Nusa Tenggara Timur - 205 Hits

Pernah gak kebayang kalau bisa tinggal di salah satu tempat di Nusa Tenggara Timur? Pasti asik banget kan? Untungnya saya punya kesempatan untuk kerja dan tinggal di NTT setahun belakangan ini. Dan saya memanfaatkan kesempatan ini juga buat jalan-jalan and make most of it.

Ada total 566 pulau di provinsi Nusa Tenggara Timur, jadi seenggaknya butuh 566 hari kalau mau nginjekin kaki di semua pulau di NTT. Tapi kali ini saya mau ngomongin salah satu pulau terbesar di NTT aja, yaitu Pulau Flores secara saya gak punya waktu sebanyak itu untuk datengin semua pulau satu demi satu.

Kalau denger kata Flores pasti yang kamu bayangin Komodo atau Waerebo, karena itu lah dua hal yang jadi primadonanya Flores. Tapi, Flores lebih dari itu loh, masih banyak banget destinasi kece yang bisa kamu datengin.

via instagram.com/ichoyi 

via instagram.com/ichoyi 

via instagram.com/ichoyi 

Nggak heran kalau Flores punya banyak banget destinasi sabi, secara Flores itu luas banget, membentang secara horizontal dari barat ke timur. Kota paling barat di Flores adalah Labuan Bajo sementara ujung timurnya ada Larantuka, dengan jarak keduanya sekitar 650 KM. Melakukan perjalanan darat di Flores menjadi salah satu cara asyik untuk kamu bisa menikmati keindahan Flores. Ada dua cara untuk kamu bisa jalan dari Labuan Bajo ke Larantuka (vice versa) yaitu ikut Tour de Flores atau roadtrip. Nah, dari semua option, kalau saya sih milih roadtrip aja :D

 

Yup, ini adalah kisah perjalanan roadtrip saya sepanjang 650 KM dari Labuan Bajo sampai Larantuka. Semua dimulai dari trip saya selama 4D3N dengan Sailing Komodo bareng temen-temen, yang kemudian dilanjutkan perjalanan darat sendiri sampai ke Larantuka. Sailing Komodo berkesan banget buat saya dan menjadi awal yang manis untuk saya mengawali roadtrip di Flores ini, untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke kota sebelah nan dingin: Ruteng.

 

Labuan Bajo – Ruteng 117 KM

Sesampainya di Labuan Bajo setelah Sailing Komodo, saya memutuskan untuk langsung cus ke Ruteng. Moda transportasi yang paling cepat itu bis antar kota atau travel. Salah satu yang reliable itu travel Gunung Mas, bis nya eksekutif dan nyaman banget, harganya memang lebih mahal yaitu 110 ribu rupiah dibanding sama bis biasa yang harganya 60-70 ribu rupiah. Tinggal telepon aja cabang Gunung Mas di Labuan Bajo 0385-41899 atau 0852-3932-2000 dan kamu tinggal tunggu dijemput deh.

 

Lama perjalanan dari Labuan Bajo ke Ruteng kurang lebih 3 jam dan biasanya kalau naik bis atau travel pasti akan berenti dulu di kota Lembor untuk istirahat dan makan. Setelah sampai di Ruteng, enaknya langsung ke hotel buat istirahat. Hotel yang saya rekomendasikan untuk kamu nginep yaitu Hotel Rima (0385-22196) yang terletak di Jl. Ruteng – Benteng Jawa.

