Kalimantan Tengah - 529 Hits

Beberapa waktu lalu Palangkaraya sempet naik daun karena disebut-sebut akan menjadi Ibukota negara kita menggantikan DKI Jakarta. Selain kompeten untuk jadi Ibukota, Palangkaraya juga menyimpan destinasi-destinasai wisata yang bikin kamu pengen segera ngambil cuti buat liburan ke sini. Nah, supaya gak mati gaya pas kamu wisata ke Palangkaraya, cek 13 rekomendasi tempat dari Tamasyeah ini!

 

1. Menjelajah Taman Nasional Bukit Raya yang Sangat Kaya

Kaya itu gak melulu soal uang.Taman Nasional (TN) Bukit Raya ini contohnya. Terletak di antara Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, TN Bukit Raya menyimpan banyak kekayaan alami seperti perbukitan, flora, dan fauna. 

via tripjalanjalan.com 

Banyak hal yang bisa kamu eksplor di TN Bukit Baka-Bukit Raya. Mendaki gunung, observasi flora dan fauna, hunting foto, hingga wisata budaya. Untuk bisa sampai di TN Bukit Bukit Raya, kamu perlu menumpang Damri ke Nanga Pinoh lalu naik klotok atau lewat jalur darat melalui Tumbang Hiran.

via mrizag.com

via mrizag.com 

Kalo kamu pecinta alam banget, mendaki salah satu bukit yang ada di TN Bukit Raya bisa jadi opsi yang tepat. Ada beberapa bukit di TN ini yang bisa kamu daki yaitu Bukit Baka, Bukit Raya, Bukit Asing, Bukit Melabanbun, Bukit Panjing, Bukit Panjake, dan Bukit Lesung. Tapi yang paling jadi incaran para pendaki adalah Bukit Raya yang termasuk dalam 7 summits Indonesia.

via instagram.com/sandaljeput.tanahrenco

Karena jalur trekking-nya lumayan banyak rintangan, mendingan kamu mempersiapkan mental dan amunisi secara maksimal buat mendaki Bukit Raya. Sebelum kamu mendaki Bukit Raya, biasanya akan ada ritual adat Ngukuih Hajat yang akan dilaksanakan oleh penduduk asli Kalimantan untuk menjaga kamu dari hal-hal nggak diinginkan. 

via mrizag.com 

Setelah menempuh perjalanan yang banyak rintangan, kamu akan sampai di puncak Bukit Raya, yaitu Puncak Kakam. Dari sini, kamu bisa ngeliat pemandangan bukit yang ada di sekitarnya.

via instagram.com/angasepsherpa

Di sela-sela pendakian Bukit Raya, kamu juga bisa nemuin berbagai flora dan fauna yang ada di kawasan TN Bukit Baka-Bukit Raya. Ada 817 jenis flora dan berbagai fauna yang mendiami TN Bukit Baka-Bukit Raya.

via brobali.com

via pilea-eureka.blogspot.co.id 

via ulinulin.com

via ulinulin.com

Buat kamu yang demen foto, TN Bukit Baka-Bukit Raya punya banyak spot serta objek yang oke buat koleksi foto kamu.

via instagram.com/wordlifetravel

via instagram.com/himbakatingan01  

via instagram.com/escapedegube

Karena masyarakat yang tinggal di sekitar TN Bukit Raya ini masih penduduk asli Kalimantan yaitu Suku Dayak, kamu bisa sekalian wisata budaya di sini.

via instagram.com/yustina.dhani

via instagram.com/danzindrayana

 

Detail Informasi

Lokasi: Desa Katingan

Rute:

  • Melalui Kalimantan Tengah:
    • Palangkaraya - Tumbang Hiran (6 jam)
    • Sampit - Tumbang Hiran (8 jam)
  • Melalui Kalimantan Barat:
    • Pontianak - Nanga Pinoh (11 jam)
    • Pontianak - Sintong dengan pesawat perintis (1 jam)
    • Pontianak - Sintong dengan bus (9 jam)
    • Sintong - Nanga Pinoh (2.5 jam)

