Gorontalo - 707 Hits

Siapa sangka kalo Gorontalo selama ini ternyata menyimpan permata-permata tersembunyi yang kini pesonanya baru terkuak satu persatu. Makanya nggak usah jauh-jauh beli tiket buat traveling ke Venezia apalagi Maldives, cukup sambangi 14 wisata super happening di Gorontalo ini yang bakal menghilangkan peningmu! 

 

1. PULO CINTA: MENYELAM SAMBIL MERAJUT KASIH DI MALDIVES-NYA INDONESIA

Emangnya cuma Indra Brugman dan Diana Pungky yang bisa bertemu di laut cinta dalam serial Jinny Oh Jinny? Kamu juga bisa mengajak pasangan merajut kasih di Pulo Cinta Eco Resort. Berdiri pada tahun 2015, pengelola sengaja membangun dek jembatan yang membentuk hati tepat di atas pulau berbentuk hati ini. Taruhan deh, begitu sampai Pulo Cinta kamu nggak tahan buat ngeluarin drone demi melihat aerial shot Pulo Cinta yang nggak kalah cantiknya sama Maldives! 

via booking.com 

via roomandwild.com

via kapanlagi.com

Karena berada di atas pulau pasir yang dikelilingi atoll, konsep penginapan di Pulo Cinta Eco Resort ini adalah water villa alias villa di atas air. Antara satu villa dengan villa lainnya dihubungkan oleh jembatan kayu yang somehow menambah estetika tempat ini.

via instagram.com/pulocinta

via instagram.com/pulocinta

via instagram.com/pulocinta

Di saat kamu membuka mata di pagi hari, kamu akan mendapati cinta dalam bentuk ucapan selamat pagi dari pasanganmu berikut sarapan yang dibuat para staff Pulo Cinta Eco Resort dengan cinta, seperti nasi goreng berbentuk hati. Kalau udah ngeliat makanan-makanan enak gini, siapa sih yang nggak tahan buat breakfast in bed sambil ndusel-ndusel manja sama pasangan?

via instagram.com/pulocinta 

via instagram.com/pulocinta

via instagram.com/pulocinta

Leyeh-leyeh di dalam kamar emang menyenangkan, tapi kayaknya suatu dosa besar kalau main ke Pulo Cinta tanpa mencicipi pantainya yang sejernih embun pagi. Jika laut sedang surut, kamu bisa main ayunan di atas pantai, berayun di atas hammock, ataupun terapung sambil menengadah menatap langit biru. 

via instagram.com/michimomo

via instagram.com/elxielvina

via instagram.com/mariarahajeng

Jangan cuma berani berenang di permukaan aja, cobalah mengeksplorasi panorama bawah laut Pulo Cinta. Kamu bisa naik boat selama 5 menit dari villa untuk sampai di spot snorkeling paling ciamik. Mau berenang juga bisa sih, tapi kamu harus berenang di area yang dalam supaya nggak mengenai koral-koral sehat yang selalu dijaga kelestariannya.  

via instagram.com/pulocinta

Kamu takut menyelam lebih dalam? Jangan khawatir, gugusan karang cantik di Pulo Cinta Eco Resort berada di area sedalam 2 hingga 5 meter saja. Kalau kamu suka kedalaman, kamu bisa menyelami wall atau kontur yang langsung menurun dalam  sehingga air laut yang awalnya berwarna biru terang berubah menjadi biru gelap. 

via alexandra.bridestory.com

via ivacanza.co 

Setelah seharian snorkeling dan diving, pastinya kamu dan pasangan butuh recharge perut dan mood. Makanya kalian berdua bisa wine & dine di tepi pantai. Kalau perut dan mood sudah sama-sama oke, saatnya kamu mengajak pasangan buat stargazing sambil ngomongin masa depan di teras villa kalian. Konon katanya, Pulo Cinta ini dulu sempat jadi tempat rahasia antara pangeran Gorontalo dan putri saudagar Belanda yang merajut kasih sambil melihat bintang di tengah peperangan. 

via instagram.com/pulocinta

via instagram.com/pulocinta 

 

Detail Informasi

Lokasi: Patoameme, Botumoito, Kabupaten Boalemo, Gorontalo

Rute: Dari bandara Jalaludin, Gorontalo kamu bisa menempuh perjalanan darat selama 2 jam menuju pantai Bolihutuo lalu naik boat selama 15 menit menuju Pulo Cinta 

Harga: penginapan mulai dari Rp.3.500,000,00 (1 bedroom villa) -Rp.15.000.000,00 (3 bedroom villa) per malam

 

2. MENYIBAK KEINDAHAN PULAU KECIL TAK BERPENGHUNI DI PULAU DIYONUMO 

Kamu butuh privasi, ingin merasakan sensasi dunia milik berdua bersama pasangan, atau pacaran bersama kekasih gelap? Pergi saja ke Pulau Diyonumo. Pulau perawan di Gorontalo Utara ini masih alami dan tak berpenghuni. Mungkin satu-satunya penghuni yang dapat kamu temukan di sini adalah para kucing liar yang lucu dan haus belaian. 

via twitter.com/mrizag

via republikpos.com

via instagram.com/rezytachikita 

via kitamuda.id

Seperti di Labuan Bajo, Pulau Diyonumo ini memiliki kontur berbukit dengan hamparan rumput berwarna hijau kekuningan. Rasanya selfie-selfie pakai tongsis udah nggak mempan di sini. Kamu butuh drone-sis untuk mengaktualisasikan diri sekaligus memotret lebih luas pesona Pulau Diyonumo. 

