Best of Indonesia - 317 Hits

Sebagai negara kesatuan yang membentang dari Sabang sampai Merauke, Indonesia memiliki berbagai jenis dan ragam budaya. Keragaman budaya itu biasanya dipamerkan dalam bentuk festival budaya yang dikemas secara unik oleh masing-masing daerah tersebut. Oleh karena itu simak keunikan dari 17 Festival Budaya kece dari Sabang sampai Merauke berikut ini untuk kamu tau budaya-budaya unik di Indonesia. Check this out!

 

1. WAJIB COBA! MENJAJAKI KEMERIAHAN FESTIVAL BUDAYA DANAU TOBA, SUMATERA UTARA 

Pembahasan pertama dimulai dari festival budaya di ujung Sumatra, yaitu Festival Danau Toba. Festival ini merupakan acara lokal untuk melestarikan seni dan budaya khas suku Batak di kawasan Danau Toba. Festival ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah turis yang datang ke Danau Toba. Acara yang dimuat juga banyak banget, seperti acara musik festival, seni, kerajinan, sampe kompetisi olahraga tradisional, pokoknya gak akan nyesel deh. 

via geosiar.com

via beritadaerah.co.id

via xpresi.co

Perlu kamu tau bahwa festival ini diadakan setiap penghujung akhir tahun, untuk tahun ini mulai tanggal 6-9 Desember 2017, selain menikmati kemeriahan dari fertivalnya, kamu juga bakal disuguhi keindahan dari danau Toba itu sendiri gengs, perfect pokoknya. Jadi kalo mau menyaksikan keunikan serta kemeriahannya datang di tanggal itu ya, dijamin gak nyesel deh. 

via mimbar.birokrasi.blogspot.com

via pedomanwisata.com

via pedomanwisata.com

via travelpushindonesia.blogspot.com

 

Detail Informasi

Rute : Untuk bisa menuju Danau Toba bisa ditempuh melalui Terminal besar Medan, bisa menggunakan bus, dengan tujuan ke Prapat selama 6 jam perjalanan. 

Alamat : Danau Toba terletak di Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatra Utara.

Biaya : Untuk bisa menyebrang dengan kapal feri ke Pulau Samosir sebesar  Rp3500/orang, jika membawa mobil Rp91.500/mobil. 

Waktu : Desember

 

2. GAK PERLU CEMAS! MENDING NONTON FESTIVAL BUDAYA NIAS YANG KHAS 

Masih di Sumatra Utara nih, ada satu festival tahunan lagi yang cukup terkenal disana.  Namanya Festival Budaya Nias. Agenda acara yang akan diselenggarakan diantaranya Lompat batu, Festival Kuliner tradisional Nias, festival tari tradisional, kompetisi musik tradisional, pertunjukkan seni multi-etnis, lomba olahraga dan rakyat tradisional dan masih banyak lagi.

via kompasiana.com

via gulalives.co

via wartanias.com

Yang paling menonjol dari Festival Budaya Nias ini adalah Lompat Batunya. Selain menandakan kedewasaan pemuda Nias, atraksi ini menjadi menarik, sebab mereka harus melompati batu setinggi 2-meter, tinggi juga ya hehe. Dan kamu perlu tau nih, festival yang diselenggarakan pada tanggal 23-26 November 2017 berhasil mendatangkan 25.000 wisatawan, keren banget ya.

via travelingyuk.com

via wovgo.com

via goodnewsfromindonesia.id

 

Detail Informasi

Rute : Dapat diakses melalui jalan darat, melalui Padang menuju Sibolga selama 6 jamk perjalanan. Kemudian menuju Gunung Sitoli dengan menggunakan kapal feri cepat selama 3 jam menuju Pulau Nias.

Alamat : Sebelah Barat Pulau Sumatra, Provinsi Sumatra Utara.

Biaya : Gratis.

