

Lokasi : Kambira, Kecamatan Sangalla' kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Rute : Dari Makale berjarak sekitar 10km atau sekitar 15 menit dengan menggunakan kendaraan motor ataupun mobil. Dari Rantepao sekitar 15km dengan estimasi jarak tempuh sekitar 30 menit. 

Harga Tiket: 

Wisatawan lokal Rp10.000/orang

Wisatawan mancanegara Rp20.000/orang

 

17. PEKUBURAN BATU TERBESAR DI TORAJA ADA DI LOKOMATA 

Makam batu ada banyak banget di Toraja, tapi Lokomata adalah yang terbesar mengingat bentuknya yang 100x lebih besar dibandingkan lainnya. Lokomata yang berarti lubang ini, merupakan pekuburan batu yang terletak di pinggir jalan. Uniknya, Lokomata dihiasi aneka motif warna-warni di pintu lubang yang akan membuat kamu takjub.

via instagram.com/inthahattu

via instagram.com/rifqyredha

Ada lebih dari 20 lubang atau bilik pemakaman yang dipahat di Lokomata. Bilik tersebut terdiri dari empat level dimana diameter setiap bilik makam kurang lebih satu meter persegi. Bilik tersebut pun diisi oleh satu keluarga dan cukup menyimpan lebih dari dua jenazah. Sama seperti yang lain, posisi bilik pun menandakan seberapa penting orang tersebut dalam masyarakat setempat. 

via instagram.com/globediscovers

via instagram.com/iriskharisma

Lokomata dihiasi beberapa miniatur Tongkonan dan juga Tau-tau yang berjejer di depan pintu bilik. Mayoritas bilik tersebut dicat dengan warna tradisional Toraja yaitu, kuning, merah, hitam dan putih. Ukiran khas Toraja juga nggak kalah menarik dalam menghiasi pintu-pintu bilik pemakaman Lokomata. 

via instagram.com/dm_ayub

via instagram.com 

via instagram.com/fredirckh

 

Detail Informasi 

Lokasi : Lereng Gunung Sesean, Desa Pangden, Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Rute : Dari Rantepao berjarak sekitar 30km atau sekitar 1 jam dengan menggunakan kendaraan motor ataupun mobil. 

 

18. MENIKMATI ALAM DAN KOPI DI AGROWISATA PANGO PANGO

Romantis bukan hanya tentang hubungan sesama manusia. Romantis juga bisa kamu rasakan ketikan menikmati alam indah yang membuat tenang apalagi sambil ditemani segelas kopi nikmat. Jika kamu menginginkan ini, cobalah datang ke Agrowisata Pango Pango yang berada di ketinggian 1.600 mdpl. 

via instagram.com/toraja_id

via instagram.com/fennylantang

via instagram.com/satria_pr

Dari atas Argowisata Pango Pango kamu akan melihat pemandangan indah Kota Makale dari kejauhan. Selain itu, Agrowisata Pango Pango juga ditanami dengan berbagai macam tanaman lokal seperti kopi, cokelat, enau, tamarillo, kacang tanah, jagung dan sayuran lainnya. Kamu bisa menikmati kopi khas Toraja sambil menikmati indahnya alam pegunungan Pango Pango. 

via instagram.com/ariandy_pakiding

via instagram.com/satria_pr

Di sini juga terdapat kumpulan pohon pinus untuk kamu foto-foto. Selain itu, tersedia juga beberapa hammock dan gazebo untuk leyeh-leyeh. Kedepannya, Argowisata Pango Pango direncanakan untuk menjadi lokasi tracking, camping, ecotourism dan area bersepeda gunung lho. 

via instagram.com/dammank.t

via instagram.com/ryan_lallo

via instagram.com/bambangariyantoo

 

Detail Informasi 

Lokasi : Gunung Pango pango, Makale Selatan, Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Rute : Dari Makale menuju ke arah selatan sekitar 7 km atau sekitar 30 menit  menggunakan kendaraan motor ataupun mobil.  

Harga Tiket: 

Wisatawan Rp10.000/orang

 

19. BERENANG BERSAMA BELUT PURBA DI KOLAM AIR TILANGGA 

Yap! Kamu nggak salah dengar. Jika berenang bareng lumba-lumba sudah terlalu mainstream, saatnya kamu menjajal berenang bareng belut purba di Kolam Alam Tilangga. Belut ini disebut sebagai Anguilla Sp. Beberapa orang menyebutnya dengan belut berkuping (moa) dan dalam bahasa Toraja disebut sebagai masapi. Tapi nggak perlu khawatir, belut ini aman kok! Konon katanya, jika kamu berhasil melihat moa, maka keberuntungan akan datang padamu. 

via instagram.com/yesysinta

via instagram.com/de.wa_

Kolam Alam Tilangga terletak diantara Makale dan Ratenpao. Kolam ini dikelilingi oleh pepohonan yang tumbuh rindang. Airnya sangat jernih jadi kamu bisa melihat hingga ke dasar kolamnya. Walau terkesan dangkal, ternyata saat berenang baru terasa kedalamannya. 

via instagram.com/misstikuss

via tanatorajakab.go.id

via instagram.com/zoel.54

Selesai berenang di Kolam Alam Tilangga, kamu bisa bersantai sejenak di gazebo yang berada di sekitar lokasi. Kalau sudah leyeh-leyehnya, sekarang saatnya kamu buat foto-foto! 

via instagram.com/pongsuarya

via instagram.com/yudhii_95

 

Detail Informasi 

Lokasi : Kelurahan Sarira, Kecamatan Makale Utara, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Rute : Dari Makale menuju utara melalui jalan poros Makale – Rantepao km 9, kemudian masuk melewati Jalan Tilangga yang berjarak kurang lebih 2km.  

Harga Tiket: 

Wisatawan Rp10.000/orang

 

Keindahan alam dan budaya Indonesia memang nggak ada duanya ya! Yuk, jangan malu untuk mengenal dan berkelana ke tempat-tempat yang mungkin belum banyak orang yang tahu, seperti kesembilanbelas tempat wisata di Toraja ini. Sudah siap untuk cuti kerja dan berkelana ke Toraja? 


Penulis
Penulis Prita Hersty
Pecinta coklat dan alpukat. Kadang susah diurus dan misi untuk mencari dinosaurus.

Dapatkan inspirasi jalan-jalan di Indonesia ke e-mail Kamu

Kamu akan mendapatkan ide jalan-jalan di Indonesia dengan berlangganan newsletter kami.