13 Tempat Wisata Yang Bakal Bikin Kamu Nyangkut Kalo Lagi di Garut


Jawa Barat - Sport & Adventure - 1343 Hits

Garut emang identik dengan dodolnya, tapi ada apa lagi sih di Garut? Ternyata, kota di Jawa Barat ini penuh dengan tempat wisata yang asik-asik loh. Tempat wisatanya pun beragam banget, dari wisata alam, wisata bahari, sampe situs-situs historis. Yuk, kita lihat ada tempat-tempat apa aja di Garut yang bisa bikin seru liburan kamu.

 

1. WISATA PANTAI YANG BERBEDA DI PUNCAK GUHA

Melihat kata ‘pantai’, pasti terbesit di benak kamu hamparan pasir dan ombak. Tapi di Pantai Puncak Guha, bukan pasir yang bakal kamu temui melainkan bukit-bukit tinggi dengan rumput hijau lengkap dengan pemandangan laut lepas yang menciptakan panorama pantai yang unik.

via adrasablog.com 

via disparbud.jabarprov.go.id

via adrasablog.com 

Walaupun airnya emang gak cocok buat berenang karena gelombang lautnya yang besar, obyek wisata yang terletak kurang lebih 13 km dari pusat kota Garut ini spot yang bagus banget untuk foto-foto dan santai-santai di atas bukit.

via jombloopetualang.wordpress.com 

via instagram.com/pajarbudid

via instagram.com/galerigarut_ 

Dari puncak bukit, kamu juga bisa ngeliat indahnya terbit dan terbenamnya matahari dari ketinggian.

via instagram.com/resiswrd 

via instagram.com/taufan_adytriadi 

Di Pantai Puncak Guha sayangnya belum ada penginapan. Tapi banyak wisatawan mengatasi masalah ini dengan nenda untuk bermalam. Bener-bener back to nature banget. Plus, you get to wake up to this amazing view!

via jombloopetualang.wordpress.com

via instagram.com/riodegustaf 

via instagram.com/restuprabowoo 

Lokasi Pantai Puncak Guha cuma 2 kilometer dari Pantai Rancabuaya, pantai lain yang juga terkenal di Garut. Mungkin bisa kamu jadiin satu paket perjalanan ya. Dengan harga tiket masuk yang cuma 5 ribu, pantai ini destinasi pilihan yang bagus banget tapi gak bikin dompet tipis.

via tentangvici.blogspot.com 

via hello-pet.com

 

Detail Informasi

Rate: Rp. 100.000—Rp. 350.000,00 untuk penginapan di Pantai Rancabuaya

Alamat: Desa Sinarjaya, Kec. Bungbulang, Kab. Garut

Rute: Buat kamu yang naik kendaraan pribadi, Pantai Puncak Guha bisa dicapai dari Garut melalui rute Cikajang, Pameungpeuk dan kemudian ke arah Rancabuaya. Pantai Puncak Guha letaknya 34 kilometer dari kecamatan Pameungpeuk, dan sekitar 2 kilometer sebelum Pantai Rancabuaya. Akan ada gerbang di pinggir jalan yang menandakan kalau kamu sudah sampai di tujuan.

Rute alternatif menggunakan kendaraan umum adalah untuk naik minibus jurusan Garut—Rancabuaya dari Terminal Guntur Garut. Untuk kamu yang backpacker sejati bisa naik minibus jurusan Garut—Pameungpeuk, yang biayanya Rp. 35.000,00, untuk turun di Pasar Pameungpeuk. Kemudian lanjut naik pick up ke Pantai Sayang Heulang yang tarifnya sekitar Rp. 15.000,00, abis itu sewa ojeg untuk menuju Pantai Puncak Guha. 

Harga Tiket: Rp. 5.000,00 untuk tiket masuk, Rp. 25.000,00/tenda untuk izin mendirikan tenda

 

2. LIBURAN LEGIT BARENG KELUARGA DENGAN NAIK RAKIT DI SITU BAGENDIT

Situ Bagendit yang letaknya cuma 4 kilometer dari tengah Kota Garut ini adalah sebuah danau yang berada di perbatasan Desa Cipicung dengan Desa Binakarya. Situ yang dulunya merupakan bendungan ini memang sudah gak berfungsi lagi sebagai bendungan, sekarang justru ramai dijadikan tempat wisata untuk liburan. 

via ceritalegenda.com 

via destinationandfoodindonesia.blogspot.co.id

via pancensondel.blogspot.co.id

Pemandangan alam di Situ Bagendit ini masih alami dan asri. Situ Bagendit juga terkenal karena pemandangan sunset-nya yang bagus banget yang menjadi salah satu alasan wisatawan berbodong-bondong main ke sini.

via katalogwisata.com 

via flickr.com 

via bintarotravel.com 

Sambil nunggu matahari terbenam, ada banyak aktivitas lain yang bisa kamu lakuin di danau ini. Danau yang udah jadi tempat rekreasi keluarga ini nyediain banyak fasilitas yang bisa bikin kamu terhibur seharian penuh seperti menyewa rakit atau sepeda air untuk mengelilingi danau.

via tripadvisor.com 

via dapoeryuyu.com 

via instagram.com/ivanakussoy 

Buat yang hobi memancing, Situ Bagendit juga bisa jadi pilihan tempat memancing. Danau ini memang biasanya menjadi spot nelayan setempat melempar jaring untuk menangkap ikan.

via flickr.com 

via pergidulu.com 

Selain itu, di Situ Bagendit kini juga ada kereta api mini yang menyusuri tepi danau. Dijamin kamu dan keluarga bisa seru-seruan seharian penuh di Situ Bagendit.

via rahmaediary.com 

Karena ramainya Situ Bagendit dengan pengunjung, apalagi saat musim-musim liburan, sering diadakan pasar oleh-oleh di sini, atau yang lebih dikenal sebagai ‘Taman Pedagang’. Ada yang jual makanan, mainan, baju, dan pastinya suvenir-suvenir untuk dibawa pulang buat bukti kalau kamu udah jalan-jalan ke Situ Bagendit.

via rahmaediary.com

 

Detail Informasi

Alamat: Jl. Kyai H. Hasan Arif, Desa Sukamukti, Kec. Banyuresmi, Kab. Garut

Rute: Menggunakan kendaraan pribadi dari pusat kota Garut, kamu bisa langsung menuju brat ke jalan Margawati – Cimuncang. Sesampainya di jalan Ciledug, lanjut menuju jalan Kyai Haji Hasan Arif yang akan membawa kalian ke Kecamatan Banyuresmi. Dari sana bisa tanya penduduk setempat untuk arahan langsung ke Situ Bagendit.