Waktu : November 

 

3. PACU ADRENALIN DENGAN NONTON FESTIVAL PACU JAWI, SUMATERA BARAT 

Masih di daerah Sumatera nih, tepatnya Sumatera Barat, ada salah satu Festival unik yang mirip sama tradisi di Madura. Kalo di Madura ada karapan sapi, di Sumbar ada Festival Pacu Jawi. Festival ini diadakan setelah selesai musim panen tiba, festival ini menarik wisatawan karena pacu jawi menjadi ajang untuk berburu momen terbaik bagi pecinta fotografi.

via pinterest.com

via garudaku-wisata.blogspot.com

via pesonaindo.com

Kata jawi itu berarti sapi, diambil dari Bahasa Minang sebagai atraksi utama yang mirip sama karapan sapi Madura, namun ternyata mereka punya perbedaan. Yang paling menonjol adalah karapan sapi Madura cenderung di tanah yang kering, kalo Pacu Jawi ini di tanah yang sudah basah alias area persawahan warga. Perlombaan ini menilai seberapa jauh joki dapat bertahan dan lurus atau tidaknya jawi sesuai jalur yang sudah ditentukan.

via cm.com

via dreamstime.com

via indohoy.com

 

Detail Informasi

Rute : Dapat diakses melalui jalur darat menggunakan mobil atau motor dari Minang menuju ke salah satu kecamatan penyelenggara Festival tersebut.

Alamat : Diadakan di berbagai kecamatan di Sumatra Barat, seperti Sungai Tarab, Limo Kaum, Tanah datar, Pariangan wilayah Batu Sangkar, Sumatra Barat.

Biaya : Gratis.

Tanggal : 1, 8, 15, 22 Juli setiap tahun.

 

4. JADI SAKSI KESAKRALAN DI FESTIVAL ADAT TENGGER "YADNYA KASADA", JAWA TIMUR 

Setelah jalan-jalan ke Sumatera, kita ke Pulau Jawa yuk. Terdapat salah satu Festival adat yang unik di di Jawa Timur, namaya Upacara Adat Tengger “Yadnya Kasada”. Acara ini merupakan ritual terbesar bagi Adat Tengger yang ada di Bromo sana loh. Setiap tahunnya tepatnya hari ke 14 bulan kasada, umat Hindu Tengger melempar sesaji ke kawah Gunung Bromo.

via adventurewisata.blogspot.co.id

via bromotour.co.id

via travel.kompas.com

Maksud dari adanya upacara adat ini sebagai bentuk rasa syukur mereka atas berkah serta kesejahteraan yang diberikan oleh Gunung Bromo terhadap masyarakat sekitarnya. Agenda acaranya seperti pengambilan air suci dari mata air Widodaren, pesembahyangan umat Hindu, pemberkatan sesajen, pengangkatan dukun baru (pemimpin upacara adat Hindu) serta pelarungan sajen ke kawah Gunung Bromo.

via triptrus.com

via tirto.id

via upacarakasodogunungbromo.blogspot.com

via mailoo.com

 

Detail Informasi

Rute : Dapat ditempuh lewat stasiun, bandara, menuju ke Gunung Bromo bisa menggunakan travel agar menjadi lebih mudah.

Alamat : Gunung Bromo, Provinsi Jawa timur.

Tanggal : Setiap tahun, hari ke 14 bulan kasada. 

 

5. PANTANG KEOK! SERUNYA NONTON FESTIVAL REOG PONOROGO, JAWA TIMUR 

 Masih di Jawa Timur nih, siapa yang gak tau Reog Ponorogo? Pasti kamu semua tau ya, salah satu kekayaan budaya Indonesia yang diakui UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia yang harus diwariskan. Festival ini diadakan sebelum masuk Bulan Suro atau lebih dikenal dengan istilah “Grebeg Suro” dalam rangka penyambutan tahun baru islam yang dilaksanakan di alun-alun Ponorogo.

via agendaku.id

via youtube.com

Sebagai salah satu kebudayaan yang harus dilestarikan, untuk memancing kreativitas warganya, ajang festival ini menjadi sebuah ajang kompetisi loh, banyak peserta yang datang dari berbagai daerah untuk menunjukkan keunikan topengnya, tarian serta koreografinya, semua itu untuk meraih Piala Presiden.

via raja-wisata.com

via flickr.com

 

Detail Informasi

Rute : Dari Surabaya dapat ditempuh melalui jalur darat melewati Sidoarjo, mojokerto, jombang, kemudian menuju nganjuk, lanjut ke Arah Caruban, Madiun, Ponorogo lama perjalanan ± 4-5 jam.

