19 Wisata 'Wah' di Sulawesi Tengah Yang Bakal Bikin Kamu Sumringah


Sulawesi Tengah - Sport & Adventure - 1206 Hits

Keindahan Sulawesi ternyata nggak cuma berpusat di Bunaken, Manado. Kamunya aja kelamaan nongkrong di Jawa dan kurang piknik sampai bisa-bisanya mendustakan keindahan-keindahan alam Sulawesi Tengah. Nah daripada kamu capek-capek googling wisata Sulawesi Tengah lebih jauh dan habis-habisin kuota, mending langsung aja masukin 19 objek wisata kebanggaan Sulteng ini ke bucket list kamu. 

 

1. PERGI KE CAGAR ALAM MOROWALI, SERASA TERLAHIR KEMBALI

‘Haruskah aku lari ke hutan atau belok ke pantai?’

Sepertinya kegalauan Rangga dalam puisinya di AADC 1 bisa terselesaikan kalau dia mau pergi ke Cagar Alam Morowali. Gimana nggak, Cagar alam Morowali menyediakan beragam objek wisata mulai dari hutan yang berlatar pegunungan Tokala, Morowali, dan Tambusisi hingga hutan pantai di dekat teluk Tomori. 

via indonesiaarchipelago.com  

Jangan kuatir berpetualang sendirian ke Morowali karena di Morowali kamu bakal ditemani sama warga-warga suku Wana yang mencapai 2.000 orang sekaligus berkenalan dengan fauna-fauna khas Sulawesi. Ada burung Maleo, Kuskus, hingga Tarsius. Dari warga-warga suku Wana kamu bakal belajar banyak ilmu melestarikan alam seperti kebiasan berladang berpindah untuk mengembalikan kesuburan tanah. 

via indonesiaarchipelago.com 

via indonesiaarchipelago.com 

via riszkynurseno.blogspot.co.id

via riszkynurseno.blogspot.co.id

Kalau tadi kita sudah berkenalan dengan warga-warga suku Wana, saatnya kamu tour ke rumah-rumah warga suku Bajoe yang berdiri tegak di atas permukaan laut cagar alam Morowali. Lupakan snapgram dan messenger yang menerormu, kini saatnya kamu berinteraksi nyata dengan warga-warga yang masih terbebas dari kungkungan teknologi sambil menikmati pemandangan teluk Tomori. 

via indonesiaarchipelago.com 

via indonesiaarchipelago.com 

via indonesiaarchipelago.com   

 

Detail Informasi

Lokasi: Kabupaten Morowali, Kecamatan Soyo Jaya, Bungku Utara, Mamosalato, Sulteng

Rute: Dari Poso kamu bisa menuju Kolonodale selama 5-6 jam perjalanan darat atau 10 jam jika kamu berangkat dari Palu. Setibanya di Kolondale kamu bisa menyewa speedboat dengan waktu tempuh 30 menit.  

 

2. PUSAT LAUT DONGGALA: SATU-SATUNYA SUMUR RAKSASA DI DUNIA YANG MAMPU SEHATKAN JIWA RAGA

Lupakan Ponari dan air ajaibnya karena Pusat Laut Donggala dari jaman dahulu kala punya sumur ajaib yang bisa sembuhin penyakit. Mau punya tubuh sehat? Bisa, mau punya paras rupawan? Bisa…diatur. 

via travelingyuk.com 

Walaupun sumur ini udah terkontaminasi air hujan dan tubuh sejuta umat, tapi air di Pusat Laut Donggala nggak pernah keruh! Makin kebelet buat berenang kan kamu? Sebelum berenang, kamu bisa bergelantungan ala Tarzan sebelum terjun atau kalau kamu anaknya play safe bisa langsung turun ke sumur pakai tangga yang tersedia. 

via instagram.com/sukritalanda 

BYUR! Ternyata air yang menyambut kamu rasanya asin. Jangan heran jangan bimbang, Pusat Laut Donggala ini punya lubang di dalam sumur yang memberikan pasokan air laut dari pantai Tanjung Karang yang berjarak 500 meter dari sumur. Cuma nggak usah sok ide berenang menyelami lubang tersebut karena nyatanya lubang ini tertutup oleh batu.

via travelingyuk.com 

Kalo kamu ngebayangin sumur ajaib ini seperti sumur di film horor The Ring yang mengeluarkan hantu bernama Sodaqoh, kamu salah sangka. Nyatanya sumur ini memiliki lebar hingga 10 meter dan dikelilingi batu-batuan besar.

via instagram.com/raufrezkigafur 

via instagram.com/yadileodiee 

Kedalamannya pun bervariasi, mulai dari 5 meter di saat laut tengah surut hingga 7 meter di saat laut pasang. Sekadar tips, sebelum ke sini belajar berenang dulu ya, minimal belajar ngambang biar bisa foto berenang terlentang layaknya traveler-traveler profesional. 

via travelingyuk.com 

Usai berenang, kamu bisa menghabiskan hari di pantai Tanjung Karang sambil main ukulele untuk menunjang feeds aesthetic kamu atau sekadar memotret keindahan laut berwarna biru muda jernih yang bikin kita ingin selalu menjaga alam. Atau kalau mau lebih hepi ya snorkeling aja!

via instagram.com/aldisaputrabs 

via indonesiana.co.id

Berhubung objek wisata Pusat Laut Donggala ini sudah dikelola dengan baik oleh pemerintah setempat, kamu bisa melepas lelah seusai dari pantai di fasilitas pondok penginapan seharga Rp.50.000,00 dan mengisi perut di warung dengan range harga Rp.1.000,00-Rp.25.000,00. 

via instagram.com/syauqiakib 

 

Detail Informasi

Lokasi: Dusun Simbe, Desa Limboro, Kecamatan Banawa Tengah, Donggala, Sulteng 94351 (45 km dari kota Palu)

Rute: Dari sebelah utara pusat kota Palu kamu hanya cukup naik mobil selama 45 menit untuk mencapai kawasan Pantai Tanjung Karang Donggala. 