via instagram.com/yusni_mustafa

via iyaa.com

via instagram.com/maulana_budi_dai

via kilotrik.blogspot.co.id

Jika kamu sudah berada di atas, jangan lupa melihat ke bawah karena begitu turun dari perbukitan Diyonumo kamu bakal disambut pantai dengan pasir putih yang lembut. Cocok banget buat dipakai bobo-boboan sambil bersandar pasrah pada bahu pasangan tanpa takut jadi buah bibir warga. Saking sepinya pulau ini, kamu nggak akan menemukan satu pun warung ataupun toilet umum di sini. 

via indonesiakaya.com 

via indonesiakaya.com 

via instagram.com/rezytachikita

via indonesiakaya.com 

Terus kalau kelaparan gimana dong? Tinggal bawa alat pancing dari rumah berikut kompor dan bumbu dapur, pancinglah seafood segar seperti ikan dan cumi-cumi yang merajalela di lautan Diyonumo, lalu masaklah sesuai seleramu. Kalau sedang beruntung,. kamu bisa membeli ikan pada nelayan yang kebetulan sedang memancing di pulau Diyonumo. Tapi ingat, setelah memasak jangan lupa bawa kembali sampah-sampahmu ya. 

via indonesiakaya.com

 

Detail Informasi 

Lokasi: Desa Deme, Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorontalo 

Rute: Dari pusat kota Gorontalo, kamu cukup menempuh perjalanan darat selama 2-3 jam menuju kecamatan Sulamata. Dari Sulamata kamu bisa menuju desa Deme 2 untuk menyeberang selama 15 menit menuju pulau Diyonumo 

Harga Tiket: gratis. Untuk menyeberang ke Diyonumo kamu bisa menumpang perahu nelayan dengan membayar sekitar Rp. 20.000,00 untuk pulang pergi. 

 

3. PUASIN FOTO-FOTO DI DANAU LIMBOTO

Sekarang kita mau ngajakin kamu melihat danau terluas di Gorontalo. Ya, Danau Limboto! Supaya lebih puas melihat danau seluas 3,000 hektar ini kamu bisa naik ke Benteng Otanaha. Konon katanya, di zaman dahulu Kerajaan Hulondalo dan Limutu siap berperang di Benteng Otanaha, namun mereka mengurungkan niatnya dan membuang semua senjata mereka ke Danau Limboto sebagai tanda perdamaian. Nah buat kamu yang sering twitwor nggak jelas di medsos, contohlah mereka! 

via instagram.com/explore_gorontalo

via mongabay.co.id 

via mongabay.co.id 

Hingga kini, Danau Limboto tak hanya memuat air, tapi juga tanaman-tanaman eceng gondok yang dibudidayakan warga sebagai bahan pembuat kaki kursi. Tampak dari atas, kamu bisa melihat tanaman-tanaman eceng gondok mengepung Danau Limboto dan membentuk pulau sendiri. Tak lupa bunga-bunga eceng gondok yang berwarna keunguan bermekaran untuk  mempercantik Danau Limboto. 

via instagram.com/ycxan

via instagram.com/anandaputrilaras

via instagram.com/steve_05

via blj.co.id 

Selain budidaya eceng gondok, para warga setempat pun mencari nafkah dengan menangkap ikan di Danau Limboto. Jadi sambil membeli ikan dari warga setempat kamu pun bisa meminjam perahu mereka untuk menyusuri Danau Limboto hingga  matahari senja datang menjemput. 

via instagram.com/explore_gorontalo

via instagram.com/explore_gorontalo

via instagram.com/explore_gorontalo

via instagram.com/explore_gorontalo

Jika kamu berkunjung ke Danau Limboto pada pertengahan bulan Agustus hingga akhir September, kamu berkesempatan untuk melihat burung-burung yang terbang bermigrasi di atas Danau Limboto. Siapkan foto dan lensa terbaikmu demi memotret burung Gagang Bayam Timur, Kedidi Merah, Trinil Semal, hingga Trinil Kaki Hijau. 

via kompas.com 

via travel.dream.co.id 

 

Detail Informasi

Lokasi: Kecamatan Limboto, Provinsi Gorontalo 

Rute: Danau Limboto hanya berjarak 16 KM saja dari Bandara Jalalludin, Sulawesi. Kamu bisa naik taksi atau mobil langsung dari Bandara menuju danau Limboto. 

Harga Tiket: Gratis

 

4. MARI BERKENALAN DENGAN HIU PAUS SEBESAR BUS DI DESA BOTUBARANI 

Bukan, ini bukan paus yang biasa kamu nyanyikan lewat lagu baby shark, tapi hiu paus alias Rhincodon Typus yang merupakan salah satu hewan terbesar di dunia! Kedatangan para hiu paus ke Desa Botubarani bukanlah karena disengaja. Suatu hari para hiu paus yang sedang berkeliling mencari makan tergoda akan sari-sari udang dari usaha pengolahan udang yang dijalankan oleh para warga Botubarani dan sejak saat itu Desa Botubarani menjadi lokasi hangout favorit buat para hiu paus.

via manadopostonline.com

Memanggil para hiu paus di perairan Botubarani sangatlah mudah, cukup arahkan perahu 10 meter dari bibir pantai, ketuk-ketukan dayung ke dasar perahu lalu taburkan kulit dan kepala udang ke perairan, niscaya si tutul-tutul putih ini pun akan berbondong-bondong mendekati perahumu. Meskipun begitu, jangan pernah memberikan makanan lain pada hiu paus selain makanan yang disediakan oleh petugas ya. 