 

2. Jangan Lewatkan Peluang Berkunjung ke Danau Biru Tewang Rangkang

Di daerah Kasongan, terdapat satu danau yang harus banget kamu kunjungi. Namanya Danau Biru. Danau ini belum banyak dijamah oleh wisatawan. Bisa jadi privilege banget kalau kamu bisa eksplor indahnya perpaduan pasir putih dan birunya warna air di Danau Biru.

via brilio.net

via bloggerkalteng.id via bloggerkalteng.id 

Cakep kan? Kalo udah punya peluang untuk mengunjungi Danau Biru, hal yang gak boleh kamu lewatin ya foto-foto di tempat ini.

via vinaegiane.blogspot.co.id 

via vinaegiane.blogspot.co.id 

via instagram.com/aaronabisha 

via instagram.com/explorekatingan 

Buat bisa menikmati perpaduan pasir putih dan birunya warna air di Danau Biru, lebih baik kamu datang pas pagi atau siang hari. Soalnya kalo kamu kesorean, warna biru di danaunya jadi gak keliatan banget.

via blog.djarumbeasiswaplus.org

 

Detail Informasi

Lokasi: Desa Tewang Rangkang

 

3. Bukit Usung yang Sering Disebut Gunung

Orang Kalimantan terbiasa menyebut tonjolan kulit bumi sebagai gunung. Sama seperti mereka menyebut Gunung Usung. Dilihat dari ketinggiannya, sebenernya Gunung Usung lebih pantas disebut dengan Bukit Usung.

via sarifparis.blogspot.co.id 

via instagram.com/erwan_kolak

Terletak di Murung Raya, Gunung Usung ini menjadi wisata di Palangkaraya untuk para wisatawan yang ingin melihat kota Palangkaraya dari ketinggian. Karena dari atas, kamu bisa melihat Sungai Barito, sungai yang sangat terkenal di Kalimantan.

via instagram.com/instanusantarapky

Untuk sampai di atas puncak Gunung Usung, kamu perlu trekking dulu, guys. Medannya sedikit terjal, jadi pastikan kamu memiliki persiapan untuk naik ke puncak. Minimal pake sepatu buat trekking.

via plimbi.com 

Trekking kamu tapi terbayarkan banget sama pemandangan dari atas Gunung Usung. Hamparan hijau pepohonan yang bisa kamu lihat dari atas bener-bener bisa ngilangin rasa letih yang kamu rasain setelah trekking.

via instagram.com/ayujuliaputri

Kalo kamu bercita-cita ngeliat sunrise dari puncak Bukit Usung, kamu bisa camping juga loh di sana!

via instagram.com/acie_sacbie

via instagram.com/rezarifandi_

 

Detail Informasi

Lokasi: Murung Raya, Palangkaraya

 

4. Berkeliling di Taman Nasional Tanjung Puting

Selayaknya Kalimantan yang terkenal karena hutannya, di daerah Waringin Barat ada satu Taman Nasional yang wajib kamu kunjungi kalau wisata ke Palangkaraya. Taman Nasional yang memiliki luas area sebesar 415.040 ha ini memiliki nama Tanjung Puting. Pasti kamu udah tau, dong?

via brilio.net

via indonesia-tourism.com

via blogspot-traveler.blogspot.co.id

Sebelum kamu berkeliling di Tanjung Puting, pastiin kalo kamu bawa perlengkapan yang memadai karena kamu pasti akan menginap. Kamu bisa memilih menginap di klotok (kapal tradisional), Rimba Eco Lodge, atau di hotel yang ada di sekitaran Pangkalan Bun. Kalau kamu nginep di klotok, kamu bisa menikmati rasanya bangun di tengah-tengah Sungai Sekonyer dan menikmati pemandangan hutan di sekitarnya.