HTM: Gratis untuk hari senin sampai sabtu. Hari minggu atau hari libur nasional, pengunjung akan dikenakan biaya sebesar Rp.5.000,00 (anak-anak), Rp.10.000,00 (dewasa), Rp.15.000,00 (wisatawan asing)

 

3. PULAU SOMBORI: INI JADINYA KALAU RAJA AMPAT DAN WAKATOBI DIGABUNG JADI SATU

Buat kamu yang baru putus atau tengah dilanda galau kronis, berwisata ke Pulau Sombori mungkin bisa menjadi penawar kesedihanmu. Biarpun kamu jauh dari rumah dan ditinggalkan cinta, pulau Sombori bisa menyegarkan pikiran dengan gugusan karang indah dan air laut berwarna turquoise layaknya di Raja Ampat dan Wakatobi. 

 via instagram.com/reddoorzhq 

via instagram.com/positiviagens 

Nggak cuma bikin kamu move on, Pulau Sombori bahkan bikin kamu kepikiran buat move in sejenak dari sumpeknya Ibukota. Kan enak, kamu jadi bisa terjun ke laut sambil salto dari dermaga atau main bebek-bebekan tanpa repot memikirkan kemacetan dan #COMMUTINGLYFE.

via instagram.com/rohandi_js 

via instagram.com/palurepost 

Bila memang kamu kelewat segan untuk berlibur sendirian, ada baiknya ajak sahabat-sahabat terbaik kamu untuk liburan dan snorkeling bareng di Pulau Sombori. Jangan ragukan keindahan bawah laut Pulau Sombori, karena walaupun kita bisa melihat isi lautan dari atas daratan karena kejernihan airnya, lautan Sombori masih menyimpan ikan-ikan yang berenang bebas dan aneka terumbu karang seindah screensaver windows XP. 

via instagram.com/aliea_tj 

via somboriisland.com 

via somboriisland.com 

Sambil snorkeling dan mengelilingi gugusan karang pulau Sombori, jangan lupa menguak misteri keindahan gua-gua milik pulau Sombori. Salah dua gua yang paling fenomenal adalah Gua Allo dan Gua Berlian. Di Gua Allo kamu bisa menelusuri gua sambil berenang karena nyatanya gua ini terendam air. 

via instagram.com/sombori_official 

via instagram.com/sultengstories 

via blog.ivacanza.co 

Nggak kuat berenang lebih lanjut? Jangan sedih…  kamu tetep bisa menelusuri gua yang kering kok di Gua Berlian. Seperti namanya, Gua Berlian ini memiliki banyak stalaktit yang memantulkan sinar-sinar. Jadi kalau berada di sini kamu bakalan ngerasain mandi cahaya ilahi selayaknya sedang mendapatkan wahyu dari Tuhan. 

via instagram.com/naga_inst 

via blog.ivacanza.co 

 

Detail informasi

Lokasi: Pulau Sombori, Matarape, Menui Kepulauan, Morowali, Sulteng (4-6 jam dari kota Kendari)

Rute:  Kamu bisa melalui perjalanan darat ke Kabupaten Konawe Utara dilanjutkan perjalanan laut dengan speed boat minimal 2 jam menuju Sombori. 

 

4. MENDAKI GUNUNG GAWALISE DARI TITIK NOL  

Boleh dikatakan gunung Gawalise ini adalah gunung yang paling mudah diakses karena jaraknya cuma 15 menit dari bandara atau 10 menit dari pusat kota Palu. Mendaki gunung Gawalise ibarat mengisi bensin: dimulai dari 0. Ya, jalur pendakian gunung yang menjaga teluk Palu ini memang dimulai dari 0 meter di atas permukan laut. 

via instagram.com/oy_tolare24  

via instagram.com/gemdra 

Di antara gunung-gunung yang ada di kota Palu, jalur pendakian gunung Gawalise tergolong paling ekstrim. Untuk membayar kelelahan kamu, gunung berketinggian 2.023 mdpl ini bakalan menjamu kamu dengan lansekap kota Palu di puncaknya.

via instagram.com/tristahirr 

via instagram.com/nol_kilometer 

via instagram.com/gemdra 

Kalau kamu terlampau lelah untuk langsung turun, habiskanlah semalam di Gunung Gawalise dengan berkemah di sekitar lembah Palu. Kamu bisa membawa perbekalan dengan membungkus makanan dari rumah makan Simpang Lima yang hanya berjarak 500 meter dari kaki gunung. Di keesokan harinya kamu akan takjub seketika melihat keindahan matahari terbit yang hadir tanpa permisi. 

via instagram.com/andris_musagimpu   

via instagram.com/gemdra 

 

Detail Informasi

Lokasi: Kelurahan Silae, Kota Palu, Sulteng

Rute: Sangat mudah mencapai gunung Gawalise. Dari kota Palu kamu hanya perlu naik angkutan umum selama 10 menit, atau 1 jam perjalanan dari pelabuhan Pantoloan, atau 15 menit dari bandara Mutiara Palu. 

 

5. JANGAN SALAHIN SUNGAI LUK PANENTENG KALAU BIKIN PIKIRAN KAMU JADI ENTENG 

Usaha keras emang nggak akan pernah mengkhianati hasil, karena setelah naik pesawat ke Luwuk, sejam naik kapal laut ke Salaka, menempuh perjalanan darat selama dua jam ke Banggai, hingga akhirnya berjalan kaki 20 menit kalian akhirnya tiba juga di sungai Luk Panenteng! 

via instagram.com/endhyfyrera 

Sebagai sungai yang menjadi saingan terberat dari Labuan Cermin di Derawan, sungai Luk Panenteng ini sangat on point dikunjungi di pagi hari karena sinar matahari akan ke sungai hingga warna biru muda sungai jauh lebih terang dan jernih dari biasanya. Jadi jangan nekat datang di saat musim hujan ya. 

via instagram.com/like_luwuk 

Seperti halnya Pulau Sombori, sungai Luk Panenteng ini masih belum banyak dijamah manusia hingga kamu bisa merasakan kesepian dan kebersihan tiada tara dari sungai ini. Makanya wajar kalau kamu nggak menemukan satu warung makan di sini. Jadi sebelum ke sini, coba penuhi kotak perbekalanmu ya biar kuat mendayung perahu untuk menyusuri sungai atau berenang hingga lelah. 

via instagram.com/nol_kilometer 

Dan buat kamu yang penasaran berapa dana yang akan kalian gelontorkan untuk masuk ke dalam sungai surga ini? Jawabannya adalah NOL, pemirsa karena memang belum dikelola pemerintah. Tapi bukan berarti dengan nggak adanya petugas galak, kamu jadi bebas buang sampah sembarangan ya. Yuk jaga bersama-sama kebersihan dan keindahan sungai Luk Panenteng.  Because it only costs Rp.0,00 to be a decent person, right? 

via instagram.com/alkipoh  

 

Detail Informasi

Lokasi: Kecamatan Bulagi Utara, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulteng

Rute: Dari Luwuk, kamu bisa naik kapal laut menuju Salaka, dilanjutkan dengan perjalanan darat menuju Banggai, lalu jalan kaki selama 20 menit untuk sampai di sungai Lukpanenteng. 

