Jangan Pangling! Ini 9 Spot Snorkeling Menawan di Sekitaran Jakarta


DKI Jakarta - Snorkeling & Diving - 374 Hits

Bayangin kalo pemandangan bawah laut yang biasa cuma kamu tonton di Nat Geo, bisa kamu nikmati secara langsung dalam waktu dekat! Berenang santai bareng ikan-ikan lucu di laut dan memandang terumbung karang yang indah gak cuma di tempat jauh seperti Raja Ampat atau Bora-Bora. Kamu bisa mendapatkan semua itu dengan jarak yang dekat dari Jakarta. Yuk cek satu-satu!

 

1. Nggak Mau Pulang Saat Berpetualang di Pulau Sangiang

Pulau Sagiang bisa disebut sebagai “hidden gem”-nya Banten. Belum banyak orang yang berkunjung ke pulau ini. Padahal, cukup 1 jam untuk menjangkau Pulau Sangiang dari Pelabuhan Paku Anyer, atau kamu juga bisa berangkat dari Pelabuhan Bakauheni. 

via bantenwisata.com 

via breaktime.co.id

Pulau Sangiang mempunyai spot snorkeling yang keren. Untuk menuju ke spot-spot tersebut, kamu sewa aja kapal dan guide

via hiacebandung.com 

via badpackers.blogspot.co.id

Salah satu spot yang bisa membuat kamu terpukau adalah Lagoon Bajo (bukan Labuan Bajo, NTT yaaaa). Gampang buat buktiin kalo spot ini memang worth the trip. Dari bibir pantai pun karang-karang di bawah permukaan terlihat jelas karena airnya yang super bening. 

via instagram.com/milgum 

Sebaran terumbu karang di sini dari kedalaman 1 meter hingga 25 meter. Bagi kamu yang masih newbie, jadi gak usah khawatir kan… Gak perlu snorkeling dalam-dalam, tapi view yang ada dari pinggir pantai pun sudah oke. 

via sweedonuts.blogspot.co.id

Spot lain yang dianjurkan untuk dikunjungi antara lain, kawasan Tanjung Raden, Legon Waru dan perairan laut selatan Pulau Sangiang. 

via padmagz.com 

Koral di Sangiang ada berbagai bentuk, warna dan ukuran. Jenis soft corals dan hard corals bisa kamu temui di Sangiang. Kamu juga bisa main-main sama ikan yang imut-imut. 

via danlangkah.blogspot.co.id

via danlangkah.blogspot.co.id

via ogahrugi.com 

Ada yang unik nih, kamu bisa memperkaya feeds IG kamu dengan foto di spot yang  disediakan peti kemas yang sengaja ditenggelamkan untuk menjadi daya tarik spot snorkeling

via jalan2.com 

Perlu untuk kamu perhatikan, kalo semakin siang, ombak di sekitaran Pulau Sangiang makin besar. Pokoknya monitor cuaca jika kamu ingin nyebur ke laut. Tetep hati-hati ya :)

Sssttt… Kamu dapat banyak plus-plus loh kalo ke Pulau Sangiang, karena banyak obyek wisata lain selain spot snorkeling, misalnya Bukit Harapan dimana kamu bisa lihat tebing dengan lanskap yang menarik banget untuk difoto. 

via yorkgoods.com

via travelingyuk.com 

via jalankece.com 

Atau goa Kelelawar dimana ada hiu-hiu yang sengaja menunggu di sana bila ada kelelawar yang jatuh dari atas goa. 

via padmagz.com/me 

via pejalanransel.com 

via indonesiakaya.com 

Kalo kamu sudah puas menjelajahi bawah laut dan susur goa, kamu bisa coba aktivitas lain menyusuri hutan bakau dengan sampan. Jiwa petualang kamu dijamin puas deh disini.

via anugrahadventure.com 

via anjaryoowie.wagomu.id

 

Detail mengenai perjalanan ke Pulau Sangiang:

- Usahan pergi ke Sangiang bersama teman, supaya biaya sewa kapal lebih murah. Biaya sewa kapal lumayan berasa buat kaum backpacker. Heheheh…

- Kalo kamu mau ikut open trip saat akhir pekan (3 hari 2 malam), kocek yang harus kamu rogoh sekitar 450-600 ribu.

 

2. Pulau Tunda: Pulau yang Menggoda Kamu Menunda Kembali ke Jakarta

Pulau yang juga belum banyak dijamah, tapi punya potensi berlimpah ini terletak di sebelah utara Teluk Banten. Kondisi pantainya cukup bersih, airnya yang jernih, dan dermaga yang bagus akan menyambut kamu di pulau ini.

via fsadam.wordpress.com 

via  nyopan.blogspot.co.id

Harus diakui, untuk sampai ke Pulau Tunda memang butuh usaha dibandingkan pulau-pulau lain di Kepulauan Seribu. Kamu bisa ambil jalur Tol Kebon Jeruk-Merak dan keluar di pintu Tol Serang Timur. Kemudian perjalanan dilanjutkan ke dermaga kecil bernama Karang Hantu. Dari Karang Hantu, naik perahu kayu berkapasitas 35 orang, sampai ke Pulau Tunda. Perjalanan kemungkinan memakan waktu sekitar 3 jam. 