via togianislandstravelling.wordpress.com

via marischkaprudence.blogspot.co.id

via travel.kompas.com

Ingin bercengkrama dengan para hiu paus? Cus sewa peralatan selam pada warga setempat lalu menyelamlah dengan jarak aman tanpa berniat menyentuh sedikit pun para hewan lucu ini. Bukannya apa-apa, semenjak kedatangannya, para hiu paus ini banyak yang terluka akibat terkena baling-baling kapal ataupun tendangan fin pengunjung. Biasanya, gelembung oksigen dari penyelam akan dengan sendirinya mengundang para hiu paus karena mereka mengira gelembung itu sebagai makanan. Ya…kasian dia di-PHP-in

via beritaterbaru24h.blogspot.co.id

Walaupun badan para hiu paus ini sebesar bus, tapi hati mereka tetaplah halus. Jadi jangan takut pada mereka karena sepanjang sejarah hiu paus bukanlah pemakan manusia, melainkan udang, ikan dan plankton. Saking bersahabatnya para paus ini dengan manusia, para warga Botubarani menamai gentle giants ini dengan nama-nama keren seperti Hercules, Bima, dan…Sherly! Padahal ketujuh belas hiu paus ini disinyalir berjenis kelamin jantan. Terserah warga aja deh. 

via kitamuda.id

 

Detail informasi

Lokasi: Desa Botubarani, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo

Rute: Dari pusat kota Gorontalo kamu bisa naik mobil selama kurang 40 menit ke desa Botubarani. Dari Botubarani kamu bisa naik kapal sejauh 5 menit dari pantai untuk menuju spot Hiu Paus. 

Harga Tiket: Rp. 50.000,00 per orang. Bila ingin snorkeling bisa menyewa snorkel dan masker seharga Rp 30.000,00

 

5. KECANTIKAN TAMAN LAUT OLELE INI AKAN MEMBUATMU BERKATA: OLALA! 

Nggak kalah dengan Bunaken dan Togean, Gorontalo juga punya Olele yang terkenal ramah bagi penyelam pemula. Kamu nggak perlu menyelam dalam-dalam untuk melihat aneka terumbu karang. Cukup di kedalaman 0,5-1 meter aja kamu udah bisa bercengkrama dengan aneka jenis ikan yang sering ditanyain pak Jokowi. 

via instagram.com/oyi_k

via instagram.com/tid_c

via instagram.com/msaidkasman

via travel.idntimes.com 

Walaupun di perairan dangkal aja kamu udah bisa melihat biota laut, tapi jangan lupakan 9 situs diving kebanggaan Olele, salah satunya Goa Jinn di kedalaman 22 meter. Di Goa Jinn ini kamu nggak bakalan ketemu Om Jin apalagi si Jun, tapi sponge coral bernama Petrosia Lignosa yang mirip banget sama lukisan surealis Salvador Dali. Jadi, buat kamu yang sering OOTD di pameran seni, bisalah selfie selfie manis di sini. 

via indonesiakaya.com 

via instagram.com/bugisuhana

via marischkaprudence.blogspot.co.id 

Untuk meramaikan galeri foto kamu, cobain sekali-sekali fotografi makro di kedalaman laut Olele. Pasalnya di taman laut Olele terlalu banyak biota laut unik bin cantik seperti saron shrimp, anemone shrimp, sampai nudibranch yang menggemaskan. Makanya nggak heran kalau Olele ini diramaikan oleh wisatawan-wisatawan dari mancanegara. 

via indonesiakaya.com 

via indonesiakaya.com 

via indonesiakaya.com 

 

Detail Informasi

Lokasi: desa Olele, kecamatan Kabila Bone, kabupaten Bone Bolango, Gorontalo 

Rute: dari pusat kota Gorontalo kamu bisa menempuh perjalanan darat sejauh 20 km selama 40-50 menit untuk sampai ke desa Olele. Kamu juga bisa menempuh perjalanan laut dari pelabuhan Gorontalo selama 30-40 menit. 

Harga: Rp.250.000,00 untuk sewa perahu mengunjungi semua spot terumbu karang. 

 

6. DESA TOROSIAJE: DESA TERAPUNGNYA INDONESIA YANG  NGGAK KALAH SAMA VENEZIA 

Lagu nenek moyangku seorang pelaut kayaknya berlaku bagi warga suku Bajo yang tinggal di desa Torosiaje Induk. Selain hampir 80 persen warga berprofesi sebagai nelayan, warga suku Bajo pun tinggal di atas rumah yang terapung di air. Makanya nggak heran kalau di Desa Torosiaje Induk nggak ada ojek online, adanya perahu yang nggak kalah sama gondola-gondola di Venezia.  

via instagram.com/anggerkiboo

via gorontalotravel.wordpress.com

via instagram.com/abie.im

Secara keseluruhan, Desa Torosiaje terbagi menjadi tiga bagian yaitu, Desa Torosiaje Induk yang berdiri di atas laut, Desa Torosiaje Darat dan Desa Bumi Bahari. Begitu kamu sampai di Desa Torosiaje Induk kamu bakal disambut sama bangunan menyerupai aula besar tempat warga pada meeting dan brainstorming. Barulah ketika kamu menelusuri lebih lanjut kamu akan menemukan rumah-rumah warga dan penginapan yang berfasilitas air tawar bersih juga listrik. 