Alamat : Jalan Alun-alun Barat, Mangkujayan, Kecamatan Ponorogo, Jawa Timur.

Tanggal : 1 Suro atau 27 September (Tentative).

Biaya : Rp3000/orang, untuk VIP Rp5000/orang.

 

6. MELIHAT ORANG 'KESURUPAN' DI FESTIVAL CAP GO MEH, KALIMANTAN BARAT 

Sekarang kita move on ke Kalimantan Barat ya, ada salah satu festival budaya yang cukup unik di Singkawang dimana para manusia dirasuki oleh dewa-dewa china, namanya Festival Cap Go Meh. Festival ini memiliki beberapa agenda acara, diantaranya adalah karnaval lampion, penampilan hiburan musik, tarian tradisional, serta puncaknya adalah atraksi Tatung ini. Lokasi yang digunakan terletak di halaman Singkawang GrandMall.

via Indonesia-heritage.net

via travel.kompas.com

via tribunnews.com

Karena didominasi oleh Ras China, jadi puncak acara festival Cap Go Meh ini jatuh bertepatan pada saat Imlek, jadi kalo kamu mau datang ke festival ini, datang menjelang hari raya Imlek ya dijamin rame dan meriah banget. 

via triptrus.com

Langsung ke acara terkenalnya nih, yaitu atraksi Tatung, dimana para manusia dirasuki dewa-dewa china, yang unik dari atraksi ini adalah manusia ditusuki benda-benda tajam yang ditusukan ke wajah mereka loh, hiii ngeri banget yaa. 

via travel.grivy.com

via merahputih.com

 

Detail Informasi

Rute : Yang akan dilalui Festival ini dimulai dari Halaman Stadion Krisdana di jalan Pelita, lanjut ke Jalan Gusti Lelalanang, belok ke Jalan diponegoro, meuju Jalan Niaga, Jalan Budi Utomo, Nusantara, jalan jendral Sudirman, jalan Kalimantan, Jalan, Setia Budi, Jalan GM Situt, Yohana Godang, dan berakhir di Singkawang Grand Mall di Jalan Alianyang.

Alamat : Jalan Alianyang RT13/15 Kelurahan Pasiran, Singkawang Barat, Singkawang, Kalimantan Barat.

Tanggal : bertepatan dengan Imlek.

Biaya : Paket Tour Cap Go Meh mulai dari Rp2.100.000, jika tidak menggunakan jasa tour maka Gratis.

 

7. SIAPKAN TENAGA! RASAKAN SERUNYA MAMPIR KE FESTIVAL ERAU KERTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR 

Dari barat kita ke timur ya, ada satu lagi nih festival unik yang ada di Kalimantan Timur, dan merupakan salah satu festival tertua yang ada di nusantara. Kata “Erau” sendiri memiliki arti pesta rakyat. Namun saat ini festival klasik ini telah diambil alih pemerintah yang digunakan sebagai peringatan hari jadi kota Tenggarong. Oiya, agenda dari festival ini juga banyak seperti upacara adat dari suku Dayak, serta lomba ketangkasan tradisional, serta kesenian.

via travel.kompas.com

via getborneo.com

via bello.id

 Acara utama dari adanya festival ini adalah makan-makannya. Karena keraton ingin memberikan jamuan kepada rakyatnya, yang telah tulus mengabdi untuk kerajaan. Namun saat ini rakyat lah yang berbondong-bondong membawa makanan untuk memeriahkan acara. Festival ini juga berhasil menarik wisatawan mancanegara untuk ikut berpartispasi.

via getborneo.com

via visitingkutai.com

via apkasi.org

 

Detail Informasi

Rute : Dapat diakses melalui bandara Sepingan, Balikpapan menggunakan pesawat lokal menuju Samarinda, atau menggunakan jalur darat juga bisa. Mulai dari Samarinda menuju ke Tenggarong.