Jika ingin menggunakan kendaraan umum bisa naik angkot jurusan Banyuresmi dari Terminal Guntur – Garut untuk turun langsung di tempat wisata, yang tarifnya sekitar Rp. 5.000,00. Kalian juga bisa memilih untuk berenti di alun-alun Tarogong untuk menyewa delman untuk mencapai Situ Bagendit.

Harga Tiket: Rp. 5.000,00

Harga Parkir: Rp. 6.000,00 untuk mobil, Rp. 3.000,00 untuk motor

Tarif: Rp. 35.000,00/15 menit untuk sewa rakit

Rp. 15.000,00/15 menit untuk sewa sepeda air

Rp. 2.000,00/putaran untuk naik kereta api mini

 

3. BUNUH WAKTU LUANG DENGAN NAIK RAKIT KE CANDI CANGKUANG

Di Garut juga terdapat beberapa lokasi wisata sejarah salah satunya Candi Cangkuang yang terletak 2 jam perjalanan dari pusat kota Garut. Candi yang dikelilingi empat gunung besar dan disembunyikan lembah ini merupakan satu-satunya candi Hindu di Tatar Sunda.

via disparbud.jabarprov.go.id

via travel.detik.com 

Karena letaknya yang di daratan di tengah danau, untuk mencapai Candi Cangkuang kamu harus menyebrang danau terlebih dahulu. Ini nih yang bikin Candi Cangkuang seru banget karena kamu gak bisa naik rakit dulu untuk mencapai candi-candi lain di Indonesia, kan? 

via travelpariwisata.com

via uncleseronok.blogspot.co.id

via instagram.com/noxs151 

via instagram.com/lidiamardiani 

Di dalam candi ini terdapat sebuah arca Syiwa setinggi 62 cm. Konon, di bawah patung ini ada lubang sedalam 7 meter yang entah menyimpan apa. Sayangnya kamu gak bisa lihat langsung karena pengunjung gak diperbolehkan masuk ke dalam ruangan candi.

via travel.detik.com 

Di sebelah candi ini juga terdapat makam Embah Dalem Arief Muhammad, seorang pemuka agama Islam di abad ke-17 yang dianggap oleh penduduk Desa Cangkuang sebagai leluhur mereka. Adanya makam tokoh muslim disebelah candi hindu menggambarkan keharmonisan masyarakat beragama setempat.

via nasional.republika.co.id 

via triptrus.com 

Di dekat Candi Cangkuang juga ada sebuah museum yang bisa kamu kunjungi sebelum pulang. Di museum kecil ini ada beberapa barang antik dan kitab Al-Qur’an kuno. Buat yang kepo tentang sejarah Candi Cangkuang, di sini juga ada buku sejarah yang menceritakan asal usul cagar budaya ini.

via tesyaskinderen.com 

via indonesiaexpat.biz

 

Detail Informasi

Alamat: Kampung Pulo, Cangkuang, Kec. Leles, Kab. Garut

Rute: Menggunakan kendaraan pribadi, kamu bisa mencapai Candi Cangkuang lewat rute Garut – Leles. Sebelum alun-alun Garut, belok kiri ke arah Desa Cangkuang.

Buat yang memilih kendaraan umum bisa naik bus jurusan Garut dan berhenti di alun-alun Kecamatan Leles. Kemudian, kamu bisa lanjut naik andong/delman, atau menyewa ojeg menuju area parkiran dengan tarif Rp. 5.000,00.

Sesampainya di Desa Cangkuang, kemudian lanjut naik rakit dari parkiran untuk mencapai pulau letak Candi Cangkuang.

Harga Tiket:  Rp. 15.000,00/orang

Tarif: Rp. 10.000,00/orang naik rakit untuk menyebrang ke pulau

 

4. NIKMATI KEINDAHAN GARUT SELATAN DI PANTAI SANTOLO

 Di bagian selatan Kota Garut, terdapat sebuah pantai yang merupakan sebuah obyek wisata favorit wisatawan sejak lama, Pantai Santolo namanya. Pantai ini berjarak kurang lebih 88 kilometer dari pusat Kota Garut.

via yukpiknik.com 

via kelanakecil.wordpress.com 

via iklantravel.com

 Yang unik dari pantai ini adalah aliran air nya yang ‘melawan’ hukum alam. Kalau di pantai-pantai lain air mengalir dari muara menuju laut, di Pantai Santolo air laut malah mengalir ke darat. Konon, fenomena alam seperti ini cuma bisa ditemukan di Pantai Santolo dan di Prancis.

via uncleseronok.blogspot.co.id

via instgram.com/brayphotowork 

Di Pantai Santolo kamu bisa menyewa perahu nelayan untuk berlayar menikmati ombak pantai ini. Buat yang gemar watersports bisa memilih untuk menyewa banana boat buat seru-seruan di air.

via rencanatuju.wordpress.com 

via instagram.com/handburhand 

Di sini juga ada sebuah dermaga tempat berlabuhnya kapal nelayan tradisional. Di sore hari ketika nelayan Pameungpeuk sudah melabuhkan kapal mereka, dermaga ini jadi spot photo-hunting yang oke banget.

via penginapankaranglaut.com 

via farahqoon.blogspot.co.id

Kamu juga bisa beli ikan hasil tangkapan nelayan yang super seger dan terjangkau di Tempat Pelelangan Ikan (TPI), dan membakarnya sendiri.

via jabarmerdeka.co 

via penginapankaranglaut.com 

Tapi buat kamu yang mager dan udah keburu laper, kamu bisa langsung beli ikan yang udah matang dan menyantap seafood di pinggir pantai sambil menikmati suara ombak dan angin pantai yang ngademin.

via loescapest.wordpress.com 

via low-budget-travel.blogspot.co.id

Dengan menyewa perahu nelayan kamu juga bisa menyebrang ke Pulau Santolo yang pantai-pantainya sedikit berbeda dengan Pantai Santolo. Di pulau ini pantainya memang lebih banyak batu karang, tapi berpasir putih dan airnya lebih jernih.

via backpackermate.blogspot.co.id

via alittletouchedbygod.blogspot.co.id

via jamlimasoreblog.wordpress.com 

via instagram.com/garut_turunankidul 

Bahkan, di sisi pelabuhan pulau ini, kamu bisa memancing ikan sendiri. Gak usah repot bawa alat pancing dari rumah ya, di sini disewakan kok!

