Liburan Anti-Bosan di 15 Tempat Wisata Paling Edan di Medan


Sumatera Utara - Sport & Adventure - 720 Hits

Siapa sih yang gak kenal dengan Kota Medan? Kota ramai nan sibuk yang juga merupakan kota terbesar di pulau Sumatera ini memiliki sektor industri wisata yang maju banget. Selain tempat-tempat yang memang sudah terkenal namanya, ada juga beberapa yang belum diketahui banyak wisatawan dan bisa kamu kunjungi biar liburan kamu gak gitu-gitu aja. Yuk, kita intip 15 tempat wisata paling edan di Medan!

 

1. DANAU TOBA, LOKASI WISATA SERBA ADA YANG HARUS KAMU COBA

Siapa sih yang gak kenal dengan Danau Toba? Sebuah ikon pariwisata Sumatera Utara, danau dengan panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer ini merupakan danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Gak kaget kalau namanya sudah tenar sampai penjuru dunia.

via tahuberita.com

via Indonesia.travel

via worldfortravel.com

Danau Toba dulu terbentuk oleh ledakan gunung berapi super sekitar 73.000—75.000 tahun silam. Menurut beberapa ilmuwan, letusan ini, selain menghasilkan danau dengan ukuran lebih besar dari Singapura, juga menyusutkan 60% jumlah populasi manusia dan menyebabkan terjadinya zaman es. 

via pesonaindo.com

Di danau ini banyak banget yang bisa kamu lakuin, dan pasti ada aktivitas untuk semua orang. Tentunya kamu bisa berenang, dan merasakan sejuknya air Danau Toba. Buat kamu yang suka watersports, di Danau Toba kamu juga bisa bermain banana boat dan jetski. Beberapa wisatawan juga memilih untuk memancing di danau ini.

via kadekarini.com

via vacationsumatera.wordpress.com

via antaranews.com

Buat kamu para petualang, bisa memilih untuk mendaki bukit tertinggi di kawasan Danau Toba, yaitu Pusuk Buhit sebagai spot terbaik untuk ngeliat danau ini. Selama trekking kamu bakal disuguhi pemandangan yang bakal bikin trekking kamu jadi lambat (karena terlalu asik menikmati pemandangannya!). 

via instagram.com/Indonesia.banget

via medanwisata.com

via brobali.com

Menjelang sore, kamu bisa nyantai-nyantai sambil menunggu matahari terbenam. Pemandangan sunset di danau ini bagus banget!

via 1001malam.com

via tobagranfondo.com

Danau Toba bukan cuma terkenal karena ukurannya, tapi juga karena ada pulau vulkanik ditengahnya, Pulau Samosir. Kamu bisa berlayar menuju Pulau Samosir dengan kapal sewaan dari tepi danau. Di Pulau Samosir yang besar ini ada banyak tempat wisata yang bisa kamu kunjungi juga.

via moral-politik.com

via pegipegi.com

Karena luasnya Danau Toba dan banyaknya aktivitas yang bisa kamu lakukan disini, menjelajahi Danau Toba emang sulit dilakukan dengan waktu sehari aja. Untuk pilihan menginap, terdapat banyak hotel, bungalow, guesthouse atau homestay yang pastinya bisa di-pas-in sama budget kamu.

via nonikhairani.com

via ranselkecil.com

via goldenkristours.com

Di salah satu villa di Danau Toba, Villa Armina, kamu bisa nikmatin view Danau Toba yang bagus banget dari infinity pool-nya. Pemandangan danau yang terbentang luas, dengan airnya yang biru dan pemandangan bukit-bukit di sampingnya bikin rileks banget.

via instagram.com/nova_girsang

via instagram.com/just_kim01

Sebelum cabut, jangan lupa beli oleh-oleh buat temen-temen dan keluarga di rumah. Di sekitar Danau Toba, banyak penjual pernak-pernik dan cindermata khas suku Batak.

via antarafoto.com

via yangti0907-id.blogspot.co.id

Danau Toba pas untuk dikunjungi bulan apa aja, tapi khusus di bulan Agustus—September ada Festival Danau Toba. Di festival ini kamu bisa ngeliat berbagai macam pertunjukkan seni budaya dan lomba-lomba serta pasar-pasar kerajinan dan kuliner yang bisa kamu nikmati. 

via medanbicaracom

via beritagar.id

via triplaketoba.com

 

Detail Informasi

Rate: Rp. 200.000,00—Rp. 1.500.00,00/malam

Alamat: Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara

Rute: Buat kamu yang naik kendaraan pribadi dari Medan bisa mengikuti rute Medan – Lubuk Pakam – Tebing Tinggi – Pematangsiantar – Parapat – Danau Toba. Perjalanan bisa juga dipersingkat dengan naik pesawat Susi Air dari Bandara Kualanamu rute Medan – Silangit untuk turun di Bandara Silangit, abis itu naik taksi atau sewa mobil ke pesisir Danau Toba. Alternatif lain adalah untuk naik bus atau ELF jurusan Medan-Parapat dari Terminal Amplas atau Terminal Pinang Baris, yang tarifnya sekitar Rp. 50.000,00 per orang.

 

2. SERUNYA PERGI PELESIR KE PULAU SAMOSIR

Ke Danau Toba bener-bener gak afdol kalo gak sempet nyebrang ke Pulau Samosir. Yang bikin pulau ini unik, Pulau Samosir terkenal karena mempunyai aura yang mistis.

via 1001wisata.com

via pedomanwisata.com

via pegipegi.com

Pulau Samosir ini dianggap mistis dan magis karena banyaknya kuburan dimana-mana. Kamu bakal menemukan kuburan dengan berbagai bentuk dan ukuran berjajar dan tersebar hampir di sepanjang jalan. Dan uniknya, makam-makam ini keliatan mewah banget.

via mesrawa49.blogspot.co.id

via overland-underwater.com

Kuburan-kuburan mewah ini banyak modelnya, ada yang diberikan jalan bertangga, dikelilingi pagar dan digembok. Banyak juga yang diberikan patung, atau dijadikan tugu menyerupai rumah. Padahal, rumah-rumah warga di sekeliling kuburan-kuburan ini bahkan banyak yang gak layak huni, dan malah lebih megah kuburannya daripada rumahnya. 

via caingram.info

via lumbansuhisuhitoruan.wordpress.com

Hal ini dikarenakan budaya Samosir menganggap kuburan sebagai sebuah monumen sejarah yang sangat dihargai. Oleh karena itu, kuburan dibuat semegah mungkin untuk menunjukkan keberadaan seseorang di masyarakat.

via seetacaesarianey.blogspot.co.id

Dari semua makam-makam yang ada di pulau ini, yang wajib kamu kunjungi adalah Makam Raja Sidabutar dimana di sini terdapat banyak makam-makam kuno dan benda-benda sejarah. 

via dimedan.co

Saat memasuki kawasan makam, kamu akan dipinjami kain ulos untuk dipakai sebagai tanda kesopanan dan kehormatan kepada leluhur Batak. Konon, kalo kain ulos ini gak dipakai dengan benar, Raja Sidabutar akan mendatangimu di mimpi lho. Disini juga dilarang berbicara kasar ya gengs.

via pecintawisata.wordpress.com

Gak cuma akan liat kuburan kalau lagi berwisata ke Pulau Samosir tapi kamu juga bisa mendatangi Museum Huta Bolon Simanindo untuk melihat rumah adat Samosir. Dulunya, rumah adat yang berada di desa Simanindo ini merupakan kediaman Rajah Simalungun dan 14 istrinya. Sekarang, rumah-rumah ini direstorasi dan dijadikan museum.

via medanwisata.com

via instagram.com/r_izal08

via instagram.com/samosir_visit

Di Pulau Samosir kamu juga bisa liat pertunjukkan Sigale-gale, pertunjukkan boneka dimana bonekanya bisa gerak sendiri! 

via instagram.com/amrimahbub

via travel.detik.com

via satyawinnie.com

via cometoliketoba.com

Untuk mencapai Pulau Samosir, kamu harus menyebrang dari daratan Parapat naik kapal. Dari pelabuhan yang ada di pinggiran Danau Toba, kamu bisa memilih untuk naik kapal kayu, kapal fery atau speedboat.

 

Detail Informasi

Rate: Rp. 200.000,00—Rp. 900.000,00

Alamat: Kabupaten Samosir, Sumatera Utara

Rute: Ikuti rute yang sama seperti mau ke Danau Toba. Abis itu, kamu bisa pilih untuk berangkat ke Pulau Samosir dari Pelabuhan Tigaraja atau Pelabuhan Ajibata. Pelabuhan Tigaraja melayani jalur ke Tuktuk Siadong dan Tomok, dan kapal ferinya dari kayu. Sedangkan Pelabuhan Ajibata melayani jalur ke Tomok, dan kapal ferinya besar (KMP Tao Toba) dan bisa mengangkut mobil.