via loveandroad.com

via loveandroad.ocm

via pinimg.com

via tanjung-puting.com

Kalo kamu memutuskan nginep di Rimba Eco Lodge, kamu bisa ngerasain sensasi bangun di tengah-tengah hutan. Mewahnya lagi, kamu bisa langsung ngeliat Orangutan yang menjadi daya tarik dari Tanjung Puting.

via maestrobali.com

via rimbaecolodge.com

Menginap di sekitaran Pangkalan Bun bisa jadi opsi lain kalo kamu cuma punya waktu singkat buat menjelajah Tanjung Puting. Ada beberapa hotel yang bisa kamu singgahi di Pangkalan Bun. Dari Pangkalan Bun, hanya perlu 2 jam menaiki klotok untuk sampai ke Tanjung Puting. Tapi kalo kamu pengen lebih cepet, kamu bisa sewa speed boat yang memiliki waktu tempuh 1 jam.

via travel.kompas.com

via travel.kompas.com

Karena luasnya yang hampir seluas Pulau Dewata, Tanjung Puting menjadi rumah bagi beberapa satwa endemik yang dilindungi. Salah satu yang paling terkenal adalah Orangutan karena Tanjung Puting juga merupakan pusat rehabilitasi Orangutan. Kalo kamu inget maskot Dufan, nah kamu bisa ngeliat bentuk aslinya Bekantan di Tanjung Puting.

via gogonesia.com

via instagram.com/max.montreal

via instagram.com/billydjokosetio

Untuk bisa melihat Orangutan yang ada di Tanjung Puting, kamu emang perlu menelusuri hutannya. Jadi jangan lupa bawa lotion anti nyamuk sama pakai sepatu gunung buat ke sini.

via instagram.com/ingkeapelia

Ada hal lain yang bisa kamu lakuin di Tanjung Puting selain ngeliat berbagai satwa endemik serta Orangutan yaitu berfoto di klotok selama perjalanan menyusuri Sungai Sekoyer. Dijamin foto kamu di klotok bikin orang pengen ngasih hati alias nge-like. Kali aja bisa bikin gebetan kamu ngasih ‘hati’ juga~

via instagram.com/anais_serrano

via instagram.com/caterinacelia

Spot foto lain yang gak kalah oke adalah di jembatan Camp Leakey, tempat pelestarian Orangutan di Tanjung Puting.

viavia instagram.com/libradeviajar

via instagram.com/wumard

Nah, kalo udah di Tanjung Puting jangan ragu-ragu buat main sama sodara kamu ya kan jarang-jarang bisa ketemu hahaha canda deng :p

via instagram.com/justiyank

 

Detail Informasi

Lokasi: Waringin Barat, Kalimantan Tengah

Rute:

  • Naik pesawat ke Pangkalan Bun dari Jakarta, Surabaya, atau Semarang (rate: Rp. 500ribu-800ribu)
  • Menyewa klotok dari Pangkalan Bun ke Camp Leakey (rate: Rp. 5juta/kapal)
  • Menyewa speed boat dari Pangkalan Bun.

Tempat Menginap:

  • Rimba Eco Lodge (rate: Rp. 1.300.000/malam)
  • Hotel di sekitar Pangkalan Bun (rate: mulai dari Rp. 250.000/malam hingga Rp. 1.000.000/malam)

 

5. Danau Tahai: Danau Merah khas Kalimantan

Danau Tahai terletak di Tumbang Tahai, 30km dari kota Palangkaraya. Ciri khas danau ini terletak di airnya yang berwarna merah dari akar pohon gambut yang ada di sekitarnya. Danau berwarna merah seperti Danau Tahai ini cuma bisa ditemuin di Kalimantan, guys. Makanya berkunjung ke Danau Tahai itu pasti masuk itinerary wisata Palangkaraya.  