via mongabay.co.id

via instagram.com/bangerhas 

Karena kepopulerannya, Pantai Santolo kini memang sudah ramai dengan pengunjung jadi susah untuk mendapatkan ketenangan di pantai ini. Tapi, buat kamu yang punya waktu lebih, bisa memilih untuk menginap satu malam di losmen-losmen yang tersedia di Pantai Santolo untuk mendapatkan ketenangan pantai pada pagi hari sambil menikmati sunrise.

via digarut.com 

via enjoybackpacker.blogspot.co.id

via twitter.com/infogarut 

Karena jaraknya yang emang cukup jauh dari tengah kota Garut, kamu butuh waktu kira-kira 3,5 jam perjalanan untuk sampai ke Pantai Santolo. Nevertheless, perjalanan menuju Pantai Santolo cukup menyenangkan kok, dengan pemandangan gunung dan bukit-bukit yang indah yang bikin kamu gak jenuh.

via indonesiana.co.id

via yuliyannaf.wordpress.com 

 

Detail Informasi

Rate: Rp. 75.000,00 – Rp. 300.000,00/malam

Alamat: Pameungpeuk, Kec. Cikelet. Kab. Garut

Kontak: 0896 6027 1603

Rute: Naik kendaraan pribadi, roda dua maupun roda empat, kamu bisa mencapai Pantai Santolo dari Garut melalui Cikajang. Dari Cikajang langsung menuju Pantai Santolo melewti kawasan Gunung Gelap. Karena jalan tepi gunungnya berkelok-kelok, disarankan melakukan perjalanan pada siang hari ya.

Kalo naik kendaraan umum, kamu bisa langsung naik ELF atau minibus jurusan Garut – Pameungpeuk dari Terminal Guntur, langsung turun di Pantai Santolo. Untuk satu orang biayanya kira-kira Rp. 30.000,00.

Harga Tiket:  Rp. 3.500,00/orang

Harga Parkir: Rp. 5.000,00

Tarif: Rp. 4.000,00/orang untuk menyebrang ke Pulau Santolo naik perahu

Rp. 25.000,00 untuk menyewa Banana Boat

Harga Makanan: Sekitar Rp. 20.000,00 per ekor ikan

 

5. ISI LIBURAN PANJANG DENGAN MANDI SAUNA DI KAWAH KAMOJANG

Tempat rekreasi wisata alam yang terletak di tengah-tengah perbatasan Garut-Bandung ini sebenernya merupakan sumber pembangkit listrik geothermal PLTU Kamojang. Terkenal dengan panas buminya, di kawasan Kawah Kamojang ada kawah-kawah yang masing-masing punya keunikannya sendiri.

via pergidulu.com 

via jabarprov.go.id 

via instagram.com/ellen_ade 

Bahkan sebelum gerbang masuk ke area Kawah Kamojang, kamu akan langsung disambut dengan Kawah Manuk. Kawah yang lokasinya persis di pinggir jalan ini bisa langsung kamu lihat tanpa harus bayar tiket masuk terlebih dahulu.

via naufalyoshitsune.blogspot.co.id

via commons.wikimedia.org 

Meskipun permukaan kawah ini sering terlihat kering, lumpur dibawahnya masih panas ya gengs, jadi liat-liat dari atas aja ya, jangan masuk ke dalam area kawahnya.

via instagram.com/halie_hackhan 

Jalan sedikit dari gerbang masuk dan kamu akan menemukan kawah beruap panas yang dipagari, Kawah Kereta Api namanya. Kawah ini mendapat namanya karena uap yang menyembur keluar terlihat seperti asap dari cerobong lokomotif kereta api.

via infobdg.com 

via instagram.com/syah.putra17 

Kawah yang satu ini makin kayak kereta api ketika ‘pawang’ yang standby di Kawah Kereta Api melewatkan sebuah batang bamboo di atas uap-nya karena akan keluar siulan nyaring layaknya kereta api beneran.

via penjajakata.com 

Kawah selanjutnya yang sering dikunjungi adalah Kawah Hujan, yang mendapatkan namanya karena kamu bakal basah seperti kena hujan saat berada dekat uapnya. 

via na-2x.blogspot.co.id

Uap panas dari kawah yang satu ini dipercayai bagus untuk kesehatan kulit, jadi banyak pengunjung yang datang ke sini dan membuka baju agar bisa sauna di alam. Katanya uap Kawah Hujan juga bisa mengobati penyakit-penyakit seperti stroke, jantung dan rematik.

via instagram.com/bboyilham86 

Selain kawah-kawah yang disebutkan di atas, kamu bisa mengeksplorasi kawah-kawah lain dengan berjalan lebih jauh menuju area hutan. Tapi buat yang mau menjelajahi area Kawah Kamojang lebih jauh, hati-hati ya karena kawah-kawah yang lain ini tidak dipagari.

via pergidulu.com 

via pergidulu.com 

Kamu bisa kreatif dengan uap dari kawah-kawah ini dan dapetin foto keren-keren lho. Uap dari kawah-kawah ini akan ngasih feel misterius dan mistis ke foto-foto kalian. Coba liat hasil foto temen-temen di bawah ini mungkin bisa jadi inspirasi foto Instagram kamu pas main ke sini.

via instagram.com/issal24 

via instagram.com/issal24

via instagram.com/hermanoktapriatna 

 

Detail Informasi

Rate: Mulai dari Rp. 900.000,00/malam di Kamojang Green Hotel & Resort

Alamat: Kampung Kamojang, Desa Laksana, Kec. Ibun

Rute: Menggunakan kendaraan pribadi dari kota Garut, kamu bisa langsung menuju arah Samarang, lalu belok kanan di pertigaan Kamojang - Kampung Sampireun.

Kalau memilih naik kendaraan umum, kamu bisa naik angkot jurusan Samarang dari Terminal Guntur, dan turun di jalan utama depan kawasan Kawah Kamojang seharga. Dari sini lanjut naik mobil bak untuk naik ke kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi sampai tugu mesin uap. Dari tugu sampai pintu masuk kawah yang jaraknya 2 kilometer emang gak dilewatin angkutan umum, jadi kamu harus meng-charter angkot menuju kawah.