Tarif: Rp. 115.000,00 untuk 1 mobil beserta penumpang 4 orang di KMP Tao Toba

Rp. 15.000,00/orang untuk kapal kayu

Rp. 500.000,00 untuk sewa speed boat

Rp. 60.000,00 untuk tiga tarian Sigale-gale (durasi 15 menit)

 

3. JANGAN PUSING! DANAU LINTING DESTINASI LIBURAN YANG HARUS KAMU KUNJUNGI

Medan dan sekitarnya emang gak sepi dengan tempat wisata danau. Selain Danau Toba yang terkenal itu, ada juga Danau Linting yang teretak di Kabupaten Deliserdang. Tapi beda dengan Danau Toba, Danau Linting ini merupakan danau belerang yang warnau hijau toska terang.

via piknikasik.com

via martunassinaga.wordpress.com

Danau Linting yang memiliki luas satu hektar ini terletak di tiga desa yang berbeda, yaitu Desa Sibunga-Bunga, Desa Gunung Mammumpuk dan Desa Durian IV Mbelang. Tepi danau yang dihiasi pohon-pohon beringin serta air danaunya sendiri yang warnanya terang banget ini, membuat panorama alam indah yang bikin danau ini layak banget buat dikunjungi.

via medan.panduanwisata.id

Di danau yang satu ini kamu bisa asik berenang. Meskipun airnya hangat dan mengandung belerang, danau ini sendiri gak bau belerang loh. Di sini kamu bisa merelaksasikan badan kamu dan menghilangkan pegal di air 30 derajat Celsius ini.

via permatasumut.blogspot.co.id

via keepo.me

Di sekelililing danau juga banyak ayunan kayu buat kamu santai-santai dan foto-foto di danau ini.

via instagram.com/dendyharun

Ternyata danau yang satu ini mempunyai misteri loh. Sampe sekarang, belum ketauan kedalaman danau ini berapa meter. Menurut orang-orang, danau ini menyerupai sumur yang lebih dari 100 meter dalamnya. Buat kamu yang berenang, hati-hati jangan sampai tenggelam!

via dolandolen.com

 

Detail Informasi

Alamat: Kecamatan Sinembah Tanjung Muda (STM) Hulu, Kabupaten Deliserdang

Rute: Kamu bisa mencapai Danau Linting menggunakan kendaraan pribadi roda dua atau roda empat dari kota Medan melalui rute Medan – Delitua – Patumbak, yang perjalanannya sekitar 2 jam. Sampai simpang Terminal Amplas di Patumbak, lanjutkan perjalanan masuk ke Desa Talun Kenas, abis itu lanjut ke Desa Siguci dan Desa Kuta Jurung sebelom akhirnya sampai di desa Sibunga-bunga Hilir.

Untuk menuju danau ini menggunakan kendaraan umum, kamu bisa naik angkot dari Terminal Amplas Medan dengan tarif sekitar Rp. 20.000,00 per orang.

Harga Tiket: Rp. 5.000,00

Tarif:  Rp. 10.000,00—Rp. 20.000,00 untuk sewa tikar

 

4. GAK NAHAN! SERUNYA MANDIIN GAJAH DI TANGKAHAN

Lokasi ekowisata yang satu ini dijuluki sebagai ‘The Hidden Paradise’ di Sumatera Utara dan sudah dikenal namanya oleh banyak turis mancanegara. Tangkahan yang terletak di antara dua desa Namo Sialang dan Sei Serdang di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser ini terkenal karena keindahan panorama alamnya dan gajah-gajah liarnya.

via triptrus.com

via blog.jelajah.com

via enjoyholidaymedan.com

Berbagai macam pohon dan tumbuhan ada si hutan tropis di Tangkahan. Karena keragaman hayati yang juga ada di dalamnya, Tangkahan menjadi tempat wisata dimana kamu juga bisa belajar tentang flora dan fauna.

via instagram.com/nicholassaputra

via travelactive.nl

Kamu akan ditemani seorang pemandu wisata untuk menjelajahi hutan tropis di Tangkahan. Pemandangan hutan yang lebat ini memanjakan mata banget. Pas lelah jalan dan haus, kamu bisa minum air yang jeluar dari mata air dari celah-celah batu.

via mysumatra.com

via rawildlife.com.au

Di tengah perjalanan kamu bakal ketemu jembatan gantung yang terbuat dari tali dan kayu. Yang satu ini jadi spot wajib untuk foto-foto!

via hipwee.com

via aportourism.id

Di kawasan Tangkahan ini juga ada air terjun yang masih jarang dikunjungi, tapi akan kamu temui pas lagi trekking di hutan.

via jalanjalanyuk.com

via pariwisatasumut.net

Di tengah-tengah lebatnya hutan tropis di Tangkahan, kamu bakal menemukan sebuah sungai yang jernih dan bersih. Di sungai ini, gajah-gajah liar biasanya datang untuk mandi dan mendinginkan diri. Yang bikin asik, kamu bisa ikut memandikan gajah-gajah ini. 

via alampedia.blogspot.co.id

via instagram.com/reiszucht

via cumilebay.com

Selain memandikan gajah, gajah-gajah ini juga bisa kamu tunggangi untuk menjelajah hutan. Abis capek menerjang hutan dengan berjalan kaki, kamu bisa rileks duduk di punggung gajah dan menikmati perjalanan.

via gogonesia.com

via nonikhairani.com

Kawasan Tangkahan ini memang sudah dikelola dengan baik seperti misalnya masalah akomodasi sudah tersedia banyak pilihan di sana. 

via cumilebay.com

 

Detail Informasi

Rate: Mulai dari Rp. 100.000,00—Rp. 150.000,00/kamar

Alamat: Taman Nasional Gunung Leuser, Kabupaten Langkat

Rute: Naik kendaraan pribadi, Tangkahan berjarak 100 kilometer dari medan yang bisa ditempuh dalam 3.5 jam. Untuk mencapai Tangkahan, ikuti rute Medan – Binjai – Stabat – Tanjung Selamat – Sei Seberang – Pos Tangkahan. Di beberapa bagian jalan, contohnya di pertigaan ke Tanjung Stabar – Sei Sebrang, jalan berlubang dan lubangnya gak terlihat kalau malam, jadi disarankan perjalanan dilakukan di pagi hari.

Kalau mau naik kendaraan umum, kamu bisa naik bus Pembangun Semesta langsung menuju Tangkahan dari Terminal Pinang Baris. Ongkosnya sekitar Rp. 25.000,00 per orang.

Harga Tiket: Rp. 3.000,00

Harga Parkir: Rp. 30.000,00

Tarif: Rp. 10.000,00 untuk menyebrangi jembatan kayu

Rp. 20.000,00 untuk sewa porter

 

5. LIHAT PANORAMA UNIK SALJU PANAS YANG ELOK DI DOLOK TINGGI RAJA

 Di kawasan cagar alam Dolok Tinggi Raja seluas 167 hektar yang terletak di Desa Dolok Merawan, Kabupaten Simalungun ini, kamu akan bertemu dengan obyek wisata Kawah Putih Tinggi Raja. Di kawah ini, kamu bisa ngeliat panorama salju panas yang luar biasa.

via sumateraguide.wordpress.com

via thiasofyan.blogspot.com

Bikin bingung kan ya, kok salju bisa panas? Air biru kehijauan di kawah ini bisa mencapai suhu sekitar 90 derajat dan mengandung belerang dan mengalir diantara bukit-bukit dan bebatuan kapur. Kapur inilah yang memberi kawah ini warna-nya yang putih bersih, layaknya salju.

via travel.tribunnews.com

via otonomi.co.id

Jangan lupa abadikan pemandangan indah di sini ya! Nuansa biru-putih dari kawahnya yang dihias oleh warna kehijauan dari pohon-pohon tinggi yang mengelilingi kawah ini, membuat latar foto yang eksotis banget!

via instagram.com/anjlihanifa

Meskipun keindahan kawah ini gak bisa dipungkiri lagi, Dolok Tinggi Raja memang tempat wisata yang belum diketahui banyak orang. Pasalnya, lokasinya yang 3 jam dari kota Medan, akses menuju cagar alam yang masih rusak, dan gak adanya angkutan umum yang menuju Dolok Tinggi Raja, bikin banyak orang mager untuk kesini. Tapi gimana menurut kamu, worth it kah pemandangannya?

via instagram.com/kosadventure

 

Detail Informasi

Alamat: Desa Dolok Tinggi Raja, Kec. Silau Kahean, Kab. Simalungun

Rute: Untuk mencapai Dolok Tinggi Raja dengan kendaraan pribadi dari Medan, langsung aja melakukan perjalanan ke arah Lubuk Pakam. Di Simpang Tugu Lubuk Pakam, ambil belokan ke kanan ke arah Galang. Ikuti jalan, lalu di persimpangan bangun Purba belok ke kanan ke arah Pantai Salju. Sekitar 8 kilometer dari situ, belokan ke Kawah Putih Dolok Tinggi Raja akan ada di kiri. Ikutin aja petunjuk-petunjuk yang ada di spanduk-spanduk di pinggir jalan.