via iqbalkautsar.com

via vinoimagination.blogspot.co.id

Walaupun rumah para warga ini terlihat sederhana, tapi harga kayu yang menyusun rumah warga berkisar dari 100 -150 juta rupiah per batang! Wajar aja, wong kayunya tahan dan kuat terhadap air laut. Kalau ditotalin harga bahan bangunan rumah warga setara dengan apartemen-apartemen yang sering kita jumpai di perkotaan. 

via vinoimagination.blogspot.co.id

Sejauh ini sudah tercatat 380 kepala keluarga dan 1400 penduduk yang bermukim di Desa Torosiaje. Setiap satu rumah dihuni oleh 3-4 generasi dengan ruang tamu, ruang keluarga, ruang tidur dan dapur yang memanjang ke belakang. Kalau di ibukota, setiap rumah pasti punya motor. Kalau di Torosiaje, setiap rumah punya perahu yang dibuat sendiri oleh warga Bajo dan harganya nggak kalah sama harga motor, yaitu 15 juta rupiah aja kak!

via vinoimagination.blogspot.co.id

via vinoimagination.blogspot.co.id

Berkunjung ke Desa Torosiaje kayaknya nggak cukup cuma sehari. Bermalam lah barang satu atau dua malam maka kamu akan temukan indahnya sinar matahari pagi di Torosiaje. Kalau langit udah terang hingga terumbu karang di lautan terlihat jelas, ikutlah melaut bersama warga suku Bajo, bawalah pulang ikan-ikan segar dan rasakan sendiri dahsyatnya ikan goreng lengkap dengan sambal khas Bajo yang menggoyang lidah dan mengguncang iman.

via jpgmag.com

via vinoimagination.blogspot.co.id

via vinoimagination.blogspot.co.id 

 

Detail Informasi 

Lokasi: Desa Torosiaje, Kabupaten Pohuwato, Propinsi Gorontalo 

Rute: dari Gorontalo kamu bisa menempuh perjalanan darat menuju kota Marisa, kabupaten Pohuwato selama 3 jam lalu dilanjut dengan perjalanan darat selama 1 jam menuju desa Torosiaje. Sampai di Torosiaje Darat, kamu bisa naik perahu ke Torosiaje Induk
Harga: Rp.5.000,00 per orang untuk naik perahu sekali jalan. Rp.125.000,00 untuk sewa kamar maksimal 4 orang. 

 

7. SIAPAPUN SIAP KELING DEMI SNORKELING DI LAUT SEINDAH TELUK TOMINI 

Banyak yang bilang kalau teluk Tomini adalah surganya Sulawesi. Dengan luas hampir 6 juta hektar, 200 spot diving, dengan koleksi 262 spesies terumbu karang, 555 spesies moluska, dan 596 spesies ikan karang, siapapun pastinya nggak akan mampu snorkeling di Teluk Tomini hanya dalam satu hari. Menyelami hati si dia aja butuh bertahun-tahun, apalagi menyelami kekayaan laut Teluk Tomini! 

via gotravelly.com 

via iyakan.com 

Sebagai teluk terbesar di Indonesia yang berada di garis khatulistiwa, Teluk Tomini dinobatkan sebagai jantung dari segitiga terumbu karang dunia (heart of coral triangle). Makanya di Teluk Tomini kamu bisa menjumpai karang bermotif lukisan Salvador Dali yang hanya ada 3 di Gorontalo. Terumbu-terumbu karang yang sehat ini pun jadi rumah yang aman bagi berbagai biota laut seperti ikan nemo, anemone laut, dan ikan gobi.  Mau coba finding dory juga silakan, tapi kalau finding do’i sih kayaknya susah ya. Makanya kalau snorkeling di Tomini sebaiknya kamu di…temani. 

via gotravelly.com

via gotravelly.com

via gotravelly.com 

Kalau kamu pengen menyelam tapi takut sama kedalaman, kamu bisa kok menyewa perahu untuk ‘mengintip’ kekayaan laut Tomini yang terpancar dari kejernihan air lautnya yang bergradasi dari warna toska ke biru tua. 

via gotravelly.com 

via gotravelly.com

via gotravelly.com 

via gotravelly.com

Nggak cuma air laut aja yang bergradasi, langit di teluk Tomini pun bergradasi dari biru muda terang hingga berwarna jingga kemerahan. Kalau udah begini, saatnya kamu naik ke daratan lalu menjadi pengabdi seafood dengan menikmati cumi-cumi, kepiting juga udang saus tiram yang segede-gede dosa. 

via katalogwisata.com 

via syahrazade.com

via cnn.co.id

via gotravelly.com 

Nah gimana, jadi kebelet liburan ke Teluk Tomini kan? Kita sih nyaranin kamu cus di awal bulan April karena biasanya Teluk Tomini mengadakan Festival Pesona Teluk Tomini yang dimeriahkan oleh puluhan perahu layar dan tentunya para warga setempat. Di bulan Februari hingga April pun lumba-lumba keluar dari persembunyiannya dan berenang bebas melejit ke atas permukaan laut Tomini. 

via mediaindonesia.com 

via liburansari.com 

via traveltodayindonesia.com 

 

Detail Informasi 

Lokasi: kecamatan Parigi Tengah, kabupaten Moutong, Sulawesi Tengah 

Rute: kamu bisa menempuh perjalanan darat sekitar 82 KM dari kota Palu atau menyebrang selama 30 menit dari pelabuhan Kwandang, pelabuhan Anggrek, atau pelabuhan penyebrangan Gorontalo.
HTM: Rp. 86.000,00 per orang untuk naik kapal

 