Alamat : Tenggarong, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.

Tanggal : 22-30 Juli menyesuaikan dengan libur nasional.

Biaya : Gratis alias free.

 

8. SIAP-SIAP KAGUM SAMA FESTIVAL RAMBU SOLO YANG BIKIN MELONGO 

Rambu Solo adalah upacara adat kematian seseorang di tanah Toraja. Ini merupakan salah satu tradisi unik untuk menghormati para leluhur di sana. Seseorang yang sudah mati tapi belum dilaksanakan Rambu Solo, warga setempat belum menganggap orang itu mati loh, dan untuk mengadakan rambu solo dibutuhkan biaya puluhan sampai ratusan juta, itu sebabnya jasad baru dimakamkan berbulan-bulan setelah kematiannya. Waah mahal banget ya.

via indonesiakaya.com

via corlena.wordpress.com

via denmasdeni.blogspot.com

Rangkaian acara dari Rambu solo memiliki beberapa tahapan mulai dari Ma’Tudan, Ma’Roto, Ma’Popenkalo Alang, dan masih banyak lagi. Namun karena ini festival, terdapat kemeriahan lain yang bisa kamu temukan, seperti perarakan kerbau, pertunjukkan musik daerah, tarian adat, serta adu kerbau.

via wego.co.id

via jalanjalanyuk.com

via mongabay.co.id

Dan setelah prosesi itu semua, jenazah tidak dikubur di dalam tanah seperti pada umumnya, melainkan diletakkan di batu berukir, konon semakin tinggi lokasi jenazah, maka akan semakin mudah jenazah menuju ke surga, unik banget ya.

via photo.sindonews.com

via klikhotel.com

via indonesiakaya.com

 

Detail Informasi

Rute : Dapat menggunakan pesawat udara dari Makasar menuju Toraja (pesawat lokal) atau menggunakan jalur darat dari Makasar ke Toraja selama ±11 jam.

Alamat : Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Biaya : Bisa mencapai Rp 4-5 Milyar, namun umumnya keluarga menghabiskan Ratusan juta rupiah, biaya masuknya free.

Tanggal : Disarankan mendekati hari Natal, karena puncak kegiatan Tana Toraja terjadi di hari itu.

 

9. WAJIB NONTON! FESTIVAL TUA BUTON YANG ANTI MONOTON, SULAWESI TENGGARA 

Festival yang digelar di Buton Sulawesi Tenggara ini memiliki agenda acara yang seru banget, yang paling terkenal adalah tarian kolosalnya, yaitu tari yang dibawakan oleh 10 ribu penari, llau ada pekande-kandea yang berarti makan-makan dan ada tandaki serta agenda sunatan untuk anak laki-laki yang sudah akil baligh.

via foto.metrotvnews.com

Festival ini merupakan festival yang sudah ada sejak dulu, dan masih dilestarikan sampe sekarang. Tujuannya untuk menggalakkan wilayah Buton yang merupakan salah satu wilayah nasional pengembangan area wisata, jadi jangan lupa mampir untuk ngikutin kemeriahannya ya.

via komoditas.co.id

via inspiras1nusantara.com

 

Detail Informasi 

Rute : Dapat ditempuh melalui bandara Batoambari di kota Bau-bau, kemudian menggunakan kendaraat darat menuju Pasarwajo selama 1 jam perjalanan.

Alamat : Alun-alun Takawa Desa Dongkala Pasarwajo, Buton, Sulawesi Tenggara.

Tanggal : 19-25 Agustus setiap tahunnya.