Alternatif kendaraan umum adalah untuk naik angkot nomor 04 warna kuning dari Terminal Amplas, tapi angkot ini cuma bakal nganter kamu sampe Desa Silinda. Dari desa ini kamu harus lanjut nyewa ohek ke Dolok Tinggi Raja.

Harga Tiket: Rp. 5.000,00/orang, sudah termasuk biaya parkir

 

6. LIBURAN LAYAK DENGAN MENANJAK GUNUNG SIBAYAK

Wisatawan dan pendaki gunung pastinya selalu berburu pemandangan yang indah untuk memanjakan mata. Ada banyak spot di Sumatera Utara dimana kamu bisa melihat terbitnya  matahari, tapi Puncak Gunung Sibayak sering dibilang salah satu yang paling indah.

via panjimilkyway.blogspot.co.id

via panjimilkyway.blogspot.co.id

via photographylife.com

Gunung Sibayak adalah salah satu gunung berapi di Dataran Tinggi Karo. Dengan ketinggian 2.084 meter di atas permukaan laut, di puncak gunung ini kamu bisa menikmati indahnya pemandangan, tapi juga gak harus mendaki berhari-hari untuk bisa nyampe sana.

via iniyuha.id

via tenyot.blogspot.co.id

via photographylife.com

Demi melihat sunrise, banyak pendaki memang memilih untuk memulai pendakian mereka di malam hari, sekitar jam 2 pagi. Walaupun gelap dan panorama gunung sepanjang pendakian gak begitu terlihat, pemandangan desa di bawah yang dihiasi cahaya-cahaya lampu rumah penduduk tetep bakal bikin kamu terpukau.

via kebudayaanindonesia.com

Pendakiannya sendiri, meskipun singkat, cukup menantang loh. Kondisi bebatuannya yang gak beraturan yang harus kamu pijak bakal menguji adrenalin kamu. Batu-batu besar yang menghiasi gunung ini juga bikin kamu merasa kamu ada di bulan!

via gitapussa.blogspot.co.id

via belantaraindonesia.in

Biasanya pendaki memilih untuk naik sampai puncak tertinggi di Sibayak, yang diberi nama ‘Takal Kuda’ yang artinya ‘Kepala Kuda’. Dari sini, pemandangannya sungguh luar biasa. Dari puncak ini bahkan terkadang, awan berada dibawahmu dan bukan diatasmu.

via medan.tribunnews.com

via Indonesia-tourism.com

via pinterest.com/xianpelawix

 

Detail Informasi:

Rute: Dari kota Medan menuju Berastagi, kamu harus menempuh perjalanan berjarak kurang lebih 77 kilometer, yang bisa ditempuh dengan waktu 2 jam. Kalau ingin memakai kendaraan umum, kamu bisa naik bus Sinabung Jaya dari Medan. Sesampainya di Berastagi, kamu bisa memilih antara 2 rute untuk mencapai lokasi gunung, yaitu melewati Kota Berastagi atau Desa Semangat Gunung.

Harga Tiket: Rp. 2.000,00

 

7. MENGENAL BUDAYA DAN SEJARAH MEDAN DI ISTANA MAIMUN, KAMPUNG KELING DAN RUMAH TJONG A FIE

Medan adalah sebuah kota yang sangat kaya akan sejarah dan budaya. Di Istana Maimun, Kampung Keling dan Rumah Tjong A Fie, kamu bisa liat bagaimana budaya-budaya Melayu dan Eropa mempengaruhi sejarah kota ini dan indahnya keragaman etnis masyarakat di dalamnya.

via aryanipuspitasaridevi.wordpress.com

via lihat.co.id

via nonikhairani.com

Istana Maimun yang sering disebut-sebut sebagai istana terindah di Indonesia, merupakan peninggalan Kerajaan Deli yang dibangun di tahun 1888. Meskipun Kerajaan Deli adalah kerajaan Melayu, yang bikin istana ini unik adalah adanya percampuran antara budaya Itali, Spanyol, Islam dan Melayu yang terlihat dengan jelas pada arsitekturnya.

via infohotel.co

Warna kuning yang mendominasi eksterior istana ini merupakan indikasi yang jelas akan budaya Melayu. Walau begitu, atap istana yang berbentuk kurva adalah tipikal bangunan Timur Tengah yang merefleksikan budaya Islam. Interiornya yang didesain oleh arsitek Italia memberikan feel yang beda lagi, yaitu nuansa budaya Eropa.

via geotourindonesia.com

via backpackerjakarta.com

Di dalam istana seluas 2.7772 meter persegi ini, selain perabotan kuno, kamu juga bisa menemukan foto-foto keluarga Sultan dan berbagai jenis senjata tersebar di 30 ruangan yang ada di dalamnya.

via cindiltravel.com

via kebudayaankesenianindonesia.blogspot.co.id

via wisatasumutpaten.com

Di waktu-waktu tertentu, di halaman istana ini diadakan pertujunkan musik tradisional Melayu. Asiknya lagi, di istana ini kamu bisa menyewa baju adat Melayu dan foto-foto di depan singgasana layaknya bangsawan Kerajaan Deli zaman dulu.

via Instagram.com/nerizzadarmayo

via Instagram.com/swidita

via pakejpelancongmedan.blogspot.co.id

Mayoritas masyarakat Medan memang orang Melayu, tapi Medan yang masyarakatnya multietnis juga memiliki populasi warga keturunan India yang cukup besar. Layaknya Singapura yang memiliki Little India, Medan mempunyai Kampung Keling, atau Kampung Madras, yang mayoritas penghuninya penduduk India.

via otonomi.co.id

via aditgoshgosh.wordpress.com

Kampung Keling menjadi pusat kegiatan tradisi orang India di Medan. Selain bangunan-bangunannya yang kental pengaruh Indianya, kamu bisa liat masyarakat Kampung Keling memakai baju khas India, seperti sari untuk perempuan dan sorban untuk yang lelaki. Gadis-gadis di Kampung Keling juga memakai tanda bulatan merah di kening mereka.

via wikipedia.org

Kampung Keling juga dipenuhi oleh kuil-kuil dan vihara megah nan warna-warni. Kalo kamu foto-foto disini, bisa dikira kamu di India beneran dan bukan di Medan!

via djangki.wordpress.com

via efenerr.com

via jurnalisperempuan.com

Selain memanjakan mata dengan ngeliat bangunan-bangunan warna-warni, kamu juga bisa memanjakan perut kamu dengan kuliner-kulier khas India di berbagai restoran yang ada di sini. Jajanan-jajanan seperti martabak India bakal kamu temukan di sini.

via lihat.co.id

via nfitriah.blogspot.co.id

Kampung Keling pas banget dikunjungi dekat hari-hari besar India karena perayaannnya pasti meriah di kampung ini. Di bulan Maret, awal musim semi dirayakan Holi Festival, atau festival warna dimana orang-orang saling melemparkan tepung warna-warni ke satu sama lain.

via lihat.co.id

via wego.co.id

via hananlubis.wordpress.com

Ketika di Kampung Keling kamu bisa menyaksikan budaya India, di Rumah Tjong A Fie kamu bisa liat pengaruh budaya Cina. Tjong A Fie merupakan seorang saudagar Tionghoa kaya raya yang terkenal atas kedermawannya saat masih hidup. Kini, kediamannya dijadikan sebuah museum dimana kamu bisa cari tahu tentang masa lalu sosok dermawan yang satu ini.

via wisatajiwa.wordpress.com

via instagram.com/sintiadewiwulan

via instagram.com/ryansant

Bangunan rumah seluas 6.000 meter ini didesain mengikuti arsitektur Cina kuno, tapi tetep dengan pengaruh corak-corak Melayu dan Eropa. Perabotan dalam rumah yang masih terawat dengan baik juga merefleksikan budaya Melayu-Tionghoa di abad ke-20. 

via wisatajiwa.wordpress.com

via majalahasri.com

via instagram.com/farhanbashel

via instagram.com/ecasaurus

Tjong A Fie dulu rajin mendokumentasikan kehidupan sehari-harinya dalam foto. Oleh karena itu, rumah ini ini dipenuhi oleh foto-foto keluarga dan acara-acara penting dalam hidupnya, yang semuanya menyajikan potret unik ke dalam kehidupan tokoh yang berpengaruh dalam pembangunan kota Medan ini.

via waspada.co.id

via waspada.co.id

 

Detail Informasi

Alamat: Istana Maimun— Jl. Brigjend Katamso, Kec. Medan Maimun

Kampung Keling/Madras—Jl. Zainu Arifin, Kota Medan

Rumah Tjong A Fie—Jl. Jendral Ahmad Yani no. 105

Kontak: Istana Maimun—(021) 4524244

Rumah Tjong A Fie—0813 7516 0031

Rute: Istana Maimun—Naik kendaraan umum dari Medan, kamu bisa naik Bus Damri untuk turun di Terminal, kemudian lanjut naik angkot 64 warna kuning jurusan Pinang Barus untuk turun langsung di depan Istana Maimun. Kalau kamu dari Bandara Kualanamu, juga bisa naik kereta api langsung ke Istana Maimun dengan tariff Rp. 80.000,00 per orang.