HTM: Gratis

 

6. SENSASI #NOFILTER DANAU PAISU POK 

Masih bertetangga dengan Luk Panenteng, kali ini kita bakal ngajakin kamu ke danau Paisu Pok, Sulawesi Tengah. Keindahan danau ini sebelas dua belas dengan sungai Luk Panenteng, hanya saja danau Paisu Pok memiliki warna air yang lebih gelap namun tetap jernih hingga refleksi pepohonan hijau pun membias sempurna di atasnya. 

via instagram.com/alan_kaburek  

via instagram.com/nafsukelana 

Kalau danau-danau biasanya memiliki warna sepekat susu cokelat dengan objek-objek random mengambang di atasnya, di danau Paisu Pok kalian bisa menikmati bening dan bersihnya danau sambil foto-foto merenungi nasib di tepi danau. Karena danaunya sudah bening dari sananya, tentu saja kamu nggak perlu menggunakan filter atau vscocam.  

via instagram.com/sultengstories 

via instagram.com/gogorobak_palu 

Sesuai asal namanya, Paisu Pok yang berarti air hitam, warna gelap danau Paisu Pok ini disponsori oleh warna-warna rumput juga akar-akar pohon yang berada di dasar danau. Berhubung danau ini bersih, kamu bisa berenang dan menyelam sesuka hati tanpa takut tercemar. Tapi hati-hati ya, jangan sampai kamu menodai kesucian danau perawan ini dengan meninggalkan ‘jejak’mu di sini.

via instagram.com/like_palu   

via instagram.com/soalpalu   

via instagram.com/travellerindokece 

 

Detail informasi

Lokasi: Lukpanenteng, Banggai Kepulauan, Sulteng

Rute: Dari Luwuk, kamu bisa naik kapal laut menuju Salaka, dilanjutkan dengan perjalanan darat menuju Banggai, lalu jalan kaki selama 20 menit untuk sampai di sungai Lukpanenteng.

 

7. PULAU DUA BALANTAK, KEINDAHAN YANG TIADA DUANYA

Seperti cerita-cerita di sinetron, Pulau Dua Balantak di Sulawesi Tengah dan pulau Flores adalah saudara kembar yang terpisah. Tapi yang bikin Pulau Dua Balantak ini nggak ada duanya adalah karena pulau ini masih belum banyak dikunjungi pelancong. Pas banget kan buat kamu yang introvert tulen atau ingin menyepi dari keramaian? Apalagi di Pulau Dua ini sama sekali nggak ada sinyal telepon, bye-bye kefanaan dunia maya! 

via instagram.com/soalpalu  

via instagram.com/like_palu 

via instagram.com/like_palu 

Biarpun Pulau Dua Balantak sepi, tapi pulau ini mampu menawarkan kehangatan lewat bukit yang berwarna kuning terang, tarian awan yang berarak, dan ombak laut yang membuai sampai bikin kita selonjoran di atas bukit dan ujung-ujungnya kebablasan tidur siang. 

via instagram.com/annisayulian  

via instagram.com/like_palu   

Nggak kerasa terlalu lama tidur siang di bukit bikin kamu kepanasan. Sekarang saatnya kamu nyebur ke Pantai Dua Balantak. Kalau kamu males nyebur, kamu tetep bisa ngambang effortless di atas air dengan bantuan floating bean bag sambil main pasir-pasiran. 

via instagram.com/diansjepret 

via instagram.com/destiaklsr 

via instagram.com/like_palu  

Kalo tadi kamu udah menjajal keindahan di atas laut, sekarang saatnya pindah ke bawah laut. Siap-siap untuk terpana sekali lagi karena ternyata Pulau Dua Balantak menyimpan terumbu karang berwarna terang di dasar laut. Berhubung Pulau Dua Balantak masih sepi dan belum menyediakan penyewaan snorkeling, ada baiknya kamu membawa peralatan renang dan snorkeling sendiri. 

via kandoranews.com  

via general.web.id

 

Detail Informasi

Lokasi: Desa Kampangar, Kecamatan Balantak, Sulteng 

Rute: Dari kota Luwuk kamu bisa menuju timur hingga tiba di perbatasan Luwuk Timur dan kecamatan Balantak. Di kecamatan Balantak kamu akan menemukan desa Kampangar, di mana kamu bisa menyeberang ke pulau Dua dengan menggunakan perahu selama 10-15 menit. 

Harga Penginapan: Rp.30.000,00-Rp.50.000,00 semalam (di desa Kampangar)

 

8. BERPOSE NGGAK KENAL MALU DI JEMBATAN PALU 

Kalau Amerika punya Golden Gate Bridge, Sulawesi Tengah punya Jembatan Palu. Jembatan Palu ini digadang-gadang sebagai jembatan yang pertama dibangun di Indonesia, bahkan ketiga di dunia setelah jembatan lengkung yang ada di Perancis dan Jepang lho. Dari atas Jembatan Palu kamu bisa melihat tiga topografi atau kota tiga dimensi yaitu pegunungan, lembah, dan laut. 

via bintang.com 

via hello-pet.com 

Kayaknya Aminuddin Ponulele, gubernur Palu pada masanya yang berinisiatif membangun Jembatan Palu, paham banget kalau foto-foto sekarang jadi kebutuhan dasar manusia. Makanya beliau juga menyediakan trotoar di kiri kanan jembatan sekaligus tempat bersantai di sekitar jembatan. Jadi kamu bebas lincah berfoto-foto tanpa takut kesamber kendaraan-kendaraan yang hilir mudik di jembatan Palu. 

via instagram.com/smulawardi 

via telukpalu.com    

via instagram.com/naufalarroisi 

Melihat lengkungan Jembatan Palu yang menyerupai huruf M dan warnanya yang kuning, kamu mungkin mengira kalau jembatan ini berafiliasi dengan restoran cepat saji terkenal. Tapi nyatanya Jembatan Palu ini semata dibangun murni sebagai penghubung antara warga Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat dengan jarak sepanjang 300 meter. Tanpa melupakan unsur fungsionalnya itu, Jembatan Palu juga menyimpan kecantikan lewat bunga-bunga yang bermekaran di sekitar dan lampu-lampu yang menyala di malam hari. 

via instagram.com/sultengid 

via instagram.com/arief_rhmn7 

 

Detail Informasi 

Lokasi: Teluk Palu, kota Palu, Sulteng (2 km dari pusat kota palu)

Rute: Dari pusat kota palu, kamu tinggal naik kendaraan umum selama 15 menit untuk sampai ke lokasi.

HTM: Gratis! 