Biaya masuk : Gratis 

 

10. BERLOMBA-LOMBA NYARI CACING DI FESTIVAL BAU NYALE, NUSA TENGGARA BARAT 

Festival ini diadakan warga setempat sebagai bentuk rasa syukur mereka atas kesejateraan yang bertajuk pesta rakyat. Agenda utamanya unik, yaitu nyari sea-worm atau cacing laut yang hanya muncul setiap satu tahun sekali di selatan laut Lombok. 

via kesiniaja.com

Biasanya acara dimulai ketika air laut lagi surut, warga datang berbondong-bondong buat nyari cacing unyu warna-warni. Masyarakat meyakini bahwa cacing laut itu merupakan rambut dari legenda kisah putri Mandalika yang terkenal disana.

via bisniswisata.co.id

via wisatadilombok.com 

via adaeventasia.com

Selain nyari cacing laut, masih ada agenda festival yang sayang buat kamu lewatin, misalnya peresean, bersih pantai, voli pantai, lomba swafoto dengan kamera hp, pemilihan Putri Mandalika, kampung kuliner dan berbagai macam acara hiburan lainnya yang bikin kamu gak bakal bosen udah dateng ke festival ini.

via kabarglobal.com

via villabalisale.com 

Disini juga ada loh ajang kecantikan yang mirip Miss Indonesia gitu, pemilihan Putri Mandalika namanya. Di sini, para wanita didandani secantik mungkin yang nantinya akan divoting untuk kemudian ditentukan menjadi sang Putri.

via lifestyle.okezone.com

via bisniswisata.co.id

 

Detail Informasi

Rute : Dapat ditempuh melalui jalur darat dari Bandara Lombok menuju Pantai Seger selama ±44 menit perjalanan.

Alamat : Pantai Seger, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.

Tanggal : Biasanya tanggal 16-17 Februari tiap tahun.

Biaya : Gratis. 

 

11. NONTON KESATRIA BERKUDA? BURUAN DATENG KE FESTIVAL PASOLA, SUMBA 

Di Nusa Tenggara Timur, terdapat suatu festival yang gak kalah unik dari tetangganya di NTB, namanya Festival Pasola. Kamu pernah ngebayangin suatu perang menggunakan tombak dengan berkuda dan dijadikan sebuah festival adat? Seperti itulah gambaran dari Festival Pasola ini. 

via journal.momotrip.co.id

Untuk dapat melakukan festival ini memerlukan tempat yang pastinya luas ya, seperti contohnya sabana. Nah ternyata, di Sumba memang ada banyak sabana yang bisa digunain buat nyelenggarain festival ini.

via nusantara.news

Sebagai atraksi utama juga sekaligus memperkenalkan kekuatan Sumba yaitu kuda. Dalam festival ini peserta diuji ketangkasannya dalam melempar lembing sambil berkuda. Tenang, lembingnya gak tajam kok, dan pastinya gak sesakit saat diphpin si dia.

via wego.co.id

Festival ini memang terkesan keras, namun memiliki makna yaitu masyarakat diminta untuk menjaga keharmonisan tradisi leluhur mereka yang diyakini telah memberikan kesuburan serta kesejahteraan buat tanah Sumba. 

via journal.momotrip.com

via ibtimes.com

via kompas.com

via phinemo.com

 

Detail Informasi

Rute : Dapat diakses melalui penerbangan udara Mauhau, Kota Wingapu, Sumba Timur, atau dapat ditempuh melalui jalur laut, melalui Flores menggunakan kapal Pelni, kemudian melanjutnkan dengan transportasi darat meuju pasola.

Alamat : Tradisi ini dilaksanakan di 4 kampung berbeda dan bergiliran, Kampung Kodi, kampung Lamboya, Kampung Wanokaka, Kampung Gaura Kabupaten Sumba Barat.

Tanggal : Menyesuaikan keputusan RATO (tetua adat), 2017 lalu jatuh pada 18-21 Februari 2017 dan 17-20 Maret 2017.

Biaya : Gratis.