Kampung Keling/Madras —Kampung Keling berada di pusat kota Medan, persisnya gak jauh dari Sun Plaza Medan. Unutk mencapai kampung ini, kamu bisa naik angkot, becak, sewa ojek atau naik kendaraan pribadi.

Rumah Tjong A Fie—Rumah Tjong A Fie bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi, ojek  atau angkutan umum ke kawasan Kesawan yang lokasinya di pusat kota. Untuk patokan, lokasi rumah ini gak jauh dari Lapangan Merdeka atau Stasiun Medan.

Harga Tiket: Istana Maimun—Rp. 5.000,00/orang

Rumah Tjong A Fie—Rp. 35.000,00

Tarif: Istana Maimun—Rp. 10.000,00—Rp.30,000.00 untuk sewa baju adat

 

8. JATUH CINTA DENGAN 4 TEMPAT WISATA ROHANI DI MEDAN DAN SEKITARNYA – TAMAN WISATA ROHANI SALIB KASIH, MASJID RAYA MEDAN, PAGODA TAMAN LUMBINI & MAHA VIHARA ADHI MAITREYA

Keberagaman etnis di Medan pastinya membuat adanya keberagaman agama yang dianut masyarakatnya juga. Liburan ke tempat-tempat wisata alam mungkin udah biasa, jadi gak ada salahnya di trip selanjutnya ke Medan, kamu rekreasi ke tempat wisata rohani yang ada di kota ini.

via wikipedia.org

via insanmandiritour.com

via KSMtour.com

via obyekwisataterlengkap.blogspot.co.id

Kota Tarutung yang jaraknya gak jauh dari kota Medan, dikenal sebagai pusat wisata rohani. Tiap tahun, kota ini banyak dikunjungi penganut agama Kristen karena di kota ini kamu akan menemukan tempat wisata religi agama Kristen Taman Wisata Rohani Salib Kasih.

via martunassinaga.wordpress.com

via martunassinaga.wordpress.com

Sering disebut landmark kota Tarutung, di sini terdapat sebuah monumen berbentuk salib yang dibangun untuk mengenang jasa dan pengabdian dari Dr. Ingwer Ludwig Nommensen. Sosok yang patungnya akan menyambut kamu di pintu gerbang ini merupakan seorang misionaris asal Jerman yang menyebarluaskan agama Kristen di Tanah Batak. 

via kodeposindo.xyz

via instagram.com/damen.munthe

Terletak di atas bukit Siatas Barita, monumen setinggi 30 meter ini berdiri megah diantara pepohonan lebat. Dari monument ini kamu bisa dapetin panorama Kota Tarutung yang indah banget. Di malam hari, monumen yang dihiasi lampu ini juga terlihat jelas dari kota.

via wisatabloid.com

via nichpakaich.net

via nasriatimuthalib.com

Perjalanan ke puncak bukit dari area parkir cuma bisa dijajahi dengan kaki ya, jadi make sure kamu dalam kondisi fisik yang kuat. Sepanjang perjalanan menuju Salib Kasih kamu akan ditemani rindangnya pohon-pohon dan udara yang segar dan sejuk.

via rvdicollections.blogspot.co.id

via bagarpunyacerita.blogspot.co.id

Di Salib Kasih ada sebuah altar dengan kapasitas tempat duduk 600 untuk acara-acara kebaktian. Di sini juga ada rumah-rumah kecil yang disebut Rumah Doa, dimana wisatawan bisa berdoa.

via triptrus.com

via jadimanhutapea.blogspot.co.id

Tempat selanjutnya adalah Masjid Raya Medan yang terletak di tengah-tengah Kota Medan. Masjid ini, yang nama lainnya Masjid Raya Al-Mashun, dibangun pada tahun 1906 dan memiliki eksterior khas arsitektur Timur Tengah, India dan Spanyol.

via awalinfo.blogspot.co.id

via medan.panduanwisata.id

Kemegahan dari masjid berbentuk segi delapan ini menggambarkan kejayaan Kesultanan Deli, dimana dana pembangunan masjid kerajaan ini ditanggung oleh Sultan Ma’mun Al Rasyid Perkasa Alam sendiri.

via pinterest.com/wisataindo

Kaca-kaca patri dengan gaya Art Nouveau peninggalan periode 1890-1914 yang menghiasi jendela-jendela masjid, dekorasi marmer dari Itali dan lampu gantung Prancis, gak kaget kalau masjid ini merupakan bangunan yang sangat dibanggakan kota Medan.

via post307.wordpress.com

via harian.analisadaily.com

via foursquare.com/yudistirop

Ada satu pajangan yang unik di masjid ini, yaitu Al-Quran kuno berukuran raksasa yang dipajang di pintu masuk jemaah laki-laki. Al-Quran yang berasal dari Timur Tengah ini ditulis dengan tangan menggunakan bahasa Urdu dan Parsi di atas kertas kulit, dan umurnya setua masjid ini sendiri.

via harian.analisadaily.com

Di pekarangan belakang masjid ini, terdapat makam para raja dan sultan Deli, termasuk Sultan Ma’mun Al Rasid Perkasa Alam, sampai makam sultan deli yang terakhir, Letkol Purnawirawan TNI Otteman Mahmud Perkasa Alam.

via majalahasri.com

via ozanlubis.blogspot.co.id

Tempat wisata religi selanjutnya adalah Pagoda Taman Lumbini, pagoda tertinggi dan termegah di Indonesia. Kuil Buddha yang terletak di Desa Dolat Rayat, Brastagi ini merupakan bagian dari komplek seluas 3 hektar. Hampir keseluruhan bangunan di taman alam mini diberi warna keemasan membuat pagoda ini terlihat mewah dan indah banget. 

via tobasatu.com

Dengan arsitektur khas Myanmar, ikon wisata Desa Tongkoh ini dilengkapi dengan ornamen-ornamen dan patung-patung hasil pahatan seniman Myanmar yang membuat pagoda ini bener-bener memukau.

via justgola.com

via fotodedi.wordpress.com

Buat kamu yang beragama Buddha, Taman Lumbini jadi tempat sembahyang yang menenangkan dan bikin tentram. Buat yang bukan, keindahan taman yang mengelilingi pagoda ini worth it buat kamu untuk sekedar keliling-keliling. 

via instagram.com/arie_fft

via wisataterindah.net

via rumahnyasweety.blogspot.co.id

Taman Lumbini yang gak pernah sepi dengan pengunjung ini berjarak sekitar 50 kilometer dari kota Medan dan bisa kamu capai dengan perjalanan 2 jam. Sebelum kamu cabut, jangan lupa tulis harapan kamu di secarik kertas untuk digantung di wishing tree.

via northsumateraku.blogspot.co.id

Lokasi wisata religi yang terakhir adalah tempat ibadah umat Buddha, Maha Vihara Adhi Maitreya yang terletak di Perumahan Cemara Asri tengah kota Medan. Dengan luas lebih dari 4 hektar, vihara yang dibangun di tahun 1991 ini merupakan yang terbesar di Indonesia. Karena lokasinya, vihara ini juga sering disebut Vihara Cemara Asri.

via youtube.com/beleq di mata

via villasforrentguide.com

Vihara ini terbagi menjadi 3 gedung, dan memiliki arsitektur bangunan yang menggambarkan kebudayaan dan ajaran Buddha Maitreya. Seperti namanya, semua hal di vihara ini serba asri, rapi dan bersih, yang memberikan suasana tenang.

via justgola.com

via seputarberitakehidupan.blogspot.co.id

via harian.analisadaily.com

Di dekat pintu masuk kamu akan langsung disambut oleh 3 Patung Suci, yaitu patung Sang Buddha, Dewi Kwan In dan Patung Hakim Bao. 