 

9. MELEPAS RINDU DENGAN ALAM DI TAMAN NASIONAL LORE LINDU 

Masih ingat dengan garis Weber dan garis Wallace di pelajaran IPS berjuta tahun silam? Sekarang kita bakal ngajak kamu untuk jelajah alam dan budaya di kawasan yang dilintasi garis Wallace, apalagi kalau bukan Taman Nasional Lore Lindu! 

via cptravelcentralsulawesi.blogspot.co.id

via crazytourist.com 

Saking banyaknya kekayaan alam dan budaya yang dimiliki Taman Nasional Lore Lindu, kita curiga kalau pembahasan soal Lore Lindu butuh satu artikel sendiri. Mungkin kamu ingin mengawali perjalananmu di Lore Lindu dengan berpose I feel free ala princess di atas hamparan rumput dan bunga-bunga cantik atau di atas perahu yang melintasi danau Lindu. 

via instagram.com/tnabe88 

via instagram.com/lewimalmstein    

Berhubung wisata alam di Lore Lindu nggak cukup dijelajahi sehari doang, ada baiknya kamu menginap semalam. Nginepnya bukan di rumah adat Lobo yang ada di Lore Lindu lho ya, tapi di camping ground Wuasa yang langsung menghadap ke arah danau juga danau Tambing yang akan kita bahas lebih lanjut di bawah. 

via instagram.com/dhiarfilateli  

via instagram.com/magnificentrifa 

Buaian alam yang sesungguhnya dapat kamu rasakan ketika kamu terbangun di pagi hari, keluar dari tendamu, dan mengeksplorasi alam sekitar. Kamu bisa memulainya dengan membelah hutan dan ilalang untuk memotret flora-flora endemic seperti Nepenthes Gracilis dan Nepenthes Nigra. 

via instagram.com/sugianto.shu 

via instagram.com/msahidf 

via instagram.com/fisalanggaraputra 

via instagram.com/msahidf 

Bicara soal flora, rasanya nggak sah kalau kita nggak membicarakan tuan rumah Lore Lindu yang sesungguhnya. Mari kita sambut burung maleo dan kuskus yang merupakan fauna endemik Sulawesi. Tentunya kedua fauna itu merupakan segelintir jika dibandingkan 117 jenis mamalia, 88 jenis burung, 29 reptil, dan 19 amfibi lain yang mendiami Taman Nasional Lore Lindu. 

via sidomi.com 

via instagram.com/aulilaa 

Selain berwisata alam, Lore Lindu juga tempat yang pas untuk napak tilas jaman megalitikum ratusan bahkan ribuan tahun lalu. Berbagai jenis patung dan perkakas megalitikum dapat kamu temukan dengan mudah. Ada patung-patung batu yang berbentuk seperti manusia tapi hanya menggambarkan kepala, bahu, dan kelamin hingga batu dakon yang berbentuk rata hingga cembung.  

via kapanlagi.com 

via vacationindonesiatours.com

via jalanjalanyuk.com

via instagram.com/cassdives   

 

Detail Informasi

Lokasi: Desa Sedoa, Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulteng (90 km dari kota Palu)

Rute: Dari Palu kamu bisa menuju Lore Lindu dengan melewati jalan Trans Palu-Napu selama 2-3 jam.

Kontak: www.lorelindu.info/

 

10. REFLEKSI DIRI DI JERNIHNYA AIR LAUT KEPULAUAN TOGEAN 

Dibanding Wakatobi dan Takabonerate, Togean mungkin kalah populer. Tapi, kepulauan Togean ini menawarkan ketenangan lewat pulau yang tak terjangkau sinyal. Serunya, kamu bisa milih mau stay di pulau mana mengingat Kepulauan Togean terdiri dari 6 pulau besar dan 60 pulau kecil yang tersebar di area 292 ribu hektar. Tapi biar kamu nggak pusing milih, kita saranin kamu bermalam di pulau Kadidiri, Maldives-nya Togean yang benar-benar masih perawan. 

via blog.ivacanza.co 

via gocelebes.com   

Percaya atau nggak, menginap di pulau Kadidiri ternyata jauh lebih murah dari menginap di Ibukota. Semalamnya kamu hanya perlu membayar Rp. 125.000,00 - 200.000,00 untuk mendapat cottage kayu dengan fasilitas makan tiga kali sehari juga freeflow kopi dan teh. Selain cottages ada juga rumah-rumah warga yang langsung berdiri di atas laut dan dihubungkan dengan jembatan dari satu rumah ke rumah. Pokoknya serasa  lagi di Maldives deh! 

via anekatempatwisata.com  

via anekatempatwisata.com  

via pegipegi.com  

Mengunjungi Pulau Kadidiri rasanya belum afdol kalo belum menyapa kekayaan biota lautnya. Apalagi segudang terumbu karang bisa kamu lihat dengan jelas lewat air laut Togean yang sebening kristal. Terumbu-terumbu karang ini sudah berpuluh-puluh tahun jadi rumah bagi penyu, hiu, dan tentunya stingless jellyfish alias ubur-ubur jinak. 

via gocelebes.com   

via cool4myeyes.com 

via cool4myeyes.com   

via virustraveling.com 

Selain terumbu karang, ikan-ikan lucu ini juga mendiami bangkai pesawat B24 warisan perang dunia II yang karam di dasar lautan Kadidiri. Untuk berkunjung ke spot puing pesawat ini, kamu bisa naik speedboat sejauh 16 km dari pulau Kadidiri. 

via instagram.com/bimoemo  

via dolandolen.com   

Untuk menutup harimu di Kadidiri, nikmati sunset yang aduhai cantiknya atau berjemur menatap matahari yang nggak terik namun masih tersisa hangatnya. Puas-puasin menikmati cahaya gratis dari Tuhan karena penerangan dan listrik di pulau Kadidiri hanya dibatasi sampai pukul 21.00 malam. Jadi ada baiknya kamu membawa emergency lamp atau sekalian langsung tidur jam 9 teng. 

via instagram.com/iedilputra  

via instagram.com/tam0li 

 

Detail Informasi

Lokasi: Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, Teluk Tomini, Sulteng 

Rute: Dari Gorontalo kamu bisa menaiki feri selama 12 jam ke Wakai untuk mencapai Togean. Jika kamu dari Luwuk, kamu bisa menaiki mobil atau bus selama lima jam menuju Ampana lalu naik feri Tuna Tomini 3 jam ke Wakai. 