 

12. JANGAN LUPA BAWA SMARTPHONE BIAR GAK KEHILANGAN MOMEN DI FESTIVAL TELUK AMBON, MALUKU 

Di Maluku terdapat salah satu festival yang memiliki atraksi unik bambu gila sebagai atraksi utamanya. Festival ini diadakan sebagai bentuk pengenalan kepada wisatawan lokal maupun mancanegara terhadap keindahan Maluku. 

via archive.rimanews.com

Festival Teluk Ambon ini memiliki beberapa agenda yang bakal bikin kamu betah deh, di antaranya lomba perahu tradisional, lomba perahu semang, lomba berenang estafet dan masih banyak lagi.

via Indonesia-heritage.net

Festival ini cocok buat kamu yang doyan foto-foto, karena kamu bisa mengabadikan keindahan laut Maluku lengkap dengan keindahan perahu-perahu semang yang melintas di atasnya.

via Indonesia-heritage.net

via festival-indonesia.id

Selain itu, hal yang menarik dari Festival Teluk Ambon adalah bambu gilanya, dimana sekumpulan pemuda memegang sebilah bambu yang kemudian akan dibacakan mantra oleh pawang sehingga bambu itu akan bergerak secara liar kesana kemari dengan sendirinya. 

via beritadaerah.co.id

via siskanurifah.wordpress.com

via okeinfo.net

 

Detail Informasi

Rute : Dapat ditempuh dari bandara Pattimura menggunakan mobil, melewati jembatan merah putih menuju ke desa Hative Kecil (kecamatan teluk Ambon).

Alamat : Ruang Terbuka Hijau, Desa Hative Kecil, Kecamatan Teluk Ambon.

Tanggal : Mulai dari tanggal 08-10 September tiap tahun.

Biaya : Gratis.

 

13. FESTIVAL TIDORE DI MALUKU DIJAMIN BAKAL BIKIN KAMU BILANG HORE! 

Kita ke Utara Maluku yuk, ada Festival unik yang notabenenya ditampilkan di atas kapal. Namanya Festival Tidore. Acara tahunan ini dirangkai dalam bentuk festival budaya yang menyatukan beberapa acara adat seperti Parade Juanga, Perjalanan Paji dan Kirab Agung Kesultanan Tidore.

via blog.reservasi.com

via netral news.com

via infobudaya.net

Sebelum acara festival ini dimulai terdapat ritual untuk mengawali festival, namanya Dowari. Ritual ini ditujukan selain untuk mengawali juga untuk menyambut “Soa Romtoha” yang agenda utamanya mempertemukan 5 warga untuk mengantarkan air yang diambil dari puncak gunung Kie Matabu untuk kemudian nanti akan dimasukkan ke dalam bambu yang sudah disediakan.

via blog.reservasi.com

via blog.festival.com

Sedikit tips buat kamu nih, jangan lupa bawa memory card cadangan ya, dijamin bakalan habis buat mengabadikan keunikan dan kemeriahan Festival Tidore. Yuk kencengin ikat pinggang, nabung dan atur jadwal supaya bisa ke festival ini tahun ini ya.

via travel.detik.com

via infobudaya.net

via inovasee.com

 

Detail Informasi

Rute : Ditempuh melalui bandara Babullah Ternate, menyebrang melewati pelabuhan Bastiong menuju Pelabuhan Rum, menggunakan Speedboat sekitar 5 menit perjalanan.

Alamat : Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara.

Tanggal : 10-11 April setiap tahunnya.