 

Ruteng kota kecil dan dingin yang merupakan ibukota Kabupaten Manggarai, jadi kalau kesini siap-siap jaket ya! Di Ruteng ada Agape Restaurant yang menyediakan banyak pilihan makanan western karena banyak juga turis mancanegara yang dateng ke Ruteng. Terus pada malam hari biasanya dingin banget dan paling enak ngangetin diri dengan ngopi di Kopi Mane.

via floresexplore.com 

Agape Restaurant di Ruteng

via tripadvisor.com

Kopi Mane Ruteng

via tripadvisor.com

Selagi di Ruteng, harus mampir juga ke sawah “hits” yang bentuknya kaya sarang laba-laba atau yang biasa disebut Lingko, letaknya ada di Cancar, sekitar setengah jam arah barat dari Ruteng. Ayo ngaku, kamu pasti udah sering liat Lingko ini seliweran di explore Instagram kamu kan?

via instagram.com/ichoyi 

 

Ruteng-Bajawa 153 KM

Dari Ruteng, perjalanan dilanjutkan menuju ke kota tetangga yang sama dinginnya yaitu Bajawa yang bisa ditempuh kira-kira dalam 4 jam perjalanan. Moda transportasi juga masih sama dengan travel Gunung Mas yang bisa dipesan dari Ruteng (0385-21407/ 0813-3938-0830).

 

Di Bajawa paling enak nginep di Edelweiss (0384-21345/ 0813-3815-6444) karena lokasi yang strategis dan dikelilingi banyak tempat makanan, salah satunya yang paling saya rekomendasikan adalah Lucas Authentic Restaurant.

via tripadvisor.com

Banyak hal yang bisa dilakuin saat kamu berada di Bajawa, seperti misalnya main ke Desa Tradisional Bena, mendaki Gunung Inerie yang berbentuk kerucut sempurna atau merilekskan diri dengan berendam di Mengerunda Hot Spring.

Desa Adat Bena 

via instagram.com/ichoyi 

Gunung Inerie

via instagram.com/mbhum

 

Bajawa-Ende 167KM

Kadang emang kalau pas travelling itu ada aja rejekinya, kali ini saya ketemu dengan temen saya yang kebetulan berada di Bajawa dan mau berangkat ke Ende. Alhasil saya nebeng dia naik motor selama 4 jam (pakai helm SNI ya tentu aja). Di Ende hanya singgah sebentar sambil ngopi di Mokka Coffee, salah satu coffee shop “hits” se-Flores.

Mokka Coffee

via instagram.com/mokkacoffee.id

Rute Bajawa-Ende banyak banget jasa travel yang pake mobil Avanza/APV dengan mematok ongkosnya 100ribu. Salah satu drivernya namanya Om Berto (0852-5302-9222) yang akan siap mengantar kamu dengan nyaman tanpa perlu berpegal ria dengan naik motor selama 4 jam.

 

Ende-Kelimutu 30 KM

Dari perjalanan ini, saya highlight destinasi Kelimutu karena merupakan salah satu bucket list saya dan akhirnya kesampaian juga untuk saya sambangi! 

via anekatempatwisata.com

Idealnya, untuk mengunjungi Kelimutu dari Ende orang-orang akan menuju ke Moni terlebih dahulu sebagai awal perjalanan mereka ke Kelimutu, karena memang disana ada banyak banget penginapan. Tapi, pas saya kesini, saya lebih memilih stay di desa Waturaka, sekitar 15 menit dari Moni. Disana saya tinggal di rumah Om Vitalis (0812-3617-3309) yang juga membuka rumahnya sebagai homestay. Kalau kamu pengen membaur sama orang lokal saya saranin banget untuk kamu nginep aja di rumahnya Om Vitalis dengan biaya 150 ribu per orang semalam dan sudah dapat kamar tidur sama makanan dan snack!

 

Dari Desa Waturaka ke pintu masuk Taman Nasional Kelimutu cuma berjarak 15 menit perjalanan motor, yang mana kalau dari Moni bisa memakan waktu setengah jam. Waktu yang paling bagus untuk nikmatin Kelimutu itu ketika sunrise, untuk itu kamu harus berangkat jam 4 pagi paling lambat supaya nggak ketinggalan show. Dari tempat parkir, trekking ke puncak untuk liat danau 3 warnanya butuh waktu sekitar setengah jam dengan jalan santai.

via paketindotour.wordpress.com

 Di Puncak, ada 3 danau yang berwarna biru, hijau dan coklat tua. Warna danau ini bisa berubah-ubah tergantung dengan musim. Kalau kata orang pintar (a.k.a ilmuwan) perubahan warna pada Danau Kelimutu itu disebabkan beberapa hal seperti perubahan gas gunung api, zat besi dalam fluida dan biota alam seperti lumut-lumut.