8. TERBANG MELAYANG DI ATAS BUKIT LAYANG 

Kalau Padang punya Bukit Nobita, Bandung punya Bukit Bintang, nah Gorontalo ini punya Bukit Layang. Memang sih untuk mencapai puncak Bukit Layang yang berada di ketinggian 700 mdpl, kamu harus trekking begitu lama. Tapi selama perjalanan menuju puncak kamu bakal disuguhi pemandangan cantik dengan ilalang-ilalang setinggi pinggang yang menemani di sisimu.  

via instagram.com/jalan2men_gorontalo 

via instagram.com/andiahmad24

Begitu sampai di puncak Bukit Layang, kamu bakalan disambut oleh lansekap Kota Gorontalo yang rasanya seperti miniatur rumah-rumahan di mainan monopoli. Silakan kamu manfaatkan background view Kota Gorontalo dari atas Bukit Layang untuk mengaktualisasikan diri lebih lanjut. Mau swafoto boleh, mau main gitar-gitaran boleh, berdiri di dahan pohon juga boleh asal kamu paham risikonya. 

via instagram.com/explore_gorontalo

via instagram.com/aldomustapa 

via instagram.com/yusni_mustafa 

Menjelang senja, matahari di atas Bukit Layang mulai menampakan cahaya terbaiknya. Rasanya saat melihat langit Bukit Layang kamu jadi pengen sholat karena pemandangannya mengingatkan kamu sama siaran adzan maghrib di TV-TV. 

via instagram.com/explore_gorontalo 

via instagram.com/rajib.g 

Berhubung udah kemaleman mau balik ke kota, sekalian aja kamu nginep di sini. Perlu diketahui, di atas Bukit Layang nggak ada hotel. Mau manggil ojek online ke atas bukit juga kasian nanti abangnya osteoporosis. Jadi lebih baik kamu bawa tenda sendiri berikut stok makanan dari rumah. Tapi ingat, sebelum pulang jangan tinggalkan sampah di Bukit Layang. Cukup tinggalkan kenangan manis aja.  

via instagram.com/e_grii

via instagram.com/rifkarelya

via tempatwisatasekitar.blogspot.co.id

 

Detail Informasi

Lokasi: kelurahan Siendeng, kecamatan Hulonthalangi, Gorontalo 

Rute: dari kota Gorontalo, kamu hanya cukup naik mobil menuju kelurahan Siendeng sejauh 2,5 jam. 

Harga Tiket: Rp.5.000,00

 

9. MERAYAKAN KETENANGAN HAKIKI DI PULAU SARONDE

Ada kalanya dalam hidup kamu jengah main ke mall yang ramenya ngalahin musim haji di Arab. Nah di Pulau Saronde kamu bisa menebus ketenangan itu. Pulau ini memang hanya memiliki luas 1 KM saja, tapi dapat dipastikan jarang banget orang bertandang ke ulau Saronde. Jadi kamu bisa me-time atau melamun sambil menenangkan diri pasca putus dari mantan. 

via instagram.com/deleon1468 

via sarondeislands.com 

Selain terkenal dengan pasir putihnya, pulau Saronde ini juga terkenal dengan bebatuan yang berserak apik di sepanjang pantai. Kamu juga bisa menemukan batu-batu pijakan yang menghubungkan pantai dengan cottage yang sempat jaya di era tahun 90an 

via sarondeislands.com

via instagram.com/fitalumanauw

via instagram.com/farkhanfajar 

via sarondeislands.com

Selain menapaki bebatuan di pinggir pantai, kamu wajib banget jalan-jalan di sekitar dermaga Pulau Saronde yang iconic. Pasalnya beberapa dermaga dibangun dengan atap jadi inces nggak bakal kepanasan jalan dari kapal menuju cottage. Dermaga di Pulau Saronde ini juga menghubungkan pelabuhan dengan pondokan-pondokan setempat seperti di Maldives. 

via sarondeislands.com 

via instagram.com/explore_gorontalo

via instagram.com/fitalumanauw

via instagram.com/admuss

Layaknya Kepulauan Seribu di Jakarta, Pulau Saronde juga dikelilingi oleh gugusan pulau yang nggak kalah ciamik. Salah satunya adalah Pulau Lampu yang hanya berjarak 45 menit dari Pulau Saronde. Kalau kamu pengen tau lebih banyak soal Pulau Lampu stay tune terus sampai akhir artikel ini ya! 

via instagram.com/explore_gorontalo

 

Detail Informasi 

Lokasi: kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara

Rute: dari kota Gorontalo kamu hanya cukup menempuh perjalanan darat selama 1,5 jam menuju pelabuhan Kwandang. Dari Kwandang kamu bisa menyeberang dengan speed boat selama 15 menit atau dengan perahu katinting tradisional selama 45 menit. 