via instagram.com/lyda_herlida

Di Danau Tahai, kamu bisa melihat rumah penduduk yang terapung di sekitar danau dan biasa disebut dengan rumah lanting. Ini bisa jadi salah satu pengalaman menarik kalau kamu berkunjung ke Danau Tahai.

via instagram.com/sekitaranpik

viavia instagram.com/deborakarunia

Untuk bisa menikmati pemandangan sekitar Danau Tahai, kamu bisa berjalan menyusuri jembatan. Jembatan ini juga terhubung ke dalam hutan yang ada di ujung Danau Tahai. Jadi kalo kamu udah puas foto-foto di sekitar Danau Tahai, kamu bisa menghirup udara segar di hutan yang ada.

via instagram.com/neopalmapky

via instagram.com/ijun_05

via instagram.com/windahaloho

via instagram.com/ijun_05

Menyusuri hutan yang ada di Danau Tahai juga gak perlu bawa perlengkapan serius, karena udah ada jalur trekking dari jembatan yang memudahkan kamu.

via instagram.com/afrijalakbar

Kalo udah puas nyusurin hutan di sekitar Danau Tahai, enaknya kelilingin Danau Tahai naik bebek-bebekan.

via instagram.com/ngobrolinjejak

Satu hal yang perlu kamu inget kalo berkunjung ke Danau Tahai, jangan berenang! Konon katanya di danau ini ada buaya. Mending ketemu buaya darat kan daripada buaya beneran~

via instagram.com/antonkristonius1

 

Detail Informasi

Lokasi: Desa Tahai, Bukit Batu, Palangkaraya

 

6. Wisata Susur Sungai Kahayan dengan Perahu

Gak wisata ke Palangkaraya namanya kalo kamu gak nyobain Wisata Susur Sungai Kahayan! Sungai Kahayan ini cukup terkenal karena bentuknya yang mirip sama Sungai Amazon. Sungai sepanjang 600 km ini membelah kota Palangkaraya dan merupakan sungai terpanjang di Kalimantan.

via travel.detik.com

Dermaga pemberangkatan Wisata Susur Sungai Kahayan gak jauh dari landmark Palangkaraya, Tugu Soekarno dan Jembatan Kahayan.

via instagram.com/inspirasibanua

Dari dermaga, kamu bisa memilih transportasi yang akan kamu gunakan untuk menyusuri Sungai Kahayan. Budgetnya pun berbeda-beda. Tergantung dari fasilitas serta seberapa jauh kamu ingin menyusuri Sungai Kahayan. Kalo cuma punya waktu singkat, mending pilih naik klotok karena sewanya per jam. 

via instagram.com/yopansudianto

Kalo budget kamu ga banyak dan rombongannya gak banyak, kamu bisa memilih Wisata Susur Sungai Kahayan dengan kapal yang berukuran lebih kecil.

via instagram.com/seputaranpik

via instagram.com/anggaradasl

Nah kalo kamu emang pengen ngerasain hidup di Sungai Kahayan, kamu bisa memilih menggunakan kapal dengan fasilitas lengkap. Bisa liveaboard sambil menjelajahi Sungai Kahayan. Bangun bisa liat sunrise Kalimantan, tidur bisa nikmatin syahdunya nyanyian jangkrik di hutan sekitar Sungai Kahayan.

via instagram.com/woodowrking.bali

via instagram.com/seputaranpik

Wisata Susur Sungai Kahayan ini bisa jadi pengalaman unik bagi kamu karena kamu bisa melihat secara langsung kehidupan penduduk suku asli Kalimantan, Suku Dayak, yang tinggal di sekitar Sungai Kahayan.

via instagram.com/shalam_

via instagram.com/koniajjah

via instagram.com/zenarizal

Hal lain yang gak kalah menarik di Sungai Kahayan ini adalah jembatannya. Kalo ke Palangkaraya, pasti deh jembatan ini gak dilewatkan buat dikunjungi.

via instagram.com/trianadewia_

via instagram.com/nono.sat

 