Harga sewa speedboat: Rp.300.000,00-Rp.500.000,00

 

11. BERCENGKRAMA DENGAN PENYU-PENYU UNYU DI PULAU PASOSO 

Kali ini kita bakal ngajakin kamu ke markas terakhir penyu-penyu hijau yang tersisa, yaitu di Pulau Pasoso. Memang pulau ini tergolong kecil dibanding Kepulauan Togean. Tapi, keindahan laut Pulau Pasoso benar-benar bersih dan terjaga. Wajar aja, Pulau Pasoso emang udah ditetapin jadi area konservasi penyu. Jumlah pengunjung pun benar-benar dibatasi dan harus mendaftar lebih awal untuk mendapatkan izin berwisata. 

via instagram.com/annishaode 

via instagram.com/soalpalu  

Kalo kamu udah ngedapetin izin berwisata ke pulau Pasoso, kamu bisa berkemah di sini untuk menunggu momen penyu bertelur pada malam hari. Waktu terbaik untuk mengunjungi pulau Pasoso ini jatuh pada bulan September sampai Oktober, di mana para induk betina lagi gencar-gencarnya bertelur. 

via jambulkuning.blogspot.co.id

via jambulkuning.blogspot.co.id

via superadventure.co.id

Kalau kamu bermalem di sini, usahakan jangan berisik di malam hari karena induk-induk penyu butuh situasi super chill buat menelurkan 60 hingga 150 butir telur. Kalo penyu-penyu unyu itu terganggu, mereka akan puter balik lagi ke laut dan mogok bertelur, wayoloh! 

via instagram.com/initial_i 

Pagi hari asyiknya berenang atau snorkeling dengan peralatan pribadi kamu. Kalo kamu lagi hoki, penyu-penyu unyu akan keluar dari persembunyiaannya menemani kamu berenang. Cuma usahain supaya kamu jaga jarak dan nggak mencemari lingkungan. Masalahnya, dari 1.000 anak penyu yang lahir setiap tahunnya, hanya ada 11 ekor anak yang berhasil survive sampai dewasa. Jadi kebayang kan gimana langkanya hewan unyu ini? 

via triptrus.com  

via instagram.com/mohamad.firgiawan  

via pedomanwisata.com  

Untuk kamu yang nggak bisa berenang dan mageran, kita saranin kamu buat mancing ikan karena Pulau Pasoso terkenal akan ikan-ikannya yang segede-gede dosa. Lumayan lah daripada memancing keributan, memancing yang satu ini bisa bikin kamu bawa pulang ikan tuna besar. 

via instagram.com/aipalupanas 

via instagram.com/pasosoisland 

 

Detail Informasi 

Lokasi: Kecamatan Balaesang, Pantai Barat Kabupaten Donggala, Sulteng (100 km dari kota Palu)
Rute: kamu bisa melalui jalur dari dusun Tambu dilanjutkan dengan perahu motor selama 1 jam atau melewati Tanjung Karang lalu naik glass bottom boat ke pulau Pasoso. 

 

12. AIR TERJUN SALUOPA: TERPIKAT OLEH AIR TERJUN BERTINGKAT 

Kalo Makassar punya Air Terjun Bantimurung, Sulawesi Tengah punya Air Terjun Saluopa atau yang biasa disebut warga setempat dengan Air Luncur Saluopa. Karena Saluopa terletak di pelosok kamu bisa mengajak kakimu trekking sejauh 500 meter di trek yang sudah ‘aman’.

via gocelebes.com   

Sampai di air terjun kamu bakal ternganga selebar-lebarnya melihat air terjun dua belas tingkat yang begitu megah. Airnya mengalir deras hingga membuih dan menuruni batu-batu kapur bulat dengan beragam ukuran. 

via thousandwonders.net  

via traveling.blogekstra.com 

Walaupun bebatuan tersebut berlumut dan dialiri air, tapi bebatuan itu sama sekali nggak licin. Jadi kamu bisa naik sampai ke puncak air terjun. Tapi kalo kamu kepalang parno, kamu bisa menuju puncak dengan menaiki tangga samping yang dilengkapi dengan railing buat modal kamu pegangan. Kalo pegangan kamu nggak cukup kuat, saatnya berpegang pada iman dan takwa. 

via instagram.com/halim.mewanta 

via instagram.com/kaniameilawati  

Setelah mencapai ketinggian 25 meter, saatnya kamu berfoto-foto di puncak air terjun. Biarpun batu-batu tempat kamu berpijak cukup mantap dan tidak licin, jangan jumawa dulu, karena gimanapun juga kamu harus tetap jaga keseimbangan. Kalo udah seimbang, nah silakan deh foto-foto sepuasnya kalo perlu sekalian rekam video biar suara derasnya air dan kicau burung-burung di Saluopa ikutan kepelem juga. 

via instagram.com/ugasigilipu 

via instagram.com/julietbudiman   

via instagram.com/nonivira 

via instagram.com/arie_khayz 

Karena udah kepalang basah, mending sekalian aja kalian berenang di kolam jatuhan yang lebar dan dangkal. Dinginnya air Saluopa pastinya akan me-recharge mood kamu seharian. Hanya saja sesudah berenang, kamu akan susah menemukan warung untuk me-recharge perutmu. Jadi lebih baik kamu membawa perbekalan sendiri atau buru-buru kembali ke pusat kota Tentena untuk menemukan restoran dan penginapan. 

via instagram.com/paulwegas  

via instagram.com/myislandmania 

 

Detail informasi

Lokasi: Desa Tonusu, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso, Sulteng (54 km dari sebelah tenggera Kabupaten Poso)

Rute: Kamu bisa mencapai kota Tentena dulu. 12 km dari Tentena, kamu akan menemukan pintu gerbang air tejun lalu kamu bisa lanjut jalan kaki 500 meter hingga tiba di air terjun Saluopa 

HTM: Gratis! 