Harga: Rp. 20.000,00 per orang (tiket masuk), Rp. 850.000,00 (sewa speed boat untuk maksimal 10 orang)/ Rp. 500.000,00 pulang pergi (sewa perahu katinting maksimal 20 orang) 

 

10. MELAMUN DAMAI DI PINGGIR AIR TERJUN DIDINGGA & TALUDAA PERMAI 

Seperti halnya Bogor yang memiliki banyak koleksi air terjun indah, Gorontalo pun punya air Terjun Didingga dan Taludaa Permai yang masih alami dan jarang terjamah manusia. Makanya nggak heran kalau kamu bisa masuk ke air terjun ini tanpa merogoh kocek sedikit pun, karena kedua air terjun ini belum dikelola oleh pemerintah. Jadi jangan berharap kamu menemukan minimarket ataupun convenient store di dalam lokasi air terjun. 

via instagram.com/explore_gorontalo

via instagram.com/imheen_cmos

Air Terjun Didingga atau yang biasa disapa dengan Air Terjun Hiyaliyo Da’a berada di kawasan hutan lindung jadi sambil berenang di air terjun yang segar mata kamu pun bakal ikutan segar melihat hijaunya pepohonan di sekelilingmu. Berada di pelukan Air Terjun Didingga bakalan menyadarkan kamu akan keindahan ciptaan Tuhan. Apalagi ketika kamu melihat bebatuan tempat air meluncur yang seolah dipahat sedemikian rupa. 

via tempatwisatasekitar.blogspot.co.id 

via ngadem.com 

via dispar-gorutkab.id

Tak hanya Air Terjun Didingga, Gorontalo masih punya hidden gem lainnya yaitu Air Terjun Taludaa Permai. Karena Air Terjun Taludaa Permai ini berada di kawasan agrowisata, kamu dapat dengan mudah menemukan pohon buah-buahan seperti pohon kelapa. 

via instagram.com/rudi_pontoh

via instagram.com/adirahmanadiwoso

via instagram.com/t1.to

Ketika menjejakan kaki di Air Terjun Taludaa Permai, kamu bakalan menghirup udara yang luar biasa bersihnya. Sayangnya hal itu nggak dibarengi dengan kebersihan lingkungan di sekitarnya. Pasalnya para pengunjung dengan mudahnya membuang sampah sembarangan dan karena objek wisata ini belum dikelola pemerintah, kamu memang bakalan susah menemukan tempat sampah di Taludaa Permai. 

via instagram.com/steve_05

via instagram.com/explore_gorontalo

Walaupun nggak dikelola oleh pemerintah, tapi sepertinya sang Pencipta merawat dengan baik Air Terjun Taludaa Permai ini. Buktinya kamu masih bisa melihat wajah-wajah alam yang indah lewat bebatuan di sekitar aliran air terjun, lumut-lumut yang menyelimuti bebatuan hingga terlihat seperti sofa alam yang cantik, dan tentunya serangga-serangga liar seperti jangkrik juga kupu-kupu dengan sayap warna-warninya. Maka nikmat manakah lagi yang kamu dustakan? 

via instagram.com/josafatsantosa

via instagram.com/lenangk

via instagram.com/lifegorontalo 

via instagram.com/dhanirasjid

 

Detail Informasi

Lokasi: Desa Didingga, Kecamatan Tolinggula, Kabupaten Gorontalo Utara, Gorontalo (Didingga)

Taludaa, Bone, Bone Bolange, Kota Gorontalo (Taludaa Permai)

Rute: kamu hanya perlu menempuh perjalanan darat selama 3 jam dari kota Gorontalo menuju desa Didingga lalu dilanjutkan dengan jalan kaki 3 KM menuju lokasi air terjun. Sementara itu jika ingin menuju air terjun Taludaa Permai, kamu cukup menempuh perjalanan darat sejauh 65 KM dari pusat kota Gorontalo lalu dilanjutkan dengan jalan kaki sejauh 2 KM dari desa Taludaa. 

Harga Tiket: Gratis 

 

11. SAATNYA OUTING KE LONGALO RIVER TUBING 

Kamu ngerasa butuh penyegaran dan relaksasi dari lelahnya pekerjaan? Berarti udah waktunya kamu kodein si Bos buat outing ke River Tubing. Walaupun baru didirikan pada tanggal 28 Maret 2017 kemarin, Longalo River Tubing ini dijamin aman. Sebelumnya, kamu bakal dibekali oleh pengarahan dari pihak Longalo, ban, pelampung, juga helm keselamatan. Jadi jangan takut tenggelam di tengah jeram, cukup takut tenggelam di rayuan gebetan aja. 

via antarafoto.com

via tripadvisor.com

Setelah semuanya siap, saatnya kamu mengarungi jeram yang katanya seram sambil duduk anggun di atas ban yang udah disediakan. Serunya, objek wisata Longalo River Tubing ini panjangnya mencapai 2,6 KM dengan 6 titik jeram, 3 di antaranya termasuk titik paling ekstrim. Kamu dan teman-teman kantormu pun bisa puas memacu adrenalin dengan ketegangan yang melebihi kegep selingkuh! 

via liputan6.com

via instagram.com/longalorivertubing

via instagram.com/longalorivertubing

Selain blusukan ke spot-spot jeram yang ekstrim, Longalo River Tubing pun menyediakan lokasi terjun bebas sedalam 2 meter. Tentunya kamu bisa loncat indah sambil mengamalkan gaya bebas yang sering diomongin fotografer kondangan. Dan byur! Air sungai yang bersih dan dingin pun menyambutmu di bawah sana. 

via foursquare.com

Masih punya energi lebih? Segera ajak kolega-kolega kamu untuk mencoba outbond. Pihak Longalo River Tubing dengan senang hati akan menyiapkan permainan-permainan yang memperkuat kekompakan tim juga menyalurkan kebahagiaan seperti flying fox. 

via instagram.com/longalorivertubing 

via instagram.com/longalorivertubing 

 

Detail Informasi 

Lokasi: desa Longalo, kecamatan Bulango Utara, kabupaten Bone Bolango, Gorontalo

Rute: dari pusat kota Gorontalo, kamu cukup naik mobil sejauh 8 KM. 