Detail Informasi

Lokasi: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah, Jl. Cilik Riwut Km. 5, Palangka Raya, 73112
Rate Perahu:

  • Klotok: Rp. 75ribu/orang (3-4 jam menyusuri Sungai Kahayan)
  • Perahu biasa: Rp. 250ribu/jam
  • Perahu dengan fasilitas menginap: Rp. 10juta - Rp. 15juta/perahu

 

7. Menyapa Orangutan di Arboretum Nyaru Menteng

Terletak di Desa Tahai, Arboretum Nyaru Menteng ini juga menjadi incaran para wisatawan yang ingin berpetualang dan menyapa Orangutan saat wisata di Palangkaraya. Berbeda dengan Tanjung Puting, Nyaru Menteng merupakan tempat penangkaran Orangutan yang dilindungi.

via tantular.com

Untuk bisa masuk ke dalam Arboretum Nyaru Menteng, kamu harus datang di hari libur. Karena selain hari libur, Arboretum ini nggak dibuka untuk umum.

via instagram.com/bang_eas

Di Arboretum Nyaru Menteng, kamu bisa ngeliat Orangutan dari berbagai usia. Yang masih diurusin sampai yang udah besar. Ternyata bayi Orangutan itu sama kayak manusia loh, guys! Harus dikasih susu dan disayang-sayang. Duh, jadi baper kalo bahas sayang-sayangan~

via instagram.com/anniemariemusselman

via instagram.com/danungarifin

via instagram.com/bosfoundation

Selain bisa menyapa Orangutan, kamu juga bisa nemuin Beruang Madu di Arboretum Nyaru Menteng.

via getborneo.com

Kalo udah main-main sama Orangutan dan ketemu si Beruang Madu yang lucu itu, kamu bisa juga loh jalan-jalan santai ngelilingin hutan yang ada di Arboretum Nyaru Menteng. Gak perlu takut capek soalnya di hutannya udah ada treknya, jadi kamu tinggal ngikutin aja deh.

via getborneo.com

via instagram.com/mamik0904

 

Detail Informasi

Lokasi: Desa Tahai, Bukit Batu, Palangkaraya

Operasional: Setiap hari libur

 

8. Chilling di Bukit Tangkiling

Gak punya banyak waktu saat wisata di Palangkaraya? Main-main aja ke Bukit Tangkiling. Dari puncak bukitnya, kamu bisa ngeliat keseluruhan kota Palangkaraya.

viavia instagram.com/kurniawanid

via instagram.com/muel_muele

via instagram.com/kamilia_ys

via instagram.com/fery_setiawan_junior

Untuk mencapai puncak Bukit Tangkiling, kamu cukup meluangkan waktu untuk hiking selama 30-45 menit.

via travel.detik.com 

Barisan rumput tinggi yang menemani perjalananmu untuk mencapai puncak Bukit Tangkiling bisa jadi opsi untuk menambah konten di IG kamu juga, loh!

via instagram.com/feyrie

via instagram.com/wendahincin

via instagram.com/indriyuliani

via instagram.com/aktriodjadam 

Di sepanjang jalan menuju puncak Bukit Tangkiling, kamu akan menemukan beberapa bebatuan besar. Salah satu batu yang terkenal adalah Batu Bawana yang bentuknya seperti kapal terbalik.

via benyaminlakitan.com

Kalo udah sampai di puncak Bukit Tangkiling, nikmatilah pemandangan kota Palangkaraya dari atas sana sambil chilling melepas lelah trekking.

via instagram.com/dedy579

via instagram.com/peppywenthe

Pemandangan dari atas Bukit Tangkiling ini rasanya sayang banget kalo ga kamu abadikan emang. Tapi jangan sampe kamu tenggelem sama dunia maya, ya! Live the moment~

via instagram.com/rida_dicaprio

 

Detail Informasi

Lokasi: Banturung, Bukit Batu, Palangkaraya

 