 

13. DANAU POSO: WAKTUNYA BERSANTAI DI DANAU RASA PANTAI   

Penasaran kan kayak apa guedenya danau terluas ketiga di Indonesia? Mari datangi Danau Poso di kota Tentena. Danau seluas 32.320 ha ini berada di dataran tinggi dan dikelilingi pegunungan. Makanya para pengunjung Danau Poso berbondong-bondong pergi ke Pada Merari, best spot berupa bukit berkelok untuk melihat Danau Poso secara lengkap dengan bonus sepoi angin pegunungan. 

via budikuning.wordrpress.com  

via budikuning.wordpress.com 

via instagram.com/nonivira 

Kalo masih belum puas ngintip Danau Poso dari atas Pada Merari, baiklah mari kita turun langsung ke tepi danau. Berbeda dengan danau pada umumnya, Danau Poso ini penampakannya memang seperti pantai asli. Jadi jangan heran kalau kamu menemukan pasir dua warna di tepi danau. Ada yang warna kuning keemasan juga putih bersih. 

via instagram.com/anas_nur_huda 

via instagram.com/sherendumola 

Satu lagi kemiripan Danau Poso dengan pantai, yaitu warna airnya. Dari tepi danau kamu mungkin akan melihat danau berwarna biru tua jernih, tapi semakin ke tengah warna air semakin kebiruan layaknya samudera.  Ombak danau pun pastinya akan menggoda kamu untuk berenang di danau. 

via iklantravel.com  

via iklantravel.com  

via info-indoku.blogspot.co.id

via budikuning.wordpress.com 

Walaupun Danau Poso memiliki kedalaman 360 m sampai 510 m, tapi kamu tetap bisa aman berenang di tepi pantai. Di beberapa sisi danau, kamu juga bisa menjumpai sekumpulan batu-batu besar yang muncul di permukaan danau layaknya batu karang. Setelah ditelisik, ternyata batu –batu itu bernama Watu Asa Mpangasa Angga dan Watu Ngonggi. Serunya, Watu Ngonggi ini bisa mengeluarkan bunyi jika dipukul 

via instagram.com/vindcentagr 

via indonesiatravelingguide.com 

via gocelebes.com 

Usai menuruni Pada Merari dan berenang, pastinya kamu capek dong. Seperti bisa membaca pikiran kamu, pemilik restoran Dodoha Mosintuwu di tepi Danau Poso menyediakan tempat untuk kamu beristirahat. Kamu bisa menyusuri dermaga Dodoha Mosintuwu di tepi danau lalu menikmati bersantap siang sambil duduk menghadap danau. 

via instagram.com/effstudio  

via instagram.com/dodohamosintuwu 

via thepicta.com/dodohamosintuwu 

via thepicta.com/dodohamosintuwu 

 

Detail Informasi

Lokasi: Tentena, Kabupaten Poso, Sulteng (56 km dari selatan kota Poso)

Rute: Dari kota Palu kamu bisa melalui perjalanan darat selama 8 jam melewati Lintas trans Sulawesi yang menghubungkan Toraja-Poso-Gorontalo-Manado. Rute paling dekat adalah jika kamu berangkat dari kota Poso karena kamu hanya perlu melalui perjalanan darat selama 1,5 jam saja. 

HTM: Gratis! 

 

14. TERBANG BEBAS TANPA BATAS DI PARALAYANG MATANTIMALI 

Buat apa jauh-jauh paralayang ke luar negeri kalau bisa menjajal paralayang terbaik se-Asia Tenggara di Matantimali? Ya, pegunungan Matantimali memang satu-satunya lokasi paralayang di Indonesia yang bisa ditempuh dengan kendaraan. 

via instagram.com/warta_k 

Sekarang saatnya take-off dari bukit yang langsung menghadap tenggara laut.  Jangan heran dengan turbulensi selama Paralayang karena Pegunungan Matantimali sangat akrab dengan hembusan angin pada lereng gunungnya. Tapi berkat turbulensi itulah, parasut tempatmu bergantung akan melesatkanmu pada ketinggian yang nggak bakal kamu bayangin sebelumnya. 

via yukpiknik.com 

via unikpalu.com  

Begitu mendarat di landasan, kamu bakal ngerasain pengalaman luar biasa yang nggak tergantikan. Sekarang saatnya kamu menikmati pegunungan di sekitarmu dari ketinggian 1500 mdpl dengan bersantai di beanbag atau bahkan membangun kemah. Di sisi kiri kamu bisa melihat puncak gunung Gawalise juga hamparan lembah Palu. 

via unikpalu.com  

via instagram.com/ikbaloddong  

via instagram.com/rahmadhairullah   

Sambil berkemah menikmati pemandangan, kamu bisa mencicipi kuliner khas Matantimali yaitu Sogili alias belut air tawar raksasa yang dimasak dengan kunyit dan rempah ala Sulawesi. Baru deh abis itu kamu punya tenaga buat foto-foto dengan background pegunungan dan hamparan lembah palu.

via unikpalu.com  

via yukpiknik.com  

via unikpalu.com  

via instagram.com/uci_balibi 

Saat malam tiba, kamu bener-bener nggak bakal nyesel berkemah di Matantimali karena nyatanya Matantimali menyediakan city light yang memabukkan. Lampu-lampu perkotaan mulai dari ujung utara utara kota Palu hingga ke dataran Kulawi menunjukkan pendarnya. Hingga rasanya kamu ingin berkemah semalam dua malam lagi di Matantimali 

via instagram.com/finhalim  

via instagram.com/yayanarce  

 

Detail Informasi

Lokasi: Matantimali, Banawa Selatan, Kabupaten Sigi, Sulteng 94226 (30 km dari arah selatan kota Palu)

Rute: Dari kota Palu, kamu bisa menuju desa Porame, kecamatan Marawola selama 1 jam perjalanan lalu melalui Desa Wayu sebelum akhirnya menyusuri pegunungan Matantimali. 

Harga Paralayang: Rp.350.000,00-Rp.500.000,00 

 

15. TERHANYUT DALAM KESYAHDUAN MASJID TERAPUNG

Assalamualaikum! Selamat datang di Masjid Arkam Babu Rahman di mana kamu bisa beribadah sekaligus berwisata. Dari atas kamu mungkin melihat masjid ini terapung 30 meter dari bibir pantai atas kuasa Tuhan, tapi sebenarnya pilar-pilar masjid ini tertancap mantap hingga kedalaman 10 meter. Kalau Pantai Talise sedang surut, kamu bisa melihat dengan jelas  25 pilar yang menyangga masjid ini. 

via instagram.com/tesyablog 

via instagram.com/explorepalu 

via instagram.com/ditot_ 

Dari luar, masjid seluas 121 m2 ini memang terkesan mungil tapi sebenarnya mampu menampung hingga 150-200 jamaah. Keluar dari masjid, tak jarang jamaah yang memilih untuk berselfie ria dengan background eksterior masjid yang menggunakan warna-warna pastel kekinian dengan campuran warna emas. 

via instagram.com/mantho_420 

Jika kamu datang pada waktu ashar, sekalian lah kamu stay di masjid hingga adzan maghrib supaya kamu bisa sekalian melihat kebesaran Allah lewat matahari terbenam dipeluk pantai Talise. Pemandangannya mungkin setara dengan tayangan adzan maghrib di tv-tv.

via instagram.com/agungayu 

via bintang.com 

Usai menunaikan sholat maghrib,  kamu akan aura masjid Terapung semakin terpancar dengan 4 kubah kecil dan 1 kubah besar yang bisa berubah menjadi tujuh warna, yaitu warna putih, pink, biru, ungu, hijau, jingga, dan merah. Alat untuk mengubah warna lampu pada kubah didatangkan dari Cina hingga warna kubah akan selalu berganti dalam hitungan detik layaknya flyover Prapanca. Duh, kalo udah gini kan jadi pengen stay sampai isya aja di masjid. 

via instagram.com/stevepramudita 

via sgimage.detik.net.id

 

Detail Informasi

Lokasi: Jalan Cumi Cumi, Lere, Palu Barat, kota Palu, Sulteng 94111

Rute: Dari kota Palu kamu tinggal menuju Kawasan Teluk Palu. 400 meter dari Jembatan Palu Empat, kamu bisa menemukan Masjid Arkam Babu Rahman ini. 