via justgola.com

Di sisi kiri vihara terdapat kolam ikan koi dengan jembatan yang bisa bikin kamu merasa sedang ada di negeri tirai bambu. Selain itu vihara ini juga memiliki Taman Burung, sebuah rawa yang berisi puluhan bangau yang dikelilingi pepohonan.

via justgola.com

via sakura21photoblog.wordpress.com

via baguskali.com

via zubairidjoerban.org

Vihara Cemara Asri asik banget untuk dikunjungi di hari-hari besar Tionghoa, karena perayaannya pasti meriah banget di vihara ini. Di hari-hari seperti ini, pelataran vihara dihias lampion-lampion cantik dan akan ada banyak festival dan acara kebudayaan yang diadakan.

via kemanaajaboleeh.com

via harian.analisadaily.com

 

Detail Informasi

Alamat: Taman Wisata Rohani Salib Kasih—Desa Simorangkir, Kec. Siatas Barita, Kab. Tapanuli

Masjid Raya Medan—Jl. Mesjid / Jl. Sisingamangaraja, Kec. Medan Kota, Kota Medan

Pagoda Taman Lumbini—Desa Tongkoh, Kec. Dolat Rakyat, Pondok Brastagi

Maha Vihara Adhi Maitreya—Komplek Perumahan Cemara Asri, Jl. Cemara Boulevard Utara no. 99

Kontak: Pagoda Taman Lumbini—0852 9724 0099

Maha Vihara Adhi Maitreya—(061) 6636300 / mvmmedan@yahoo.com

Rute: Taman Wisata Rohani Salib Kasih—Untuk mencapai Tarutung, kamu bisa naik minibus dari pangkalan minibus KBT (Koperasi Bintang Tapanuli), yang perjalanannya sekitar 6-8 jam dari Medan. Kamu juga bisa naik travel jurusan Sibolga dari Medan untuk turun di Tarutung.

Pagoda Taman Alam Lumbini —Untuk mencapai vihara ini, kamu bisa naik kendaraan pribadi atau kendaraan umum bus dari kota Medan sampai di Simpang Tongkoh, atau Tugu Buah Jeruk. Sesampainya di tugu ini, belok ke kiri, dan kamu akan segera bertemu dengan jalan masuk di kanan jalan dengan kebun-kebun stroberi di sisi jalan. Lurus terus, dan kamu akan sampai di Taman Alam Lumbini.

Masjid Raya Medan—Naik kendaraan umum, kamu bisa naik Bus Damri untuk turun di Terminal Amplas. Kemudian lanjut naik angkot kuning nomor 64 jurusan Pinang Baris, untuk turun di depan Istana Maimun. Dari situ lanjut jalan kaki ke Masjid Raya Medan.

Maha Vihara Adhi Maitreya—Vihara Cemara Asri bisa kamu capai dengan kendaraan pribadi dengan perjalanan 45 menit dari kota Medan (kalo gak macet ya!) menyusuri jalan Cemara.

Harga Tiket: Taman Wisata Rohani Salib Kasih—Rp. 4.000,00

Masjid Raya Medan—Gratis

Pagoda Taman Lumbini—Gratis

Maha Vihara Adhi Maitreya—Gratis

 

9. LIHAT PEMANDANGAN ALAM YANG BIKIN GAK MAU PAMIT DARI CAGAR ALAM SIBOLANGIT

Untuk menyaksikan pemandangan alam yang bikin rilekas dan kekayaan flora dan fauna yang beragam, kamu harus datang ke Cagar Alam Sibolangit. Kawasan konservasi ini adalah hutan hujan tropis yang menjadi habitat aneka ragam tumbuhan dan hewan-hewan unik.

via anekawisataseru.net

via anakmudamedan.blogspot.co.id

Membentang seluas 85 hektar, cagar alam ini menjadi satu kesatuan dengan Taman Wisata Alam Sibolangit. Kalau cagar alam lainnya lokasinya di daerah terpencil jauh dari perkotaan, Cagar Alam Sibolangit jaraknya hanya 1 jam dari kota Medan.

via yulianaa799.blogspot.co.id

Tumbuhan di cagar ala mini didominasi oleh pepohonan besar yang diameternya lebih dari satu meter. Saat kamu trekking menjelajahi hutan, pohon-pohon rimbun ini bakal ngelindungin kamu dari panasnya sinar matahari dan menyejukkan udara.

via superadventure.co.id

via web.stagram.com

Selain itu, kamu juga akan menemukan berbagai jenis tanaman rambat yang tumbuh lebat di Sibolangit karena curah hujannya yang tinggi. Di Sibolangit kamu juga bisa menjumpai tumbuhan langka Bunga Bangkai.

via biota-unimed.blogspot.co.id

via tribunnews.com

Di sini ada banyak binatang-binatang juga yang bakal nemenin kamu. Jenis fauna yang sering dijumpai di sini adalah kera dan lutung, bahkan terkadang orangutan, yang sering bergelantungan di pohon di atas kamu, dan berbagai jenis burung seperti Rangkong, Enggang dan Elang.

via epictio.com

Selain flora dan faunanya, ada satu lagi daya tarik Cagar Alam Sibolangit, yaitu Air Terjun “Dwi Warna”. Air terjun ini diberi julukan tersebut karena memiliki air yang berwarna biru dan abu-abu di kolam di bawahnya. Uniknya, meskipun bersebelahan, air yang berwarna biru lebih dingin dibandingkan air yang berwarna abu-abu. 

via instagram.com/yusronwahyudi

via instagram.com/hi.putra

via instagram.com/wahyumhdrizki

Air terjun ini jatoh ke bawah sebuah kolam kecil, jadi kamu bisa berenang dan main-main air disini. Air yang mengalir langsung dari Gunung Sibayak ini memang mengandung belerang, tapi airnya sendiri gak kecium bau belerangnya.

via instagram.com/rudihartofo

via instagram.com/tambahot_siallagan

Kedekatan Cagar Alam Sibolangit dari perkotaan memang jadi keunikan sendiri. Hal ini juga yang memudahkan wisatawan untuk datang berkunjung kesini. Namun, jaraknya yang dekat perkotaan menjadikan kawasan konservasi ini terancam aktivitas manusia, sampah misalnya.

via instagram.com/edooy

 

Detail Informasi

Alamat: Jl. Jamin Ginting KM.38, Batu Layang, Kec. Sibolangit, Kab. Deli Serdang

Kontak: 0852 7000 6282 / (061) 8214108

Rute: Cagar ini terletak 40 kilometer, atau 1 jam dari kota Medan dengan kendaraan pribadi. Jalannya berkelok-kelok, tapi bagus dan gak rusak. Kamu nanti akan melewati Perusahana Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi. Lanjut lurus terus, sampai ada papan petunjuk masuk kawasan Hutan Sibolangit di sebelah kiri jalan.

Selain itu kamu juga bisa mencapai Cagar Alam Sibolangit naik angkutan umum jurusan Medan – Brastagi atau Medan – Sidikalang. 

Harga Tiket: Gratis untuk masuk Cagar Alam Sibolangit, Rp. 10.000,00/orang untuk masuk Air Terjun Dwi Warna

 

 

10. BERPETUALANG MELIHAT ORANGUTAN BERGELANTUNGAN DI BUKIT LAWANG

Bukit Lawang, tempat wisata alam yang merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Leuser ini bukan destinasi liburan yang asing lagi. Bukit Lawang terkenal karena disinilah kamu bisa melihat langsung orangutan yang kini sudah langka dan hampir punah.

via giveforgranted.com

via inskit.id

via alexandmaddie.com

Dengan populasi lebih dari 5.000 orangutan, di kawasan konservasi yang satu ini kamu bisa melihat primata ini bermain-main dan berayun-ayun di antara ranting-ranting pohon di hutan yang lebat.

via gotourandtravel.blogspot.co.id

via globalnyt.dk

via mokumsurfclub.com

Dengan petunjuk seorang pemandu, kamu akan dibawa trekking menerjang hutan hujan tropis. Bukan cuma orangutan yang bisa kamu temuin, tapi juga monyet siamang dan taneman-taneman kayak bunga bangkai raksasa. Kalo kamu beruntung, kamu bahkan bisa sekilas bertemu dengan Beruang Madu, Harimau Sumatera atau Badak Sumatera. 

via wego.co.id

via orangutanbukitlawangvyca.blogspot.co.id

via katalogwisata.com

via mongabay.co.id

Buat kamu yang mau lebih dekat lagi dengan orangutan, di feeding platform yang beroperasi sampai jam 3 sore tiap harinya kamu bisa liat orangutan yang lagi ngumpul untuk diberi makan.