Harga Tiket: Rp. 5.000,00/orang (hari kerja), Rp. 7.500,00/orang (hari libur), tambah Rp. 2.000,00 untuk asuransi

Harga Parkir: Rp. 5.000 untuk motor & Rp. 10.000,00 untuk mobil (hari kerja)

Rp. 7.500,00 untuk motor & Rp. 15.000,00 untuk mobil (hari libur)

 

6. SENSASI CAMPING DI TENGAH HUTAN DI SITU KABUYUTAN

Di kaki Gunung Cikuray, tersembunyi di balik perbukitan hijau dan hutan pohon pinus, terdapat sebuah danau yang keindahan alaminya belum terjamah banyak wisatawan. Danau yang diberi nama Situ Kabuyutan ini terletak kurang lebih 80 kilometer dari pusat kota Garut.

via schariev.wordpress.com 

via instagram.com/wibawavisual 

Situ yang luasnya beberapa hektar ini sekelilingnya ditumbuhi rerumputan hijau. Permukaan air danau yang juga berwarna hijau, terkadang biru, yang dikelilingi oleh batu cadas berbagai ukuran, membuat pemandangan alam yang memukau.

via instagram.com/wiedzie 

Suasananya yang sepi dan asli tanpa rekayasa penataan tempat wisata, bunyi kicauan burung di pagi hari dan pemandangan burung walet yang terbang rendah di atas permukaan air membuat Situ Kabuyutan tempat yang nyaman untuk stay lama-lama.

via instagram.com/garut_turunankidul 

Karena suasana-nya yang PW, daerah-nya yang sepi dan jauh dari keramaian, Situ Kabuyutan sering dijadikan lokasi camping. Dirikan tenda kamu di lahan kosong persis samping danau, dan kamu bakal dibangunin oleh suara kicauan burung di pagi hari dan disambut udara sejuk pegunungan.

via instagram.com/irsal_setiawan 

via instagram.com/azes.dds 

via instagram.com/garut_turunankidul 

Situ Kabuyutan bisa kamu capai dari jalan raya dengan jalan kaki menembus hutan pinus, yang jaraknya 2 kilometer dari area parkir. Karena lokasinya yang diapit gunung, jalan menuju danau ini berliku-liku, menanjak dan licin ketika seusai hujan, jadi kamu harus hati-hati ya.

via hoteldigarut.net 

Medan jalannya yang kayak gini bikin penggemar-penggemar motocross lebih memilih untuk menggunakan motor mereka di sini. 

via instagram.com/taufik.ft 

via instagram.com/komunitasaleut 

via instagram.com/komunitasaleut 

 

Detail Informasi

Alamat: Kec. Bungbulang, Kab. Garut

Rute: Menggunakan kendaraan pribadi dari kota Garut, kamu bisa langsung masuk jalur menuju Bayongbong – Cisurupan – Cikajang. Patokan pertama adalah pertigaan Pasar Cisurupan. Lurus terus sampai ketemu pertigaan Pasar Cisurupan, ambil belokan menuju Bungbulang. Lanjut terus menuju Desa Cikandang, kemudian memasuki area perkebunan teh Papandayan sampai ketemu persimpangan jalan di Pasar Pamulihan. Lurus terus menuju kantor Kecamatan Pakenjeng. Setelah melewati Desa Depok dan Gunung Wayang, ketemulah dengan kawasan Situ Kabuyutan.

 

7. PUAS NARSIS DI BUKIT TELETUBBIES

Di Indonesia ada beberapa bukit yang menyerupai bukit Teletubbies yang super hijau dan salah satunya ada di Garut, tepatnya di Kecamatan Pameungpeuk.

via instagram.com/garut_turunankidul 

via instagram.com/taman_langit07 

Bukit yang berada dekat Pantai Sayang Heulang ini memang belum diketahui banyak orang karena lokasinya yang tertutup jadi masih alami banget bukitnya. Bukit ini jadi spot yang lucu banget buat foto-foto. Pemandangan dari bukit yang menghadap ladang-ladang sawah penduduk juga memanjakan mata.

via instagram.com/garut_turunankidul 

via topsy.one

via instagram.com/ira_firanti 

Di bukit ini, apalagi pas sore hari, kamu bakal liat banyak sapi-sapi dan peternak yang sedang menggembala. Garut rasa New Zealand ya kayaknya, hehehe.

via instagram.com/garut_turunankidul 

Bukit Teletubbies ini berada kurang lebih 90 kilometer dari pusat kota Garut, yang bisa ditempuh dengan mobil pribadi atau angkutan umum ke Pameungpeuk. Karena arahnya yang sejalan dengan Pantai Santolo dan Pantai Sayang Heulang, mungkin ketiga tempat wisata ini bisa kamu jadiin satu paket perjalanan.

via beydeard.blogspot.co.id

 

Detail Informasi

Alamat: Desa Mancagahar, Kec. Pameungpeuk, Kab. Garut

Rute: Kalo kamu menggunakan kendaraan pribadi, dari kawasan Pantai Sayang Heulang, ambil jalur utara atau jalur kiri, dan lurus terus sampai ketemu bukit pogor dan melewati perkampungan. Dari sini, buat kamu yang naik kendaraan roda dua bisa tanya warga sekitar dan lanjut ke Bukit Teletubbies. Karena jalannya yang kecil, kamu yang naik mobil sebaiknya parkir di dekat warung-warung di perkampungan lalu lanjut jalan kaki selama 10 menit.

Menggunakan kendaraan umum dari Garut, kamu bisa menggunakan angkutan ELF/mini bus jurusan Terminal Guntur – Pameungpeuk, lalu lanjut naik angkutan desa ke Pantai Sayang Heulang. Abis itu kamu bisa sewa ojeg untuk diantarkan langsung ke Bukit Teletubbies.

 

8. PACU ADRENALIN DENGAN PANJAT TEBING DI BATU TUMPANG

Kamu mau liburan yang bisa ngetes fisik dan adrenalin? Buat kamu yang gemar panjat tebing pasti suka banget sama Batu Tumpang. Tempat wisata alternatif yang satu ini terletak di daerah Cikajang, di wilayah perkebunan teh Giri Awas.

via garutselatanonline.com 

via superadventure.co.id 

via Instagram.com/garut_turunankidul

Tebing gunung alami yang memiliki ketinggian 20 meter ini memang sering dijadikan tempat berlatihnya beberapa komunitas pendaki gunung di Kabupaten Garut. Menjelang weekend, Batu Tumpang ramai dengan pemanjat dari luar kota yang juga ingin menaklukkan tebing ini. Di hari-hari besar nasional, gak jarang juga bendera merah putih dikibarkan di sini.

via desyaputriariani.blogspot.co.id

via instagram.com/muhammadfurqon07 

via opini.id

Di Batu Tumpang, bukan hanya tebing alamnya yang memikat tapi suasana dan pemandangan sesampainya kamu di atas bukit juga gak kalah menarik. Hamparan kebun teh, udara yang masih sejuk dan kabut yang terkadang menyelimuti pemandangan di sore hari bikin capek manjat tebingnya worth it.