HTM: niat ikhlas beribadah karena Allah Ta’Ala

 

16. MARI CAMPING DI DANAU TAMBING 

Tidak mau kalah dengan Ranu Kumbolo yang sering dijadikan camping site di Semeru, Sulawesi Tengah menawarkan Danau Tambing di ketinggian 1700 mdpl. Makanya jangan lupa bawa jaket tebalmu dan stok bahan makanan yang hangat ya karena kesejukan di danau Tambing ini mampu menembus tulang dan relung hati terdalam. Apalagi suhu di malam hari yang mencapai 10-15 derajat Celcius. BRRRR! 

via instagram.com/sultengstories 

via instagram.com/ayenoctodion  

Pagi hari adalah saat yang paling tepat untuk berkunjung ke Danau Tambing karena kamu bisa merasakan orkestrasi alam lewat kicau burung. Tercatat ada 263 jenis burung di kawasan Danau Tambing ini, 30 persen di antaranya adalah burung-burung endemik seperti Nuri Sulawesi, Kakaktua, dan Rangkong. Jika kamu ingin membidik burung-burung mungil ini, sediakan lah kamera yang mumpuni kalau perlu memakai lensa 70 milimeter. 

via palugate.com  

via beritadunesia.com 

via instagram.com/rais.reskiawan  

Puas hunting foto-foto burung, saatnya kamu menggelar tenda. Jangan kaget, jangan bimbang melihat  begitu banyak tenda mengepungmu. Sampai tahun 2016 saja wisatawan danau Tambing menembus angka 13.000 layaknya jamaah di musim haji. Semua ini gara-gara pemerintah daerah yang sudah menyediakan beragam fasilitas di Danau Tambing. 

via instagram.com/fio_nonaa 

via instagram.com/unclegober 

via instagram.com/adielmakmur   

Nggak cuma camping, Danau Tambing juga dikepung pohon-pohon yang memiliki jarak pas untuk jadi background kamu berfoto-foto atau berayun santai. Lihat saja, para wisatawan sampai menggantung hammock bertingkat-tingkat untuk lebih puas bermager ria di tepi danau. Coba juga berayun dengan ban gantung di pinggir danau sambil menikmati semburat mentari pagi. 

via instagram.com/m.aryyy_ 

via imgrum.org

via instagram.com/rahmiwahyunihabibi 

Kalo nggak kebagian hammock sama ayunan gimana? Tenaaang, karena pemerintah setempat juga membangun rumah bunga anggrek di dalam Danau Tambing sebagai hiburan kamu.  

via instagram.com/arf.ftth 

 

Detail Informasi

Lokasi: Desa Sedoa, Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulten (90 km dari kota Palu)

Rute: Dari Palu kamu bisa menuju Danau Tambing dengan melewati jalan Trans Palu-Napu selama 2-3 jam.

HTM: Rp.5.000,00 per orang (wisatawan lokal) & Rp.150.000,00 (wisatawan mancanegara) untuk menyewa mobil menuju Danau Tambing range harganya adalah sekitar Rp.250.000 per hari. 

 

17. SOU RAJA, CAGAR BUDAYA YANG MASIH JAYA

Penasaran dengan tempat tinggal raja palu di masa lampau? Datanglah ke Sou Raja. Tak hanya jadi istana, Sou Raja atau yang biasa disebut Banua Oge ini juga jadi saksi sejarah sebagai kantor pemerintahan Jepang dan markas militer pada Operasi Pemberontakan Permesta Sulawesi Tengah tahun 1958 silam. 

via infosulteng.com  

Walaupun Sou Raja dibangun sekitar abad 19 M, tapi bangunan Sou Raja masih kokoh berdiri lho. Nggak heran sih, bangunan ini terbuat dari kayu ulin pilihan dengan 36 tiang kayu yang menopangnya ukiran khas bernama panapiri menghiasi atapnya. Ternyata para arsitek Bugis dan Kaili di masa lampau canggih-canggih ya.

via instagram.com/syauqiakib 

Di awal kedatanganmu ke Sou Raja, kamu bakal disambut dengan gandaria atau serambi. Kamu bisa berfoto-foto etnik maksimal di depan anjungan sambil duduk di salah satu dari 9 buah anak tangga yang berhadapan pada masing-masing sisi kiri dan kanannya. 

via instagram.com/ichwan_ys 

via instagram.com/ayuuanisha 

via instagram.com/ichwan_ys 

Memasuki ruang depan atau yang biasa disebut dengan Lonta Karavana, kamu bakal nemuin kursi-kursi antik. Konon kabarnya ruangan ini digunakan untuk penerimaan tamu bagi para kaum laki-laki dalam upacara adat. Lonta Karavana ini terhubung dengan Lonta Tatangan atau ruang tengah, yaitu tempat di mana raja biasa bermusyawarah dengan para tokoh adat. 

via infosulteng.com 

Sekarang kita menuju Lonta Rarana atau ruang belakang di mana kamu bakal nemuin kamar untuk para anak gadis, perempuan, dan untuk menerima kerabat dekat. Makanya nggak heran kalau di ruangan ini kamu bakal nemuin kain aneka warna terang dan ornamen-ornamen emas yang serba cantik. 

via infosulteng.com 

Namanya cagar budaya, pastinya Sou Raja selalu jadi tempat untuk acara-acara budaya seperti acara gathering nasional atau Kampung Baru Fair. Kalau kamu kebetulan datang di acara-acara itu, kamu berkesempatan melihat tari-tari khas Palu seperti Tari Tinalu. 

via instagram.com/ranto_riad 

via instagram.com/ichwan_ys 

 

Detail Informasi 

Lokasi: Jl.Pangeran Hidayat, kelurahan Lere, kota Palu, Palu Barat, Sulteng 94221 