via pinterest.com/nmargate

via backpackerlee.wordpress.com

Kekayaan flora dan fauna bukan satu-satunya daya tarik Bukit Lawang. Di dalam kawasan ini juga terdapat Goa Kelelawar. As the name suggests, disini kamu bisa liat langit-langit goa yang dipenuhi gerombolan kelelawar yang lagi tidur. 

via sheriando.blogspot.com

via ksmtour.com

Selain itu, di Sungai Bahorok, yang juga bagian dari Bukit Lawang, kamu bisa menyewa ban untuk river tubing. Jangan kaget kalo pas kamu gak dikasih jaket pelampung kalo river tubing disini, tapi memang serunya disitu. 

via kemanaaja.com

via ecotourismbohorok.blogspot.co.id

 

Detail Informasi

Rate: Rp. 100.000,00—Rp. 550.000,00/malam

Alamat: Taman Nasional Gunung Leuser, Kec. Bohorok, Kab. Langkat

Rute: Naik kendaraan pribadi dari Medan, kamu bisa mengikuti rute perjalanan Medan – Binjai – Padang Brahrang – Kuala – Bohorok – Bukit Lawang, yang bisa ditempuh dalam 3 jam. Kalau naik kendaraan umum, kamu bisa naik angkot 64 ke Terminal Pinang Baris dari Lapangan Merdeka, kemudian naik bus Pembangunan Semesta menuju Bukit Lawang yang tarifnya sekitar Rp. 35.000,00. Dari Terminal Bukit Lawang, lanjut naik becak motor ke kawasan wisata.

Harga Tiket: Rp. 5.000,00/orang

Harga Parkir: Rp. 10.000,00 untuk motor, Rp. 20.000,00 untuk mobil

Tarif: Rp. 120.000,00 untuk jasa pemandu trekking dengan rombongan minimal 6 orang

Rp. 20.000,00/orang untuk permit trekking

 

11. 3 LOKASI UNTUK MANDI AIR TAWAR YANG MEMIKAT DI PEMANDIAN AEK MANIK, AIR TERJUN TEROH TEROH & KOLAM ABADI LANGKAT

Untuk kebanyakan orang lokasi wisata alam yang paling seru adalah tempat-tempat dimana mereka bisa asik basah-basahan bermain di air. Di Medan, ada 3 tempat wisata alam dimana kamu bisa relaxing mandi dan ngerasain segernya air tawar.

via instagram.com/wartapunyamedan

via instagram.com/sumuttraveller

via jokowarino.id

Tempat wisata yang pertama, Pemandian Aek Manik, terletak di Kecamatan Sidamanik, sekitar 150 kilometer, atau 4 jam dari Medan. Pemandian air tawar yang dulu merupakan tempat pemandian Raja Damanik ini airnya jernih banget.

via otonomi.co.id

Untuk mencapai lokasi Pemandian Alam Aek Manik, kamu harus menyusuri beberapa puluh anak tangga. Pemandangan di balik rimbunnya pepohonan hijau yang bakal kamu dapetin di bawah anak-anak tangga ini pastinya mempesona.

via qamarina25.blogspot.co.id

Saking jernih dan tenangnya air di sungai ini, dari jauh pemandiannya sekilas terlihat kayak kolam renang. Karena airnya yang tenang, pemandian ini pas banget buat main air bareng keluarga atau temen-temen. 

via lovelysimalungun.com

via instagram.com/morisimansyah

Lokasi wisata selanjutnya adalah Air Terjun Teroh Teroh yang terletak di Desa Rumah Galuh, Kecamatan Sei Bingai. Tempat wisata alam yang satu ini awalnya jadi tenar karena diliput di acara TV My Trip My Adventure. 

via instagram.com/ikram_superb

Ada banyak pos yang bisa kamu pilih untuk menuju Air Terjun Teroh-Teroh, salah satu yang paling populer adalah Pos Pelaruga. Dari pos ini untuk menuju air terjun-nya kamu harus jalan menembus perbukitan dan hutan yang lebat serta menyusuri bibir sungai. Serunya, kamu bisa memilih untuk mengikuti jalan setapak di sisi bukit untuk mencapai air terjun atau body rafting melalui sungai.

via chandrasirait.blogspot.co.id

Buat kamu yang suka petualang pastinya milih opsi kedua, kan? Dilengkapi dengan pelampung, kamu bisa menghanyutkan diri mengkuti arus sungai, yang di beberapa titik cukup deras. Saking jernihnya air sungai ini, dasar sungainya sampe keliatan!

via dimedan.co

via instagram.com/silmykania_

via instagram.com/elnesbrs

Setelah itu, 45 menit kemudian kamu akan bertemu dengan air terjun yang mengalir dari celah-celah tebing. Seger banget mandi dan main-main air di percikan air dan bebatuan sekitar air terjun setinggi 12 meter ini. 

via instagram.com/devidalildevil

via duniaamerahh.blogspot.co.id

Gak jauh dari Air Terjun Teroh-Teroh, masih di aliran sungai yang sama, kamu bisa seru-seruan main air juga di Kolam Abadi. Abis menelurusuri hutan sekitar  25 menit, kamu bisa menikmati sejuk dan jernihnya air di kolam dengan kedalaman 3 meter ini.

via cumilebay.com

via gapuranews.com

via instagram.com/rf_zeony

Disarankan untuk dateng ke Air Terjun Teroh-Teroh dan Kolam Abadi sepagi mungkin ya, pas masih sepi pengunjung jadi kamu bisa puas bermain-main dan foto-foto.

via instagram.com/exploremedann

 

Detail Informasi

Alamat: Pemandian Ae Manik—Desa Huta Lama, Kec. Sidamanik, Kab. Simalungin

Air Terjun Teroh-Teroh & Kolam Abadi—Desa Rumah Galuh, Kec. Sei Bingai, Kab. Langkat

Rute: Pemandian Ae Manik—Dari Medan, kamu bisa melakukan perjalanan menuju Aek Manik melalui rute Medan - T.Morawa - L.Pakam - Perbaungan - Tebing Tinggi - Siantar – Sidamanik menggunakan kendaraan pribadi, degan jarak 150 kilometer yang dapat ditempuh dalam 4 jam. Sesampainya di Siantar, ambil rute ke arah Prapat. Ketika bertemu dengan pertigaan, ambil belokan ke kanan menuju Sidamanik. Sebelum Kantor Pajak Sidamanik, akan ada lapangan sepakbola yang sebrangnya Jalan Siamatahuting. Masuk jalan ini, sampe ketemu pertigaan pertama lalu belok kanan. Jalan terus lagi, sampe ketemu peritgaan lagi, ambil belokan ke kiri sampai ketemu tugu Aek Manik.

Kalo menggunakan kendaraan umum, kamu bisa naik Bus Intra (PATAS) atau Bus Sejahtera menuju Pematang Siantar. Dari Siantar, lanjut ke Sidamanik naik angkutan umum dan turun di pasar Sidamanik. Dari sini kamu bisa melanjutkan perjalanan ke Ae Manik dengan berjalan kaki.

Air Terjun Teroh-Teroh & Kolam Abadi—Menggunakan kendaraan pribadi, kamu bisa menempuh rute Medan – Binjai – Namu Ukur – Desa Rumah Galuh. Dengan motor, perjalanan ini memakan waktu sekitar 2 jam. Sampai di Desa Rumah Galuh, kamu bisa memilih salah satu pos yang ada untuk menuju Air Terjun Teroh-Teroh dan Kolam Abadi.

Kamu juga bisa naik angkot dari Medan menuju Terminal Pinang Baris, lalu lanjut lagi naik angkot menuju Binjai. Sesampainya di Binjai, lanjut naik angkot lagi menuju Pasar Bawah, abis itu pindah angkot L300 ke Desa Rumah Galuh.