via Instagram.com/ronijaelani

via instagram.com/uluue 

via Instagram.com/wnugrind

Karena masih dikelola oleh warga sekitar, sayangnya belom banyak fasiltas yang disediakan di Batu Tumpang. Belum ada operator yang menyewakan peralatan panjat tebing disini, jadi kamu harus bawa peralatan kamu sendiri. Makanya, lokasi panjat tebing yang satu ini memang diperuntukkan buat komunitas-komunitas atau kamu yang udah berpengalaman panjat tebing.

via superadventure.co.id

Kamu yang gemar panjat tebing pasti gak sabar menaklukkan tebing yang satu ini! Batu Tumpang berada sekitar 35 km dari pusat kota Garut kearah Pantai Santolo dan dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda empat kurang lebih sekitar 1 jam perjalanan.

via dickysukmaw.blogspot.co.id

via pbase.com 

 

9. RASAIN ARUNG JERAM YANG NENDANG DI SUNGAI CIKANDANG

Ada satu lagi nih tempat wisata untuk kamu yang mau uji nyali. Kamu yang prefer liburan yang lebih aktif bisa memilih untuk berarung jeram di Sungai Cikandang. Sungai ini memang udah menjadi tempat favorit di kalangan penggemar olahraga ekstrim dan sering disebut sebagai surga arung jeram.

via wisatakuliner09.blogspot.co.id

via inilahgarut.com

Cikandang menjadi spot arung jeram yang digemari karena debit airnya yang stabil sepanjang tahun. Sungai Cikandang dengan klasifikasi  Class III – IV rapids, berarus deras dengan tinggi 3 meter cocok untuk kamu yang masih pemula. Jeram-jeram ekstrim dengan tingkat kesulitan tinggi siap memacu adrenalin kamu di sungai sepanjang 28 kilometer ini. 

via blog.reservasi.com

via raftinggarut.com

Buat kamu yang mau ber-arung jeram di Sungai Cikandang rame-rame bareng temen-temen kamu, kamu bisa menggunakan jasa rafting yang ada di Sungai Cikandang ini. Paket yang ditawarin adalah arung jeram sepanjang 20 kilometer selama 8 jam yang biayanya rata-rata sekitar Rp. 650.000,00 per orang.

via travel.detik.com 

Yuk, ajak teman-teman pecinta alam kamu ke sini! Sungai yang berjarak 36 kilometer dari pusat kecamatan Pakenjeng ini bisa dicapai menggunakan kendaraan pribadi atau mikro bus jurusan Garut Pameungpeuk.

via hiveminer.com 

Detail Informasi

Alamat: Desa Sukamulya, Kec. Pakenjeng, Kab. Garut

Rute: Menggunakan kendaraan pribadi, kamu bisa langsung menuju ke daerah Pamengpeuk untuk mencapai Sungai Cikandang di kaki Gunung Pameungpeuk. Naik kendaraan umum, kamu bisa mencapai starting point arung jeram menggunakan mikro bus jurusan Garut – Pameungpeuk.

Harga: Sekitar Rp. 650.000,00/orang untuk paket rafting 1 hari, termasuk instruktur, peralatan arung jeram, safety equipment, asuransi, makan, transportasi dll.

 

10. PHOTO-HUNTING DI DANAU TOSKA SUPER CADAS DI TALAGA BODAS

Di Garut ada satu lagi lokasi wisata kawah pegunungan yang bisa jadi pilihan destinasi liburan kamu selanjutnya. Kawah Talaga Bodas yang terletak di Desa Sukamenak, 28 km dari pusat kota Garut merupakan sebuah danau bekas kawah gunung Talaga Bodas yang kini berwarna hijau toska.

via asepyayan.blogspot.co.id

via youtube.com/indramaiza 

via nfadalika.blogspot.co.id

Kawasan Talaga Bodas yang masih dikelilingi hutan, lembah dan tebing-tebing jadi tempat yang asik banget buat dijelajahi. Kamu bisa trekking, jogging, sekalian hunting spot-spot keren buat foto-foto.

via asepyayan.blogspot.co.id

via instagram.com/owlcturnal 

via instagram.com/sizxzis 

Di danau Talaga Bodas sendiri kamu bisa nemuin pemandangan memukau yang cakep buat jadi latar foto. Air yang berwarna toska, kadang-kadang putih, dan uap-uap yang keluar dari air belerang tersebut menciptakan suasana mistis dan misterius yang bakal nambahin nuansa yang beda ke foto-foto kamu.

via instagram.com/owlcturnal 

via Instagram.com/melonggarut

via Instagram.com/esaepulm

via Instagram.com/bolvscky

Air belerang danau ini sering dimanfaatkan wisatawan untuk mandi air panas karena khasiatnya yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Habis kamu lelah keliling Talaga Bodas, kamu bisa langsung berendam dan relaxing di pemandian air panas ini.

via Instagram.com/chepybennington
via Instagram.com/nizaramrullah

Walaupun jarak ke Talaga Bodas dari kota Garut relatif gak terlalu jauh, jalanan menuju tempat wisata yang satu ini kini sedang dalam kondisi rusak. Masih bisa sih dilewati kendaraan roda empat, tapi banyak pengunjung yang memilih naik motor aja untuk mencapai Talaga Bodas.

via kelanaku.com

via dwiagustinas.blogspot.co.id

 

Detail Informasi

Alamat: Desa Sukemenak, Kec. Wanaraja, Kab. Garut

Kontak: 0822 1730 0224

Rute: Talaga Bodas bisa dicapai menggunakan angkutan kota Baraya dari Terminal Guntur jurusan Sukawening. Buat kamu yang menggunakan kendaraan pribadi bisa langsung cari jalan menuju Kecamatan Wanaraja dari kota Garut. Dari Pasar Wanaraja, ikutin papan penunjuk kearah Talaga Bodas. Be noted bahwa kondisi jalannya berbatu dan berlubang ya, jadi sebaiknya naik motor atau pilih kendaraan roda 4 tipe jeep atau wagon.