Harga masuk : Gratis 

 

14. BIKIN TEGANG! LIHAT REKA ADEGAN PERANG DI FESTIVAL LEMBAH BALIEM, PAPUA 

 Yup sekarang kita main ke Papua ya, tepatnya di daerah Wamena, ada satu festival yang sudah terkenal sampe mancanegara, namanya Festival Lembah Baliem. Kamu pernah ngerasain berada di tengah perang antar suku? Di festival ini kamu bisa melihat “simulasi” perang antar suku, yaitu suku Dani, Lani, dan suku Yali. 

via nationalgeographic.co.id

Saat ini Festival Lembah Baliem ditujukkan untuk ungkapan rasa syukur atas kesuburan serta kesejahteraan yang telah mereka dapat selama ini. Festival ini juga pas banget buat hunting foto otentik karena di festival ini masyarakatnya masih mengenakan pakaian tradisional alias gak pakai baju hanya memakai koteka aja. Pemandangan yang otentik ini dikuatkan lagi dengan keindahan dari Lembah Baliem itu sendiri.

via klayap.com

via tabloidmediapapua.com

via dolandolen.com 

via liputan6.com

Di dalam festival ini terdapat skenario bagaimana perang itu bisa terjadi, seperti misalnya penculikan salah satu anak salah satu suku, penyerangan ladang baru atau pembunuhan warga, yang mengharuskan mereka membalas dendam kepada suku yang bersangkutan. 

via bisniswisata.co.id

via simomot.com 

Gak hanya perang loh, festival ini juga mengadakan ajang makan bersama yang dimasak menggunakan batu panas. Menunya ya khas masakan Papua, ada umbi-umbian, ada juga babi, yang semuanya dikubur lalu dimasak menggunakan batu yang udah dipanasin sebelumnya.

via tripgabungan.com

via idntimes.com

 

Detail Informasi

Rute : Untuk menuju ke Wamena memang cukup sulit, terdapat jalur minim, yaitu via udara dan darat dengan akses yang terbatas, jika lewat udara menyewa pesawat untuk menuju wamena, atau menempuh jalur campuran udara dan darat melalui kabupaten Jayawijaya.

Alamat : Lembah Baliem, pegunungan Jaya Wijaya, Papua

Tanggal : 8-11 Agustus setiap tahunnya.

Biaya : Gratis.

 

15. MERAYAKAN PASKAH YANG BERBEDA DENGAN DATANG KE FESTIVAL SEMANA SANTA, LARANTUKA 

Buat kamu yang beragama Katolik, kamu harus tau festival yang satu ini, namanya Festival Semana Santa. Tradisi yang sudah berjalan selama 500 tahun ini ditetapkan sebagai ikon wisata rohani loh. Di dalam festival ini akan diperlihatkan 2 ‘bintang’ diantaranya, Tuan Ana (Patung Yesus Kristus) dan Tuan Ma (Patung Bunda Maria) yang sebelumnya kedua ‘bintang’ ini gak pernah atau diperkenankan untuk diperlihatkan ke publik.

via tripperhood.com

Arak-arakan hari paskah ini dimulai dari Gereja Katedral mengelilingi kota sejauh kurang lebih 6 kilometer dengan membawa dua ‘bintang’ yang super sakral, saat paskah berlangsung jalanan ubahnya bak lautan manusia.

via bello.id

Larantuka merupakan basis Katolik di Indonesia, selama hampir 4 abad telah disebarkan melalui ikatan persaudaraan dan kekerabatan melalui suku Semana, Kakang, Lewo Pulo, dan Lema. Dan selama festival ini berlangsung, Kota Larantuka menjadi hening dan tentram serta dipenuhi para penziarah dari seluruh Indonesia dan bahkan mancanegara. 

via tantular.com

via youtube.com

 

Detail Informasi

Rute : Dapat ditempuh melalui Labuan Bajo menuju Ujung Timur Pulau Flores, di Larantuka yang berjarak 650km selama 14 jam perjalanan darat.

Alamat : Kota Larantuka, Kabupaten Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Tanggal : 30 Maret 2018.

Biaya : Gratis.