Harga Tiket: Pemandian Ae Manik—Gratis, donasi seiklhasnya

Air Terjun Teroh-Teroh & Kolam Abadi—Rp. 45.000,00/orang, sudah termasuk biaya pemandu dan parkir kendaraan

Harga Parkir: Pemandian Ae Manik—Rp. 2.000,00—Rp. 5.000,00

 

12. JANGAN BERKEDIP! TANGKAHAN BAH ALIP, SURGA TERSEMBUNYI DI TENGAH HUTAN

 Di Simalungun, Sumatera Utara ternyata punya blue lagoon-nya sendiri loh! Di danau Tangkahan Bah Alip yang masih jarang banget dikenali wisatawan ini, kamu bisa menikmati pemandangan danau yang belom disentuh tangan manusia.

via instagram.com/_riansyaramadhani

via instatrix.com

Di airnya yang biru terang dan tenang ini kamu bisa berenang-berenang dan melepas penat, sekalian memanjakan mata kamu dengan panorama yang indah ini. Lokasinya yang terpencil membuat Tangkahan Bah Alip sunyi dan sepi, pas banget jadi getaway dari kehidupan sehari-hari.

via instagram.com/hadi_baim

via instagram.com/ikhsanhrs

Kalo mau beristirahat sebentar abis capek trekking menerjang hutan lebat pas otw kesini, kamu bisa menggantung hammock di pohon-pohon yang ada. Kamu bisa tidur siang bentar deh, ditemani udara yang super sejuk.

via instagram.com/unarangkuty25

via blog.davestpay.com

Tangkahan Bah Alip terletak di Desa Parmonangan, yang bisa kamu capai dengan perjalanan selama 4-6 jam dari Medan. Karena gak banyak diketahui orang, nyari lokasi Tangkahan Bah Alip diantara hutan yang lebat emang agak sulit, tapi kamu bisa nanya-nanya ke warga sekitar kok untuk ancer-ancer ke danau ini.

via instagram.com/djempoelboelad

 

Detail Informasi

Alamat: Desa Parmonangan, Kec. Pematang Bandar, Kab. Simalungun

Rute: Kamu harus menempuh perjalanan darat selama 4-6 jam untuk mencapai Desa Parmonangan. Kamu juga bisa naik bus, travel atau shuttle ke arah Sibolga untuk turun di Simalungun Parapat. Dari situ lanjut naik angkot, kemudian ngojek sampai Desa Parmonangan. Sampai di desa ini kamu harus trekking sedikit ke dalam hutan yang pepohonannya cukup lebat. Untuk ancer-ancer persisnya bisa tanya-tanya warga sekitar ya.

 

13. AIR TERJUN BUKIT GIBEON, AIR TERJUN BINANGALOM & AIR TERJUN SIPISO-PISO—3 AIR TERJUN YANG INDAHNYA MINTA AMPUN

 Selain yang udah disebutkan di sini, Medan dan sekitarnya ternyata masih punya banyak air terjun yang bisa kamu jelajahi. Air Terjun Bukit Gibeon, Air Terjun Binangalom dan Air Terjun Sipiso-Piso masing-masing punya keunikan mereka sendiri yang jadiin 3 air terjun ini pilihan yang oke buat liburan kamu selanjutnya.

via dimedan.co

via dimedan.co

via instagram.com/aldyaldyy

Air Terjun Bukit Gibeon yang terletak di Kabupaten Toba Samosir ini merupakan sebuah destinasi wisata keluarga yang kini udah gak asing lagi. Yang bikin air terjun satu ini unik, adalah jatuhan airnya yang langsung menuju sebuah kolam renang.

via tempatberliburwisata.blogspot.co.id

via netralnews.com

via tripelaketoba.com

Menikmati dinginnya air terjun di kolam yang biru dan bersih ini tambah nikmat dengan suasana dan pemandangan Bukit Gibeon yang adem dengan hamparan bukit-bukit hijau. Karena sudah dikelola dengan baik jalan setapak menuju air terjunnya pun sudah dengan aspal.

via tribatanews.polrestobasa.com

Air terjun ini berada di Pusat Seminar Bukit Gibeon (PSBG), yang sebenernya merupakan sekolah misionaris. Oleh karena itu, di sekitar air terjun ini kamu bakal menuin banyak Rumah Doa.

via nopipon.com

Salah satu Rumah Doa yang paling hits di Bukit Gideon adalah Rumah Doa Segala Bangsa, yang arsitektur unik bernuansa putih-ungu-nya jadi spot yang digemari buat foto-foto.

via instagram.com/jthnamdsmr_

via instagram.com/danielmraja

via instagram.com/novrasumbayak

Air terjun selanjutnya yang gak kalah unik adalah Air Terjun Binangalom. Danau Toba udah sering kamu dengar, tapi jangan sampe kamu gak mampir ke Air Terjun Binangalom saat berada di Danau Toba. Air terjun yang satu ini terletak persis di pinggir Danau Toba, jadi airnya langsung jatuh ke danau. 

via instagram.com/beergembiraa

Air terjun yang satu ini memang belom sering dijamahi wisatawan, meskipun Danau Toba-nya sendiri lokasi wisata yang rame banget. Pasalnya, untuk mencapai air terjun ini kamu harus menyewa kapal seharga Rp. 500.000,00—Rp. 600.000,00 per kapal, padahal perjalanannya cuma sekitar 15 menit dari Parapat.

via instagram.com/adysiallagan

Kata ‘lom’ dari ‘Binangalom’ dalam bahasa Batak artinya air penyejuk, dan nama itu pas banget sama air terjun setinggi 70 meter ini. Mendekat ke air terjun, kamu langsung bisa merasakan sejuknya udara dan air di air terjun ini, yang pasti bikin mata kamu sejuk juga. 

via instagram.com/sumargodenny

via instagram.com/fanjosafat_sitohang

Di air terjun ini kamu bisa seru-seruan berenang, walaupun gak boleh sampai dekat air terjun karena arusnya yang deres banget. Pemandangan air yang mengalir dari dinding batu yang dipenuhi tumbuhan-tumbuhan lebat juga bikin air terjun ini latar yang oke banget bahkan buat foto-foto cuma dari atas kapal.

via instagram.com/syukranhabib_

via instagram.com/exploredanautoba

via instagram.com/rifai_kktc_

via instagram.com/ariefmuhammad

Biar tambah seru lagi, kamu bisa manjat naik tebing yang ada di sisi air terjun ini dan lompat ke air di bawahnya!

via instagram.com/sinpurban_trip

via instagram.com/sibororia

Air terjun yang terakhir, Air Terjun Sipiso-Piso merupakan ciri khas  Desa Tongging, Kabupaten Karo yang jaraknya 45 menit dari pusat Kota Medan.  Yang bikin air terjun ini unik adalah karena ia merupakan salah satu air terjun tertinggi di Indonesia.

via metrorakyat.comvia wisata-alam.com

Dengan ketinggian 120 meter, air terjun ini airnya deras banget. Itulah kenapa air terjun ini diberi nama ‘sipiso-piso’, yang artinya pisau. Derasnya air yang jatuh rasanya mirip dengan bilah-bilah pisau. 

via vmireinteresnogo.com

Terletak 800 meter dari permukaan laut dan dikelilingi perbukitan hijau, air terjun ini disembunyikan diantara juram-juram yang curam. Sekitar air terjun dipenuhi hutan pinus, yang membuat pemandangan alam yang indah dan adem.

via student.unud.ac.id/deviaritonang71

via followthewindyroad.wordpress.com

Untuk mencapai gardu pandang untuk melihat air terjun ini, kamu harus menaiki seribu anak tangga. Tapi, kamu juga bisa main ke bawah air terjun yang mana kamu akan disambut dengan suara gemuruh aliran air yang deras dan percikan air sejuk dari air terjun ini.

via samgaje.blospot.co.id

via janusantara1989.blogspot.co.id

via jelajahunik.blogspot.co.id

Karena airnya yang deras, kamu memang hanya bisa melihat air terjun ini dari bukit-bukit di sekitaran kolamnya atau hanya dari gardu pandang. Dari gardu pandang ini kamu bisa mendapatkan panorama yang luas dari keindahan air terjun dan juga Danau Toba yang terkenal.

via instagram.com/riyan_kurnia

 

Detail Informasi

Alamat: Air Terjun Bukit Gideon—Jl. Dr Sutan Raja D.L. Sitorus, Desa Parsaoran Sibisa, Kec. Ajibata, Kab. Toba Samosir

Air Terjun Binangalom—Desa Binangalom, Danau Toba, Kec. Lumban Julu, Kota Parapat

Air Terjun Sipiso-Piso—Desa Tongging, Kec. Merek, Kab. Karo

Kontak: Air Terjun Bukit Gideon—0812 2390 1000 / seminari_bukitgibeon@yahoo.co.id

Rute: Air Terjun Bukit Gideon—Untuk mencapai Air Terjun Bukit Gideon dari Medan, pertama-tama mulai perjalanan menuju Parapat. Dari Parapat, jalan terus menuju Balige. 10 kilometer atau sekitar setengah jam kemudian, kamu bakal ketemu dengan gapura besar di sebelah kanan jalan dengan tulisan Bukit Gibeon. Belok masuk kedalam, dan 1 kilometer kemudian di sebelah kiri kamu akan menemukan pintu masuk ke Bukit Gideon. Sedikit sebelum pintu masuk ini ada jalan menuju air terjun yang ada pos satpamnya.