9. River Tubing di Sungai Batu Sei Gohong

Siapin baju ganti kalo kamu mau berkunjung ke Sungai Batu Sei Gohong! Terletak di Desa Gohong, sungai ini menjadi tempat wisata Palangkaraya bagi wisatawan yang ingin mencoba penglaman river tubing.

via instagram.com/tane_takam

via backpackerborneo.com

Cuma sekitar 40 menit perjalanan dari Palangkaraya untuk sampai di Sungai Sei Gohong. Gak ada tiket masuk juga dan buat nyobain river tubing, di sini disewain pelampungnya. Gak mahal, cuma Rp. 5ribu aja, kak. Abis itu kamu bisa nyobain serunya arung jeram ala-ala pake pelampung.

via introvertian.blogspot.co.id 

via instagram.com/kartiniygs

via instagram.com/ricotilaar

via instagram.com/ari_fadilah

Jadi kalo di Sungai Batu Sei Gohong, jangan sampe kamu gak nyobain serunya river tubing dan malah duduk-duduk main air aja ya, guys!

via instagram.com/dietyaanggrahini

 

Detail Informasi

Lokasi: Desa Gohong, Palangkaraya

Biaya Parkir: Rp. 2ribu/kendaraan

Sewa Pelampung: Rp. 5ribu/pelampung

 

10. Pulau Kaja: Planet of The Apes-nya Kalimantan

Gak punya waktu banyak buat ngeliat Orangutan di Tanjung Puting atau pas ke Arboretum Nyaru Menteng eh tempatnya tutup? Mampir ke Pulau Kaja aja! Ada sekitar 200an Orangutan yang menghuni Pulau Kaja. Bener-bener jadi kayak Planet of The Apes~

via indonesia-tourism.com

via indonesia-tourism.com

Buat menuju Pulau Kaja, kamu bisa menumpang klotok dari Dermaga Tangkiling. Cuma 30 menit aja buat sampai ke Pulau Kaja ini.

via instagram.com/baayoe

via instagram.com/kuntiayuvedanti

Kalau kamu lagi beruntung, kamu bisa ngeliat langsung si Orangutan ini di hutan yang ada di sekitaran Sungai Rungan yang ngelilingin Pulau Kaja. Tapi kalo kamu lagi apes, ya gak bisa ngerasain sensasi Planet of The Apes deh :p

via nfitriah.blogspot.co.id 

via nfitriah.blogspot.co.id 

via christian.se

 

Detail Informasi

Lokasi Dermaga: Dermaga LLASD Tangkiling, Sei Gohong, Bukit Batu, Palangkaraya

Sewa Klotok: Rp. 300ribu/klotok

 

11. Air Terjun Bumbun: Air Terjun 7 Tingkat

Gak cuma bisa menjelajah hutan dan sungai, wisata di Palangkaraya kamu juga bisa menikmati segarnya wisata air terjun. Di Desa Muara Tuhup ada Air Terjun Bumbun. Air terjun 7 tingkat ini gak sulit buat ditemuin, cuma perjalanan ke sana dari Palangkaraya lumayan memakan waktu. Jadi pastiin kamu berangkat subuh supaya gak kesorean pas sampe sini.

via liputan6.com

via instagram.com/cahyadi_bastian 

Perjalanan dari Desa Muara Tuhup hingga sampai di lokasi Air Terjun Bumbun juga ga ribet. Jalanannya agak menurun, tapi udah ada tangga yang dibuat jadi lebih gampang buat kamu mencapai Air Terjun Bumbun. Di kiri dan kanan tangga ada pepohonan yang bikin udara sekitar situ jadi lebih adem.

via bci-official.blogspot.co.id

via bci-official.blogspot.co.id 

Rasanya pengen langsung nikmatin segernya Air Terjun Bumbun pasti kalo udah sampe di lokasi~

via instagram.com/awanlembut_

Kalo pas ke sini kamu ga bawa baju cadangan, ya foto-foto aja buat nambah konten di IG kamu.