Rute:Dari kota Palu kamu bisa menaiki bus atau taksi menuju ke jalan Pangeran Hidayat. Sementara jika kamu berangkat dari Donggala, kamu bisa melalui perjalanan darat selama 40 menit dengan jarak 15 km menuju Sou Raja 

 

18. AJAK ORANG TERSAYANG KE PANTAI TEDUANG

Ternyata bukan cuma Indra Brugman dan Diana Pungky saja yang bisa bertemu di laut cinta seperti dalam serial Jinny oh Jinny, kamu dan pasangan juga bisa menikmati bulan madu atau sekadar quality time di Pantai Cintanya Sulawesi Tengah. 

via instagram.com/like_palu  

via instagram.com/zahradiadatuadam 

Nggak hanya menawarkan suasana sepi dan private untuk kamu berdua, Pantai Teduang menyajikan bebatuan di bawah air yang disusun membentuk hati dan bunga oleh para warga setempat. Wow, tampaknya warga Teduang berambisi menyaingi Maldives. 

via instagram.com/ladita_tour  

via instagram.com/indoflashlight   

Satu lagi elemen instagramable di pantai Teduang: air lautnya yang berwarna biru jernih dengan nuansa kehijauan dari bayangan pepohonan, gunung, dan bukit yang mengepung pantai ini. Nggak seperti pantai pada umumnya yang ramai dengan ombak, arus laut di Pantai Teduang ini sangat tenang tapi mampu menghanyutkan perasannmu.

via instagram.com/sultengstories 

Kalau kamu tertarik untuk meramaikan arus laut Teduang ini, silakan terjun bebas ke pantai, lalu lanjut menyelami keindahan bawah laut yang dihuni oleh ikan-ikan badut, atau menyewa kano seharga Rp. 10.000,00 per jam. Dengan mengayuh kano, bisa puas mengeksplorasi bibir Pantai Teduang yang membentang satu kilometer mulai dari sudut pantai utara hingga selatan. 

via instagram.com/bochatamla  

via instagram.com/tora_njenkelyn  

via instagram.com/husdinb98 

Usai berenang atau berkano, kamu bisa melepas lelah di bungalow kayu sederhana yang dikelola warga setempat. Entah para warga nggak pengen naik haji atau emang dasar terlalu dermawan, mereka cuma menarik biaya sebesar Rp.5000,00 rupiah saja untuk sewa bungalow. 

via instagram.com/anak_luwuk  

via instagram.com/sultengid 

Jangan harap kamu menemukan welcome drink dari bungalow sederhana ini, karena di Pantai Teduang nihil akan penjual makanan. Sekedar tips, kamu bisa membawa seafood dari pusat kota dan membakarnya di pinggir pantai sambil  berfoto siluet atau menikmati matahari yang mulai meredup. 

via instagram.com/mytrip_myadvntr 

via instagram.com/mohridwan732 

via instagram.com/neitaque 

 

Detail Informasi

Lokasi: Ambelang, Tinangkung, Banggai Kepulauan, Sulteng 94885

Rute: kamu bisa menuju pusat ibu kota Salakan lalu menuju pantai Teduang dengan waktu tempuh 15 menit saja. 

Harga sewa bungalow: Rp. 5.000,00 (termasuk fasilitas kamar mandi)

 

19. PADANG RUMPUT LENYEK, SAVANA YANG BIKIN KAMU TERPANA 

Savana Baluran di Jawa Timur ternyata punya saingan berat. Sambutlah Padang Rumput Lenyek yang menawarkan panorama seperti savanna Amerika Tengah. Mumpung Savana ini belum seramai Baluran lebih baik kamu cepat-cepat berkunjung ke Padang Rumput Lenyek biar paling hits sendiri di antara temen-temen kamu. 

via instagram.com/puanurfatimah 

via instagram.com/icholphoto 
Berkunjung ke Padang Rumput Lenyek belumlah cukup kalau tanpa menyapa hewan-hewan primadonanya, yaitu sapi-sapi aneka warna yang biasa merumput di sore hari. Melihat sapi-sapi itu kamu bakalan ngerasa kayak melihat kawanan bison di padang Prairie, Amerika. 

via www.viva.co.id

via www.viva.co.id

via www.viva.co.id

Padang rumput Lenyek ternyata nggak melulu dipenuhi oleh rerumputan hijau, tapi juga sekumpulan batang pohon-pohon kering, rumput yang menguning, juga lembah dan bukit yang mengelilingi. Makanya nggak heran kalau banyak pasangan antimaisntream yang jauh-jauh dateng ke Padang Rumput Lenyek cuma buat foto pre-wedding.

via instagram.com/dhafimohd 

via instagram.com/cazahutapea 

via instagram.com/rafftanor 

via instagram.com/yusni_mustafa 

Karena padang rumput Lenyek terletak jauh dari pusat kota, pastinya kamu bakal kesorean karena mengelilingi luasnya padang rumput ini. Nah, kalo udah kepalang kesorean, sekalian aja kamu gelar tenda di padang rumput Lenyek. Sebelum menghabiskan malam dengan berkemah, siap-siap dengan bonus kemilau sunset yang memandikan kamu dengan cahaya. 

via instagram.com/sugali14 

via instagram.com/adriansah_ahmad 

 

Detail informasi

Lokasi: Desa Lenyek, Kecamatan Salodik, Luwuk, Banggai (35 km dari kota Luwuk)

Rute: Padang rumput lenyek terletak 10 menit setelah Air Terjun Salodik. Kamu hanya perlu melakukan perjalanan darat melalui jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan kecamatan Luwuk dan Kecamatan Pagimana. Di pinggir jalan Trans Sulawesi itulah kamu akan menemukan Padang Rumput Lenyek. 

 

Gimana Gaes, udah puas menjelajah 19 Wisata Wah di Sulawesi Tengah yang Bakal Bikin Kamu Sumringah di atas? Lebih puas lagi kalo kamu datengin langsung 19 objek wisata yang belum banyak orang yang tahu. Selain bisa jadi trendsetter di antara temen-temen traveler-mu, kamu juga bisa turut mempopulerkan surga-surga tersembunyi Sulawesi Tengah yang belum terjamah. 


editor
Editor Widya Arifianti
Terlahir dengan nama Widya Arifianti, tapi punya empat varian nama panggilan. Mantan copywriter yang kini malah jadi kepowriter. Bercita-cita menjadi scriptwiter, tetapi apa daya hanya mampu jadi skipwriter. Lebih sering main-main, tapi kadang bisa serius

Rekomendasi Kami

Dapatkan inspirasi jalan-jalan di Indonesia ke e-mail Kamu

Kamu akan mendapatkan ide jalan-jalan di Indonesia dengan berlangganan newsletter kami.