Harga Tiket: Rp. 5.000,00 (hari biasa), Rp. 7.500,00 (hari libur)

Harga Parkir: Rp. 5.000,00 (hari biasa) & Rp. 7.500,00 (hari libur) untuk motor, Rp. 10.000,00 (hari biasa) & Rp. 15.000,00 (hari libur) untuk mobi

 

11. TERBANG DI ATAS AWAN DI GUNUNG HARUMAN

Tempat wisata yang satu ini pas banget buat kamu yang punya jiwa petualang. Gunung Haruman yang terletak di Desa Haruman Sari berdiri di ketinggian 1,300 meter di atas permukaan laut. Desa ini terkenal karena spot paralayang-nya yang merupakan salah satu yang paling populer di Jawa Barat.

via hoteldigarut.net

via goindospot.com

via goindospot.com

Gunung Haruman memang sudah gak asing lagi untuk penggemar paralayang. Dari tahun 90-an, gunung dengan lahan curam ini memang sudah menjadi incaran penggila olahraga uji nyali yang satu ini.

via paketwisatamurah.net

via Instagram.com/bimexperience

Saat sedang terbang di atas awan, kamu akan disuguhi panorama alam berupa pegunungan dan bentangan ladang padi yang luas. Sayangnya, spot paralayang di gunung ini memang belum dikelola dengan baik. Untuk kamu  yang mau nyobain paralayang di sini sebaiknya bawa peralatan kamu sendiri atau menyewa jasa agen tour & travel.

via panoramio.com

via Instagram.com/denoldina

Kawasan terbang layang Gunung Haruman bisa ditempuh menggunakan kendaraan pribadi atau ojek menuju Desa Haruman Sari. Dari Desa Haruman Sari menuju Gunung Haruman harus ditempuh menggunakan mobil Jeep karena kondisi jalan yang cukup rusak. Silahkan mengunjungi gunung ini di bulan-bulan Mei—September, saat musim terbang.

via radargarut.com

 

Detail Informasi

Alamat: Desa Haruman Sari, Kec. Kadungora, Kab. Garut

Rute: Menggunakan kendaraan pribadi, Gunung Haruman bisa dicapai melalui jalan raya Bandung – Garut melewati Kecamatan Kandugora. Kemudian, lanjut ke Desa Haruman Sari yang jaraknya 15 kilometer, lalu lanjut 15 kilometer lagi untuk mencapai landasan paralayang. Operator biasanya sudah menyediakan transportasi pulang-pergi menuju Gunung Haruman yang termasuk dalam paket paralayang, jadi kamu gak usah terlalu khawatir tentang akses kesananya.

Harga: Rp. 1.200.000,00 – Rp. 3.000.000,00/orang untuk paket paralayang 2 hari 1 malam

 

12. TEMUKAN TIGA DUNIA BERBEDA DI TRIO PAGUCI: GUNUNG PAPANDAYAN, GUNTUR & CIKURAY

Buat kamu para petualang yang gemar mendaki gunung, Garut adalah kota yang bisa kamu jadiin arena bermain kamu. Banyaknya gunung yang bisa kamu taklukkan di kota ini bikin Garut jadi destinasi wisata alam favorit. Salah satu target jajahan pendaki gunung di Garut yang lagi hits adalah Trio Gunung PaGuCi (Papandayan – Guntur – Cikuray).

via tarantulaadventure.wordpress.com

via Indonesia.tripcanvas.co

via ahmadpajalibinzah.blogspot.co.id

Tiga gunung yang letaknya gak jauh dari satu sama lain ini digemari sebagai satu paket petualangan, karena meskipun lokasinya yang berdekatan, ketiga gunung ini mempunyai keunikan masing-masing dan ngasih feel yang beda juga satu sama lainnya. Saking bedanya, rasanya tiga gunung ini berasal dari dunia yang berbeda-beda.

via infopaguci.blogspot.co.id

Gunung Papandayan menjadi salah satu wisata alam favorit di Garut karena keindahan alaminya yang luar biasa. Memiliki ketinggian kurang lebih 2.600 meter di atas permukaan laut, Papandayaan termauk beginner-friendly karena jalur pendakian yang ramah buat newbie.

via jelajahgarut.com

via Instagram.com/adhipramudito

Gunung Papandayan merupakan area bekas letusan gunung berapi yang tadinya jauh lebih besar. Karena letusan ini, kondisi dan rute pendakian di Papandayan didominasi dengan bebatuan.

via fajarinisyafitri.wordpress.com

via instagram.com/heryogara

via Instagram.com/allamlbr

Karena letusan ini Gunung Papandayan juga memiliki area hutan mati yang luar biasa kerennya. Kawasan yang bener-bener kayak adegan dari film Hollywood Post-Apocalyptic ini jadi latar yang unik banget buat bikin foto dengan suasana mistis-misterius gitu, apalagi ditambah dengan kabut yang sering menyelimuti area tersebut.

via Instagram.com/heryogara

via Instagram.com/mega_pristian

via Instagram.com/heryogara

Berbeda jauh dengan Gunung Papandayan dengan suasana mistisnya dan kontur berbatuannya, Gunung Guntur didominasi padang rumput atau sabana, pemandangan yang langka di gunung-gunung Jawa Barat yang biasanya memiliki hutan yang lebat.

via arifsetiawan.com

via Instagram.com/melonggarut

Dengan ketinggian sekitar 2.200 meter di atas permukaan laut, Gunung Guntur memang gunung paling pendek diantara Trio PaGuCi. Meskipun paling rendah, kemiringan tanjakan-tanjakan Guntur yang cukup ekstrim menjadikan gunung ini menantang untuk didaki.

via Instagram.com/viankasketch

Di Gunung Guntur juga gak banyak tumbuhan kuat untuk pegangan karena karakteristik sabana-nya. Selain itu, gak tersedia shelter-shelter untuk beristirahat di tengah jalan. Jadi, cukup jelas kalo gunung yang satu ini diperuntukkan untuk yang udah lebih berpengalaman mendaki, ya.

via bluetripper.com

via bluetripper.com

Dulu, bahkan jalan otw ke Gunung Guntur udah asik banget, karena kamu harus nebeng truk pengangkut pasir ke spot awal pendakian. Sekarang, karena pernah ada kecelekaan truk pasir yang overload dengan pendaki gunung, truk pasir udah dilarang beroperasi di gunung ini.  Kini kamu harus jalan kaki dari pos pendaftaran ke titik awal pendakian.

via cmeythasari.wordpress.com

via bluetripper.com

Gunung yang terakhir, Gunung Cikuray, memliki landscape lebih tipikal gunung-gunung di Jawa Barat yaitu lebat dengan pepohonan, tumbuh-tumbuhan dan hamparan perkebunan kol dan teh. Nah tapi, walaupun kamu bisa pegangan ke tanaman-tanaman yang ada, bukan berarti rute pendakiannya gampang ya.

via delightofurmind.blogspot.co.id

via bluetripper.com

via Instagram.com/rustijono

via Instagram.com/adiputramar

Ada beberapa rute untuk mencapai puncak Gunung CIkuray dan semuanya sama-sama terjal dan menantang. Saking curamnya medan jalur pendakian di gunung ini, gak jarang kamu terpaksa berlutut dan harus perlahan-lahan menaiki tanjakan-tanjakan.