via instagram.com/cahyadi_bastian

via instagram.com/tripbackpacker.id

 

Detail Informasi

Lokasi: Desa Muara Tuhup, Uut Murung, Murung Raya, Palangkaraya

 

12. Jembatan Kahayan: Jembatan Ikonik Palangkaraya

Kalo San Fransisco punya Golden Gate Bridge, wisata Palangkaraya punya Jembatan Kahayan. Jembatan yang menghubungkan Palangkaraya dengan Kelurahan Pahandut Seberang ini adalah ikon dari Palangkaraya. 

via centralborneo.com 

Jembatan Kahayan terletak di Jl. Kapten Piere Tendean. Gak susah untuk menuju jembatan ini secara jembatan ini letaknya cuma 1 km dari pusat kota Palangkaraya. Jalan kaki juga bisa ke sini. Buat selfie di sini rasanya agak sulit, ya. Jembatannya nanti jadi gak keliatan sepenuhnya. Nah, kalo mau selfie, kamu harus turun dulu ke pinggiran Sungai Kahayan yang ada di bawah jembatan supaya dapet view-nya.

via instagram.com/ajihutama12 

via instagram.com/daffa_dav

Eit, jangan langsung cabut begitu udah dapet selfie di Jembatan Kahayan. Sempetin buat foto di tembok Jembatan Kahayan yang artsy itu.

via instagram.com/postcardplk

via instagram.com/ikhwannafis_

via instagram.com/aunur.rahmand

via instagram.com/elsaputricaca

Kalo kamu dateng kesorean atau kemaleman, Jembatan Kahayan ini juga masih bagus kok buat foto-foto.

via instagram.com/arcradioid

via instagram.com/santokibo

 

Detail Informasi

Lokasi: Jl. Kapten Piere Tendean, Palangkaraya

 

13. Taman Nasional Sebangau: Sungainya Sehitam Bulu Burung Bangau

Lima belas menit dari pusat kota Palangkaraya, ada Taman Nasional (TN) Sebangau. Basically, TN Sebangau ini merupakan lahan hutan gambut yang dilalui beberapa sungai. Salah satu sungai yang menjadi ciri khas TN Sebangau adalah Sungai Koran karena airnya yang berwarna hitam dari zat tannin tanaman gambut yang sehitam bulu burung bangau.

via travel.kompas.com

via backpackerborneo.com

via backpackerborneo.com

Untuk menyusuri TN Sebangau, kamu bisa menyewa speed boat dari kantor TN tersebut.

via travel.kompas.com

Sembari menyusuri permata hitam ini, kamu juga bisa melihat Orangutan kayak di Tanjung Puting. Jam 3 sore adalah waktu yang tepat kalo kamu pengen lihat Orangutan di TN Sebangau.

via tantular.com

via senjamoktika.wordpress.com

via senjamoktika.wordpress.com

Musim terbaik untuk mengunjungi TN Sebangau adalah saat musim hujan di bulan Desember-Februari. Kalo kamu ke sini pas musim kemarau, kamu perlu trekking menyusuri TN Sebangau karena air sungainya surut.

via senjamoktika.wordpress.com

via senjamoktika.wordpress.com

 

Detail Informasi

Lokasi: Desa Kereng, Palangkaraya

Transportasi: Sewa speed boat Rp. 500ribu

 

Jadi, udah tau kan sekarang kalo lagi di Palangkaraya bisa ke mana aja biar gak mati gaya selain silahturahmi sama sodara kamu di Tanjung Puting? :p


Penulis
Penulis Christa Meullemans
Wanderer who loves to wonder and works as a copywriter so paying bills would be a whole lot easier~

Artikel Terkait

Advertisement

Rekomendasi Lainnya

Dapatkan inspirasi jalan-jalan di Indonesia ke e-mail Kamu

Kamu akan mendapatkan ide jalan-jalan di Indonesia dengan berlangganan newsletter kami.