Air Terjun Binangalom—Dari Parapat, kamu bisa naik kendaraan pribadi, atau bus umum Intra atau bus umum Sejahtera dengan tarif Rp. 25.000,00—Rp. 30.000,00 ke Pelabuhan Ajibata atau Pelabuhan Balige. Dari pelabuhan langsung lanjut sewa dan naik kapal ke Air Terjun Binangalom.

Air Terjun Sipiso-Piso—Untuk mencapai Air Terjun Sipiso-piso, silahkan mengikuti rute Medan – Berastagi – Kabanjahe – Merek. Jalur alternatif adalah untuk mengikuti rute Medan – Lubuk Pakam – Kota Siantar, tapi jalur yang ini memakan waktu lebih lama.

Selain itu kamu bisa juga naik bus dari Medan dengan urusan Kota Kabanjahe, yang jaraknya sekitar 2 jam. Sesampainya di Kebanjahe, lanjut naik angkot pedesaan menuju Merek. Di pertigaan jalan utama, naik becak atau ojek untuk sampai di gardu panjang, lalu lanjut lagi naik angkot atau becak ke Desa Tongging.

Harga Tiket: Air Terjun Bukit Gideon—Rp. 12.000,00 (hari biasa), Rp. 15.000,00 (hari libur)

Air Terjun Sipiso-Piso—Rp. 5.000,00

Harga Parkir: Air Terjun Bukit Gideon—Rp. 2.000,00 untuk motor, Rp. 5.000,00 untuk mobil 

 

14. NIKMATI INDAHNYA ALAM LUAR DENGAN CAMPING DI DANAU LAU KAWAR

Danau Toba memang sudah terkenal namanya sampai penjuru dunia, tapi ada satu lagi tempat wisata danau di Medan yang bisa bikin liburan kamu gak kalah serunya. Danau Lau Kawar yang terletak di kaki Gunung Sinabung ini destinasi yang pas banget buat kamu camping sama temen-temen atau keluarga.

via kemanaaja.com

via iasplussipirok.com

Danau ini letaknya sekitar 3 jam dari kota Medan ke arah Berastagi. Hamparan perkebunan sayur milik warga sekitar, udara yang segar, air danaunya yang tenang, serta pemandangannya bukit-bukitnya yang hijau membuat danau ini tempat yang nyaman untuk berlama-lama. 

via kemanaaja.com

via izmirazi.com

Di salah satu sisi danau ini, terdapat camping ground seluas 3 hektar yang dibuka untuk umum. Di sinilah pendaki Gunung Sinabung biasanya beristirahat sebelum mulai mendaki. 

via kemanaaja.com

via kemanaaja.com

Di pagi hari, kamu bisa mandi di danau dan menikmati hawa pagi yang sejuk. Menjelang sore hari, kamu bisa ngadain barbeque sama temen-temen atau keluarga kamu, atau nyoba mancing di danau ini.

via dieckyucoep.blogspot.co.id

via pariwisata.karokab.go.id

Di Danau Lau Kawar kamu juga bisa menyewa perahu untuk keliling danau. Kalau keliling danau doang kurang menantang buat kamu, kamu bisa minta untuk menepi ke arah hutan. Di hutan ini, kamu bisa trekking menembus pepohonan-pepohonan lebat yang dihiasi sungai-sungai kecil. 

via kemanaaja.com

Setelah meletusnya Gunung Sinabung di tahun 2013, Danau Lau Kawar memang sudah jarang dikunjungi wisatawan. Tapi, letusan ini gak mengurangi keindahan danau ini. Justru, karena lokasinya yang sekarang lebih sepi, kamu bisa dapet keheningan di Lau Kawar yang pasti dirindukan kamu-kamu yang biasa tinggal di kota. 

via dennysitohang.wordpress.com

 

Detail Informasi

Alamat: Desa Kutugugung, Kec. Naman Teran, Kab, Karo

Rute: Naik kendaraan pribadi, lakukan perjalanan menuju arah Brastagi dari Kota Medan. Di Tugu Perjuangan Berastagi, belok ke kanan menuju Kecamatan Simpang Empat. 30 kilometer kemudian, melewati jalan Kabanjahe – Kuta Rakyat, kamu akan sampai di Danau Lau Kawar.

Ada banyak alternatif kendaraan umum untuk menuju Danau Lau Kawar dari Medan. Kamu bisa naik angkutan umum Karisma, Sinabung atau Sutra untuk diantar langsung ke Danau Lau Kawar.

Harga Tiket: Rp. 4.000,00

Harga Parkir: Rp. 5.000,00 (motor), Rp. 15.000,00 (mobil)

 

15. DIJAMIN MOOD KAMU LANGSUNG ‘ON’ SETELAH RAFTING DI SEI BAH BOLON

Adrenaline junkies, tempat wisata yang terakhir ini buat kamu! Di Sei Bang Bolon yang terletak di Dusun III Kabupaten Serdang Bedagai ini, kamu bisa seru-seruan main arung jeram sama temen-temen kamu.

via hetanews.com

via gogonesia.com

via twitter.com/rentirosmalis

Kiri dan kanan Sei Sah Bolon diapit dengan tebing-tebing yang dipenuhi pohon-pohon yang lebat dan rimbun, yang bikin suasana alami banget. Uniknya, bebatuan di tebing ini rata bentuknya seperti dipahat, padahal terbentuk secara alamiah. Keren ya? Batu-batu ini pun diberi julukan Magic Wall.

via mylittletrace.wordpress.com

via goadventure.co.id

Di perjalanan rafting selama 4 jam ini kamu bakal disuguhi banyak hal loh. Dua jam pertama memang jeramnya lebih kecil dan airnya lebih tenang, tapi disinilah kamu bisa menikmati suasana di sekitar kamu! Di hutan-hutan yang mengelilingi sungai di kanan kirimu, kamu bakal ngeliat banyak monyet yang menggantung dari ranting ke ranting.

via mylittletrace.wordpress.com

via farizanriadhi.com

Di perjalanan ini kamu juga bakal ketemu dengan Air Terjun Bah Gula. Warga setempat percaya bahwa dulu, air terjun ini merupakan tempat pemandian para bidadari.

via twitter.com/medan_petualang

via instagram.com/medan_backpacker

Menuju akhir dari petualangan arung jeram ini, jeram makin banyak, curam dan sulit. Ada jeram mackay, sihorbo, roller coaster, ngehek, babi, landasan/perosotan dan terakhir jeram kodok. Hehe, lucu ya nama-namanya, kayaknya terinspirasi oleh kata-kata yang biasanya keluar dari mulut orang-orang pas menerjang jeram-jeram ini ya. 

via anakusu.com

via az-entertainment.blogspot.com

Untuk ber-arung jeram disini, kamu bisa memilih untuk mengikuti paket yang ditawarin banyak perusahaan tour & travel, atau datang langsung untuk ngambil paket yang disediakan oleh operator Sei Bah Bolong.

via instagram.com/anggialmyta

Sungai dengan jeram Grade II-Grade III ini cukup friendly buat kamu yang beginner, tapi pasti tetep bikin kamu deg-degan. Gimana, siap untuk nge-tes adrenalin kamu di sini?

via beritalima.com  

 

Detail Informasi

Alamat: Dusun III, Kecamatan Sipispis, Kab. Serdang Bedagai

Rute: Dengan kendaraan pribadi, Sei Bah Bolon dapat dicapai dengan 3 jam perjalanan dari Medan. Jalan menuju sini sayangnya gak kerawat, dan jalur menantang dan berkelok-kelok. Tapi gak usah khawatir, paket arung jeram biasanya termasuk transport jadi kamu tinggal nunggu jemputan aja dari hotel kamu di Medan.

Tarif: Sekitar Rp. 400.000,00/orang untuk paket arung jeram rute 15 kilometer (pengarungan 4-5 jam), sudah termasuk transport, pemandu dan peralatan rafting

 

Nah gimana, udah ketemu tempat wisata di Medan yang mau kamu kunjungi buat liburan kamu yang selanjutnya? Langsung aja ajak temen-temen dan keluarga kamu untuk datang berwisata ke kota ini. Dijamin liburan kamu gak bakal ngebosenin!


editor
Editor Nadya Noorfairuza
Biasa dipanggil Nano tapi ga terlalu suka makan permen Nano-nano. Akhir-akhir ini lebih sering terlihat di Depok karena tuntutan jadi mahasiswi UI untuk mengejar mimpi lulus menjadi Sarjana Hukum, sambil bermusik untuk melepas penat.

Rekomendasi Kami

Dapatkan inspirasi jalan-jalan di Indonesia ke e-mail Kamu

Kamu akan mendapatkan ide jalan-jalan di Indonesia dengan berlangganan newsletter kami.