 

16. TRADISI PERBURUAN PAUS DI LEMBATA, AKSINYA BIKIN KAMU KEHABISAN KATA-KATA 

Di NTT ada yang menjadikan aktivitas berburu paus sebagai tradisi tahunan, dikenal dengan tradisi Perburuan Paus di Lembata. Konon mereka melakukan tradisi ini berdasarkan perintah adat yang sudah menjadi tradisi turun-temurun. Menurut sejarah perburuan paus disini sudah dimulai sejak abad ke-16.

via caradesain.com

Mereka melakukan perburuan ini sekitar bulan Mei-Juli, karena saat itu paus sedang bermigrasi dan melewati perairan di NTT ini. Target utama mereka biasanya paus Sperma.

via berandainovasi.com

Dan uniknya Lamafa hanya mengandalkan sebilah bambu dengan ujung besi tajam untuk bisa menaklukan si paus. Caranya, sang lamafa melompat menghujamkan tombak ke badan paus yang lagi muncul ke permukaan.

via herworld.co.id

Sebelum mereka melaut, lamafa serta para krunya mendapat tarian menikam ikan terlebih dahulu sebagai bentuk wejangan dari para wanita, sedangkan perahu yang digunakan juga diberikan penghormatan, berupa pesta paledang dan save motti, ritual tersebut juga diiringi oleh nyanyian daerah, seperti Ole Hau, Teti Timu Hau, dan lagu-lagu pelaut (lei).

via picamoon.com

 

Detail Informasi

Rute : Dapat diakses melalui jalur darat melewati rimba Pulau Lembata menuju Lamalera, yang berjarak 65 kilometer dari Lewoleba.

Alamat : Lemabata, Nusa Tenggara Timur.

Tanggal : Mulai 1 Mei – Juli setiap tahun.

Biaya masuk : Gratis.

 

17. 16 SUKU DI PAPUA TUMPAH RUAH DI FESTIVAL DANAU SENTANI, PAPUA 

Festival ini bertujuan untuk melestarikan budaya serta mengembangkannya dalam upaya penarikan wisatawan lokal serta wisatawan mancanegara. Yang istimewa dari festival ini adalah penampilan dari 16 suku yang ada di Papua.  

via id.wikipedia.org

via feunekesfamily.wordpress.com

Agenda acaranya juga beragam loh, seperti ada tari kolosal, tur wisata, pameran budaya, lomba budaya dan seni yang akan ditutup manis dengan pesta kembang api

via essentialjourney.co.uk

via pemburuombak.com

Sebagai festival yang berlangsung di atas air tentu saja mayoritas kegiatan acara menggunakan perahu, ini juga menjadi salah satu daya tarik yang unik buat event ini, mereka menghias perahu mereka agar nampak menarik di mata para wisatawan.

via rentalmobilsentani.blogspot.com 

via hipwee.com

Gak cuma itu, mereka juga menampilkan tarian khas dari suku yang mereka wakili, yang paling terkenal adalah tarian kolosalnya yang dilakukan di atas kapal. Kapan lagi kamu bisa liat perang dalam bentuk tarian, salut deh buat kreatifitas Papua.

via travel.kompas.com

via tribunnews.com 

 

Detail Informasi

Rute : Dapat ditempuh melalui jalur udara dari Makassar, menuju bandara Sentani, di kabupaten Jayapura menggunakan pesawat lokal. Kemudian menggunakan jalur darat menuju danau Sentani sekitar 10 menit perjalanan.

Alamat : Khalkote, Sentani Timur, Papua.

Tanggal : 19-23 Juni setiap tahun.

Biaya : Jika membawa mobil dikenakan parker sebesar Rp10.000/mobil kalau tidak bawa maka gratis.

 

Baiklah pemirsa sekalian, usai sudah pembahasan artikel mengenai Festival Budaya dari Sabang sampai Merauke. Ternyata Indonesia memang kaya akan budaya dan tradisi yang menarik untuk kita nikmati satu persatu. Jadi tunggu apa lagi, udah tau event-nya kapan, keunikannya apa, atraksi utamanya apa, jadi selamat berpetualang!


Penulis
Penulis Achmad Ghadzali
A simple man who wants to create positive impact to my surroundings by being myself.

Dapatkan inspirasi jalan-jalan di Indonesia ke e-mail Kamu

Kamu akan mendapatkan ide jalan-jalan di Indonesia dengan berlangganan newsletter kami.