HTM: Rp.100.000,00 per orang 

 

12. SIAP-SIAP MELONGO DENGAN KEKAYAAN ALAM DAN BUDAYA DESA BONGO 

Siapa sangka di balik pesisir Teluk Tomini tersimpan desa wisata religius bernama Bongo. Belum usai kamu melongo melihat birunya hamparan laut Tomini saat menuju Bongo, kamu lagi-lagi akan dibuat terpukau oleh perbukitan kapur Bongo yang biasa disebut gunung tidur. Ketika kamu sudah mencapai puncak Bongo, kamu bisa lebih puas melihat gunung tidur sambil tidur-tiduran di atas hammock. 

via instagram.com/explore_gorontalo

via indonesiakaya.com 

via kitaina.id

Puas berleyeh-leyeh duniawi, sekarang mari kita mendekatkan diri pada Ilahi dengan menimba ilmu di desa Bongo. Sejak lama desa Bongo ditetapkan sebagai pesantren alam di mana para santri bisa mempelajari agama Islam sekaligus mengenal lebih jauh sejarah kerajaan Gorontalo. 

Seperti di pesantren pada umumnya hawa sejuk selalu terasa berkat tanaman yang rimbun, pondokan-pondokan bernama Wombohe yang memiliki ruang terbuka di lantai bawahnya, juga hamparan kolam berair jernih di depan pondok untuk berenang gratis bagi para santri. 

via instagram.com/explore_gorontalo

via indonesiakaya.com 

via indonesiakaya.com 

Sebagai pendiri Desa Bongo, Kiai Yosef Tahir Ma’ruf atau yang biasa dipanggil Yotama nggak pernah pilih-pilih dalam menyiarkan ajaran islam. Buktinya para santri nggak hanya berasal dari kalangan manusia, tapi juga hewan, tumbuhan, dan benda-benda mati di sekitar Bongo. Makanya kalau kamu ke Bongo, kamu bakalan nggak asing dengan pemandangan burung-burung dara di sekitarmu. Selayaknya di taman-taman Eropa, kamu juga bisa melemparkan biji jagung untuk memberi makan mereka. 

via pesonagorontalo.info 

via matakameraku.wordpress.com 

Namanya pesantren pasti nggak lepas dari masjid. Di puncak Desa Bongo kamu bisa menemukan Masjid Walima Emas yang kubahnya berwarna emas dan dikelilingi kolam sejuk dengan air yang selalu mengalir sepanjang tahun. Padahal kalau dipikir-pikir aneh juga ya, kok di atas bukit kapur gersang bisa ada air yang gak berhenti mengalir? Ya mungkin itulah pertanda kekuasaan Tuhan. 

via indonesiawonder.com 

via kitaina.id

via travel.kompas.com

via instagram.com/explore_gorontalo

Nah gimana, masih melongo kan melihat kekayaan alam dan budaya Bongo? Datanglah ke Desa Bongo di saat Maulid Nabi Muhammad SAW tiba. Karena saat Maulid, masyarakat akan mengadakan perayaan dengan segudang ritual keagamaan yang berakulturasi dengan kebudayaan setempat, seperti mengarak ribuan kue tradisional Kolombengi dari rumah warga menuju Masjid Walima Emas. 

via matakameraku.wordpress.com 

 

Detail Informasi

Lokasi: pesisir teluk Tomini, kelurahan Tanjung Kramat, kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo

Rute: kamu cukup menempuh perjalanan darat selama 20 menit dari pusat Gorontalo atau menggunakan perahu masyarakat dari teluk Tomini. 

Harga: Rp.5000,00 (parkir mobil), Rp. 5000,00 (segelas biji jagung), iuran seikhlasnya untuk kotak amal

 

13. BERKENALAN DENGAN HEWAN ENDEMIK NAN UNIK DI TAMAN NASIONAL BOGANI NANI WARTABONE 

Selamat datang di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, di mana kamu nggak bakal berhenti terpukau dengan kekayaan alam beserta flora dan faunanya. Dengan luas 287, 11 hektar, Taman Nasional Bogani Nani Wartabone menyediakan sejumlah objek wisata. Salah satu favorit wisatawan adalah Tebing Karst Hungayono. Memang sih untuk mencapai Hungayono kamu harus naik motor selama 1,5 jam terus lanjut trekking selama 1 jam. Tapi semua itu nggak berasa kalau dijalani dengan sabar dan doa. 

via instagram.com/imanado 

via instagram.com/ferdysarindat

Sampai di Hungayono, kamu bakalan nggak nyangka bahwa tebing kapur seindah ini ada di Indonesia. Apalagi ketika matahari mengenai tebing, warna-warna bebatuan sedimen  yang beragam akibat terpaan perubahan cuaca dan nasib pun semakin nyata terlihat. Nggak heran kalau Tebing Karst Hungayono jadi favorit para turis Eropa.  Para turis bahkan nggak segan merogoh kocek Rp.150.000,00 demi bisa masuk tebing yang belum dijamah manusia ini. Makanya kamu-kamu yang ngaku turis lokal, jangan cuma panjat sosial aja, cobain manjat Tebing Karst Hungayono hanya dengan membayar tiket masuk Rp.2.500,00 saja. 

via instagram.com/satyawinnie 

via instagram.com/ferdysarindat

via instagram.com/ferdysarindat

Karena Taman Nasional Bogani Nani Wartabone ini adalah hutan lindung tropis, makanya beragam fauna endemik terlampau nyaman untuk berteduh di sini. Mari ucapkan halo pada Tarsius sang primata mungil kebanggaan Sulawesi. Menemani Tarsius, ada juga hewan-hewan khas garis Wallace yang dulu sering kamu temui di buku-buku geografi, seperti Dwarf Cuscus, Anoa, Babirusa, Burung Julang Sulawesi,  Monyet Hitam Sulawesi yang ngingetin kita sama tokoh-tokoh kartun komikal. 