                                                             Credit: Riesa Eka Putri

 

Moni-Maumere 96 KM

Selesai menikmati sunrise yang ciamik serta Danau 3 warnanya yang super photo genic, saya melanjutkan perjalanan ke Maumere, masih dengan nebeng temen naik motor. Tapi kalau mau menuju Maumere dari Ende atau Moni bisa juga naik travel Gunung Mas (0852-3933-9933) atau dengan bis yang lalu lalang di jalanan Moni. 

 

Di Maumere banyak banget destinasi kece, ulasan tentang Maumere bakal terpisah karena banyak yang bisa kamu explore, kayak misalnya Pantai Koka, Tanjung Kajuwulu, Pulau Pangabatang dan Sanggar Lepo Lorun Ikat Flores.

Pulau Pangabatang

via instagram.com/rkmochtar

Sanggar Tenun Lepo Lorun

via floreswonderland.blogspot.co.id

 

Maumere-Larantuka 133 KM

Rute terakhir dalam roadtrip Flores ini adalah Larantuka sebagai kota paling timur, kira-kira 3 jam perjalanan dari Maumere yang bisa ditempuh dengan naik bis yang bisa dengan mudah kamu temukan karena setiap harinya ada sekitar 5-10 bis yang jalan.

via instagram.com/ichoyi 

Biasanya perjalanan dari Maumere ke Larantuka pasti berhenti di kota Boru untuk istirahat dan makan, tapi ada tempat peristirahatan yang lebih kece dari Boru, yaitu di daerah Titihena dimana ada restarea yang view-nya bisa kamu tarik napas dalem-dalem yaitu Pulau Solor dan Pulau Konga. 

via instagram.com/ichoyi 

Setelah beristirahat di Titihena, akhirnya saya mengakhiri roadtrip saya di ujung timur Flores. Tapi, perjalanan saya belum selesai di Larantuka karena saya masih harus melanjutkan perjalanan naik kapal menuju Pulau Lembata, tempat saya tinggal satu tahun terakhir. 

 

Pesan saya, kalau kamu ingin mencoba roadtrip Flores gak usah khawatir dan takut. Jalan Trans Flores dari Labuan Bajo sampai Larantuka statusnya adalah jalan Negara jadi kondisinya cukup baik dan aman dilewati, hanya ada beberapa titik yang rawan longsor tapi akan aman selagi gak hujan. Untuk orang-orangnya, masyarakat Flores itu helpful dan ramah banget loh. Makannya, jangan lupa selalu lempar senyum ke penduduk lokal yang kamu temui, hitung-hitung dapet temen ngobrol dan dapet cerita seru tentang Flores langsung dari penduduknya.


Penulis
Penulis Riesa Eka Putri
Lives and works in Flores. Likes to go around, capture things, and share it to others. Loves to play while working and work while playing.

Artikel Terkait

Nusa Tenggara Timur - 497 Hits

8 Spot Foto Prewedding Super Oke di NTT

Nusa Tenggara Timur - 409 Hits

Sengsara Berujung Nikmat Ala Waerebo

Nusa Tenggara Timur - 350 Hits

Main Tebakan Warna Air di Danau Kelimutu

Nusa Tenggara Timur - 365 Hits

Goa Rangko, Goa Super Lengkap di Flores

Nusa Tenggara Timur - 637 Hits

8 Penginapan Unik di Labuan Bajo

Nusa Tenggara Timur - 3804 Hits

12 Kuliner Khas NTT yang Ngga Boleh Dilewatin

Advertisement

Dapatkan inspirasi jalan-jalan di Indonesia ke e-mail Kamu

Kamu akan mendapatkan ide jalan-jalan di Indonesia dengan berlangganan newsletter kami.