via bluetripper.com

via Instagram.com/alvaridzie

Di puncak Gunung Cikuray, kamu akan disuguhi pemandangan pegunungan yang indah ini. Emang capek sih ngedaki ke puncaknya, but when the view is this breath-taking, jadi kebayar kan keringatnya?

via Instagram.com/rifkiantariksa

via infopendaki.com

via ahmadpajalibinzah.blogspot.co.id

 

Detail Informasi

Alamat: Gunung Papandayan—Desa Karamat Wangi, Kec. Cisurupan, Kab. Garut

Gunung Guntur—Desa Sukawangi, Kec. Tarogon Kaler, Kab. Garut

Gunung Cikuray— Dayeuhmanggung, Kab. Garut

Kontak: Gunung Papandayan—0856 5913 5058 (Contact Person papandayan.info)

Gunung Guntur— 0857 2042 4644 (volunteer Gunung Garut a/n Unank)

Gunung Cikuray— 0812 2026 9190 / 0821 2083 5884 / 0878 3839 1009 (jalur Pemancar)

Rute: Gunung Papandayan—naik kendaraan pribadi dari Garut, kamu bisa langsung menuju alun-alun Tarogong, kemudian belok kanan dan lurus sampai Simpang Lima. Dari sini, masuk ke arah Pemda, lurus melewati RSU Dr. Slamet sampai ke perempatan Maktal. Abis itu belok kanan menuju Pasar Cisurupan. Dari situ tinggal lurus terus menanjak untuk mencapai Camp David, titik awal pendakian.

Kalau naik kendaraan umum, kamu bisa mencapai Gunung Papandayan naik bus sampai Terminal Guntur Garut, lalu lanjut naik angkot jurusan Cikajang dengan buaya Rp. 10.000,00/orang, atau naik minibus ELF kea rah Pameungpeuk atau Bungbulang yang biayanya Rp. 8.000,00/orang. Abis turun di Pasar Cisurupan, lanjut naik ojek ke Terminal Gunung Papandayan seharga Rp. 50.000,00, atau naik mobil bak. seharga Rp. 25.000,00 per orang. Dari terminal, lanjutin perjalanan dengan jalan kaki sekitar 10-15 menit.

Gunung Guntur—Gunung Guntur bisa kamu capai naik kendaraan pribadi menuju jalan raya Ieles Garut. Pintu masuk Gunung Guntur letaknya di antara RM. Raja Sate Khas Garut dan  pom bensin Tanjung. Dari sini, kamu akan sampai di Desa Tanjung dimana kamu bisa menitipkan kendaraan di rumah warga. Dari gerbang Desa Tanjung, lanjut jalan kaki menuju trek pendakian melalui area bekas penambagan pasir.

Kalo ingin menggunakan kendaraan umum kamu bisa naik angkot jurusan Leles nomor 010 dari Terminal Guntur Garut dan berhenti di pertigaan Tanjung. Dari sini, kamu bisa jalan kaki atau menyewa ojeg ke arah wilayah desa.

Gunung Cikuray—Naik kendaraan pribadi, kamu bisa ambil rute arah Tasikmalay dari kota Garut. Ikutin jalur Garut – Tasik sampai bertemu dengan petunjuk “Jalur Pendakian Cikuray” di kiri jalan di daerah Cilawu. Dari papan petunjuk ini kalian akan dituntun dari jalan raya ke Pos Pemancar melewati rumah warga dan perkebunan teh.

Dengan kendaraan umum kamu bisa naik angkot 06 warna biru putih dari Terminal Guntur ke awal pendakian Jalur Pemancar. Alternatif lain adalah untuk menyewa jasa pickup dari Terminal Guntur ke Pos Pemancar yang per orangnya sekitar Rp.45.000,00.

Harga Tiket: Gunung Papandayan—Rp. 20.000 (hari biasa) / Rp. 30.000,00 (hari libur), tambah Rp. 35.000,00/orang untuk izin berkemah

Gunung Guntur—gratis, donasi seikhlasnya

Gunung Cikuray—gratis – Rp. 15.000,00, tergantung jalur pendakian

Harga Parkir: Gunung Papandayan—Rp. 12.000,00 (hari biasa) / Rp. 17.000,00 (hari libur) untuk motor, Rp. 25.000,00 (hari biasa) / Rp. 35.000,00 untuk mobil

Gunung Guntur—Rp. 5.000,00 – Rp. 10.000,00

 

13. JELAJAHI SURGA DUNIAWI DI LEUWI TONJONG, LEUWI JURIG, LEUWI JUBLEG & LEUWI PARANJE

Leuwi, yang merupakan kata Sunda yang berarti sungai kerap menjadi obyek wisata yang populer di Garut. Diantara leuwi-leuwi yang ada di kota ini, ada empat leuwi yang kata banyak orang adalah ‘surga tersembunyi’ jadi harus banget kamu kunjungi, yaitu Leuwi Tonjong, Leuwi Jurig, Leuwi Jubleg & Leuwi Paranje.

via strategidanbisnis.com

via instagram.com/guntarayudi_ 

via otonomi.co.id

Leuwi Tonjong yang terletak di Desa Jayamukti, Kecamatan Cihurip ini merupakan aliran dari sungai Cihurip. Sungai yang satu ini dibentengi dua tebing setinggi 90 sampai 210 meter.

via Instagram.com/fahmiazzis

Sungai yang satu ini memberikan keindahan alami dan pemandangan alam yang mempesona. Air terjun kecil yang bertemu dengan kolam dangkal berair dingin dan diapit dua tebing hijau tinggi, bikin panorama sungai ini instagrammable banget.

via sportourism.id

via Instagram.com/sopyanismail97

Di Leuwi Tonjong, kamu bisa memilih untuk berenang dan bermain air di kolam sungai. Kamu juga bisa menaiki rakit untuk menyusuri sungai. Atau, kalau punya lebih banyak waktu, Leuwi Tonjong bisa dijadikan spot untuk camping rame-rame sama temen-temen kamu.

via travelingyuk.com

via Instagram.com/bubblebyu

via Instagram.com/adorkableracer

via Instagram.com/banget.media

Sayangnya, dari bulan Mei lalu Leuwi Tonjong sedang ditutup karena kondisi jalan yang rusak parah. Tapi stay tuned ya, karena harusnya perbaikan jalan selesai gak lama lagi dan kamu bisa nikmatin pemandangan indah leuwi yang satu ini.

via Instagram.com/awayaryan

Sungai yang kedua, Leuwi Jurig, artinya sungai setan. Nama yang serem ini diberikan kepada Leuwi Jurig karena penduduk setempat yang percaya ada hubungan erat antara sungai ini dan dunia supernatural. Lokasi Leuwi Jurig yang masih sepi dan tersembunyi menambah aura mistis tempat wisata yang satu ini.