via travel.tinuku.com 

via travel.kompas.com 

via travel.tinuku.com 

via travel.tinuku.com 

Ngomongin fauna di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone mah nggak bakal ada habisnya. Walaupun kamu nggak berkewajiban buat kenalan satu-satu sama mereka, tapi pastikan kamu menyempatkan diri untuk menyapa burung Maleo ya. Burung yang jadi maskot TNBNW ini besarnya seperti ayam. Tapi telurnya 6 kali lebih berat dari telur ayam. Makanya maleo-maleo betina kompak meletakkan telurnya di dalam tanah atau pasir di sekitar sumber air panas TNBNW. Kalau waktunya bayi-bayi maleo menetas, kamu bisa lho melihat maleo-maleo kecil bermunculan dari dalam tanah atau pasir.

via instagram.com/satyawinnie 

via travel.tinuku.com 

Puas mengelilingi Taman Nasional Bogani Nani Wartabone yang kelewat luas, saatnya kamu melepas lelah di Bondula Lombongo atau Air Terjun Lombongo. Hempasan air terjun yang jatuh dari ketinggian 20 meter pastinya bisa mencuci bersih segala keringat juga dosa-dosamu. 

via instagram.com/alex5rovski 

via instagram.com/adekalapati

via mapalomaya.wordpress.com

 

Detail Informasi 

Lokasi: Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone
Jl. AKD Mongkonai Barat, Kotamobagu 95716 Sulawesi Utara.

Rute: kamu bisa menempuh perjalanan darat selama 1 jam dari Gorontalo menuju Sumawa. Dari Sumawa kamu bisa trekking selama 2 jam menuju Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

Harga: Rp.2500, 00 per orang. 

 

14. PULAU LAMPU: NONGKRONG MANIS DI DAHAN POHON PULAU TROPIS 

Seperti yang udah dijanjikan di atas, kali ini kita bakal bahas tetangga Pulau Saronde yang nggak kalah keren: Pulau Lampu! Seperti namanya, Pulau Lampu ini pernah memancarkan kelap-kelip lampu dari mercusuar pada zaman Belanda. Di zaman now pun kamu tetap bisa naik ke atas mercusuar Pulau Lampu untuk melihat pemandangan Pulau Lampu yang beralaskan stone garden, rimbun pepohonan, juga hamparan pasir putih secara bird eye-view. 

via instagram.com/ichsanoeinal 

via hargo.co.id

via sarondeislands.com

Nggak hanya bisa dilihat dari atas, stone garden di Pulau Lampu pun bisa banget kamu pijak dan rasakan teksturnya. Tapi hati-hati ya karena bebatuan hitam ini tampaknya lebih terjal dari lika-liku kehidupanmu. 

via instagram.com/ferdinandrau

via instagram.com/ferdinandrau 

Satu hal yang nggak boleh ketinggalan ketika berkunjung Pulau Lampu, ya! Bersandar YOLO di atas dahan pohon super instagramable yang menjorok ke pantai. Ya kita juga tahu sih kalau bersandar emang harusnya pada Ilahi. Tapi dahan pohon putih ini terlalu nyaman untuk dilewatkan. Siapapun yang melihat dahan pohon ini pasti bakal segera memutuskan urat malunya demi bisa tidur siang di atasnya. 

via instagram.com/sofyan069

via instagram.com/sistalukito

via instagram.com/ferdinandrau

via instagram.com/argajiwandana

Tidur siang di hamparan pasir ataupun dahan pohon Pulau Lampu emang nggak ada habisnya. Kalau ngikutin nafsu, bisa-bisa kamu ketiduran sampai besok pagi dan badanmu bakalan kering layaknya rempeyek baru dijemur. Makanya kamu butuh penyegaran dengan berenang di perairan Pulau Lampu yang super dangkal dan asyik buat seru-seruan. Apalagi pantai Pulau Lampu terkenal banget akan kejernihan airnya. 

via instagram.com/rendyf_rendyf

via instagram.com/milityamerpati

via instagram.com/uet_oasis 

 

Detail Informasi

Lokasi: Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Sulawesi

Rute: dari bandara Gorontalo kamu bisa menempuh perjalanan darat menuju pelabuhan Kwandang dilanjutkan dengan naik kapal selama satu jam menuju pulau Lampu. 

Harga Tiket: gratis! 

 

Baiklah pemirsa, usai sudah perjumpaan kita dalam artikel ini. Bener kan, ternyata kekayaan alam Indonesia nggak sebatas Bali dan segala yang happening nggak berpusat di pulau Jawa. Kalau udah begini tunggu apa lagi? Mari hilangkan pening dengan berkunjung ke 14 wisata super happening di Gorontalo ini. Selamat berlibur! 


Penulis
Penulis Widya Arifianti
Terlahir dengan nama Widya Arifianti, tapi punya empat varian nama panggilan. Mantan copywriter yang kini malah jadi kepowriter. Bercita-cita menjadi scriptwiter, tetapi apa daya hanya mampu jadi skipwriter. Lebih sering main-main, tapi kadang bisa serius

Artikel Terkait

Rekomendasi Lainnya

Dapatkan inspirasi jalan-jalan di Indonesia ke e-mail Kamu

Kamu akan mendapatkan ide jalan-jalan di Indonesia dengan berlangganan newsletter kami.