via otonomi.co.id

via Instagram.com/francescology

via ngadem.com

Meskipun namanya bikin bulu kuduk berdiri, Leuwi Jurig menawarkan panorama alam yang luar biasa. Air jernih berwarna biru toska yang disembunyikan di antara tebing-tebing tinggi, bikin sungai ini tempat yang relaxing banget. Pemandangannya juga bisa jadi latar foto yang keren.

via Instagram.com/hartasderis

via Instagram.com/hartasderis

via Instagram.com/melonggarut

Sungai ketiga yang harus kamu kunjungi, Leuwi Jubleg, belum diketahui banyak wisatawan dan baru mulai ngehits awal tahun ini. Leuwi Jubleg adalah sebuah curug yang dinding batunya mirip bentuknya dengan jubleg, sebuah alat tumbuk tradisional.

via Instagram.com/sacakinanti

Meskipun curugnya sendiri gak besar, yang bikin leuwi ini begitu menarik adalah airnya yang super jernih. Karena suasananya yang masih sepi, kamu bisa bebas bermain air dan santai-santai disini.

via Instagram.com/garut_turunankidul

via Instagram.com/robisacakinanti

via Instagram.com/m.taufik___

Leuwi Tonjong, Jurig dan Jubleg emang lebih cocok buat santai-santai dan foto-foto, tapi di Leuwi Paranje ada aktivitas yang seru dan memacu adrenalin yang bisa kamu lakukan. Di sungai yang satu ini, kamu bisa bermain river tubing atau meluncur bebas di atas permukaan air menggunakan ban mobil.

via ceritaparapejalan.blogspot.co.id

Dengan jarak tempuh sejauh 1.000 meter, selama 1 sampai 2 jam kamu bisa menikmati pemandangan tebing-tebing, area sawah yang asri dan udara segar sambil mengikuti aliran sungai yang deras menggunakan ban. Jangan takut gak aman ya, karena kamu akan dilengkapi dengan pelampung, helm, dan pemandu untuk tiap tim.

via Instagram.com/rivertubinggarut

via ceritaparapejalan.blogspot.co.id

via Instagram.com/andika_lf

Hati-hati, river tubing di Leuwi Paranje katanya bisa buat ketagihan!

via ceritaparapejalan.blogspot.co.id

via Instagram.com/rivertubinggarut

 

Detail Informasi

Alamat: Leuwi Tonjong—Kampung Rentog, Desa Jayamukti, Kec. Cihurip, Kab. Garut

Leuwi Jurig—Desa Bojong, Kec. Bungbulang, Kab. Garut

Leuwi Jubleg—Kampung Cikupa, Desa Cihikeu, Kec. Bungbulang, Kab. Garut

Leuwi Paranje—Desa Bojong, Kec. Banjarwangi, Kab. Garut

Kontak: Leuwi Tonjong— 0822 1863 4863 / 0813 2206 6833 (Dinas Bariwisata Cihurip)

Rute: Leuwi Tonjong—Naik kendaraan pribadi, jalan kea rah Cihurip dari kota Garut lewat jalan ke arah Cikajang. Dair pertigaan Cikajang, ambil belokan ke kiri menuju Pameungpeuk. Belok ke kiri lagi di gapura dengan tulisan Cihurip. Lurus terus, belok ke kanan di pertigaan setelah Puskesmas Cihurip. Dari sini, kendaraan gak bisa masuk karena jalan berbatu yang licin. Jadi kamu bisa parkir kendaraan kamu di kantor desa Jayakmukti, terus lanjut trekking menuruni bukit sekitar 15-30 menit. Leuwi Tonjong juga bisa dicapai menggunakan mini bus ELF jurusan CIhurip dari Terminal Guntur Garut.

Leuwi Jurig—Dari kota Garut, kamu naik kendaraan pribadi ke arah Bungbulang. Setelah melewati PLTMH Cirompang Bungbulang, kamu akan bertemu Sasak Rupit (Jembatan Rupit). Kamu bisa masuk lewat gapura ini, atau lurus lagi setelah jembatan untuk lewat jalan setapak.

Alternatifnya kalo kamu mau naik kendaraan umum, adalah untuk naik angkot dari Terminal Garut ke Bungbulang, lalu lanjut naik ojeg untuk mencapai Leuwi Jurig.

Leuwi Jubleg—Untuk mencapai Leuwi Jubleg, kamu pertama bisa menuju Bungbulang terlebih dahulu naik kendaraan pribadi atau angkot/mini bus dari Terminal Garut jurusan Bungbulang. Sayangnya, belum ada petunjuk jalan menuju Leuwi Jubleg, jadi kamu harus nanya-nanya warga sekitar untuk ancer-ancer menuju sana.

Leuwi Paranje—Leuwi Paranje letaknya 2,5 jam dari kota Garut kalau ditempuh kendaraan pribadi. Desa Bojong dapat dijangkau melalui jalur Badega – Citadar dari kota Garut. Kalau menggunakan kendaraan umum. Kamu bisa naik minibus ELF jurusan Garut – Singajaya dari Terminal Guntur Garut untuk turun di pangkalan ojeg Panyusuhun, yang biayanya sekitar Rp. 30.000,00/orang. Dari situ, bayar Rp. 10.000,00 untuk naik ojeg ke lokasi river tubing.

Harga Tiket: Leuwi Tonjong—Rp. 15.000,00

Tarif: Leuwi Tonjong— Rp. 5.000,00/orang untuk sewa rakit bambu

Leuwi Paranje— Sekitar Rp. 75.000,00/orang untuk paket river tubing, termasuk peralatan, pemandu, makanan dan dokumentasi

 

Nah, sekarang kamu jadi tau kan kalo Garut itu bukan cuma oke dodolnya tapi destinasi-destinasi wisatanya juga top banget. Apapun itu tujuan liburan kamu, mau seneng-seneng, seru-seruan, santai-santai sama keluarga, temen-temen atau pacar, atau bahkan memperindah feed Instagram, Garut pasti punya tempat wisata yang cocok buat liburan kamu.


editor
Editor Nadya Noorfairuza
Biasa dipanggil Nano tapi ga terlalu suka makan permen Nano-nano. Akhir-akhir ini lebih sering terlihat di Depok karena tuntutan jadi mahasiswi UI untuk mengejar mimpi lulus menjadi Sarjana Hukum, sambil bermusik untuk melepas penat.

Dapatkan inspirasi jalan-jalan di Indonesia ke e-mail Kamu

Kamu akan mendapatkan ide jalan-jalan di Indonesia dengan berlangganan newsletter kami.