via bantenterkini.com 

via nyopan.blogspot.co.id

Biar kamu puas liburan di Pulau Tunda, disarankan untuk datang ketika musim kemarau, sekitar bulan Mei sampai November. Hal ini mempertimbangan kondisi cuaca dan laut (kamu pengennya airnya tenang dan visibility ok kan…). Nah, kalo kamu dateng di saat yang tepat, enak deh eksplor spot-spot snorkeling di Pulau Tunda.

via pikavia.com 

via lakupon.com 

via pikavia.com 

Sebagian besar terumbu karang ada di bagian utara pulau. Di sisi lain, di bagian timur sampai tenggara Pulau Tunda, terdapat arus yang cukup besar sehingga kawasan tersebut terkenal cocok untuk Drift Diving. Pohon bakau juga cukup padat di bagian selatan sampai timur.

via mindtalk.com 

via pulautunda.com 

via bantenwisata.com 

via anandaasp.blogspot.co.id

Banyak terumbu karang yang bagus sekitar 1-10 meter di bawah permukaan air laut. Karang yang umum ditemui di Tunda adalah tipe Pertumbuhan Karang Tepi atau Fringing Reef

via tandapagar.com 

via fsadam.wordpress.com 

Kondisi yang alami membuat masih banyak temen si Nemo dan Dory yang bisa kamu temui. Sabar ya kalo mau kenalan sama mereka, kadang memang mereka suka malu-malu dan ngumpet di antara terumbu karang. Ada gerombolan ubur-ubur kecil juga lho…

via fsadam.wordpress.com 

via paketwisataliburan.net

via fsadam.wordpress.com 

Di Pulau ini terkadang masih sering muncul lumba-lumba. Coba aja keliling Pulau Tunda, siapa tahu kamu beruntung bertemu dan bisa nonton aksi lumba-lumba berenang di pagi hari. 

via wartatravel.com 

 

Detail mengenai perjalanan ke Pulau Tunda:

- Dari segi biaya, perjalanan ke Pulau Tunda memang cukup mahal, untuk bisa mengirit, setidaknya minimal bawa rombongan terdiri dari 10 orang. Ada beberapa paket wisata dengan harga terjangkau untuk minimal rombongan 10 orang. Harga yang umumnya ditawarkan antara 300 - 500 ribu rupiah per orangnya.

- Warga Pulau Tunda ada yang menawarkan penginapan atau homestay dan peminjaman alat snorkeling. Biaya sewa alat snorkeling sekitar 40 ribu-an.  

- Digital detox! Tunda dulu ya urusan per-Facebook atau IG-an, gak ada sinyal soalnya di Pulau Tunda :”). Fokus aja mengapresiasi keindahan alam di sekitar kamu.

 

3. Pengalaman Snorkeling di Pulau Sepa, Dijamin Kamu Nggak Akan Lupa!

Pulau Sepa adalah salah satu pulau di Kepulauan Seribu yang berlokasi 65 kilometer dari Marina Ancol. Kamu bisa pergi ke Pulau Sepa dengan naik speed boat dari Marina Ancol kurang lebih 1,5 - 2 jam. Tempat ini pas untuk berenang, menyelam dan snorkeling

via  travelwisatapulauseribu.com

via memeilin31.blogspot.co.id

Kamu gak usah khawatir soal akomodasi di pulai ini. Walaupun alam Pulau Sepa masih alami, tapi fasilitas di pulau ini sudah moderen. Di Pulau Sepa tersedia restoran, meeting room, outbond, dive shop, dan cottage dengan bentuk rumah panggung sebanyak 38 unit yang sangat bersih dan lengkap dengan pendingin ruangan, TV, kamar mandi, dan juga teras yang cukup luas

via wisatapulauseribu.co.id 

via pulau-sepa.com

via pulau-sepa.com

Spot snorkeling di sekitar Pulau Sepa membuat kita bisa terkagum-kagum. Oleh sebab itu, pulau Sepa mendapat julukan “little Bali” dan Surga bagi Penyelam. Kriteria ikan hias dan terumbu karang yang warnai-warni, serta air yang tenang, terpenuhi di sini.

via kaskus.co.id

via viva.co.id

via koperwisata.id

Puas snorkeling, kamu bisa mencoba aktivitas lain seperti canoeing yang akan melatih keseimbangan kamu di atas air.

via poppylatifah.com

via id.finspi.com

Atau, leyeh-leyeh di jejeran kursi pantai sambil menikmati semilir angin siang hari. Dan juga, bersantai di dermaga bukan ide buruk untuk menikmati hangatnya matahari Pulau Sepa sambil menunggu matahari kembali ke peraduannya.

via poppylatifah.com

via poppylatifah.com

via poppylatifah.com

 

Detail mengenai perjalanan ke Pulau Sepa:

- Harga paket tur satu hari berkisar 900 ribu sampai hampir satu juta rupiah. Kalo kamu kurang puas dan mau nginep, paket 2 hari satu malam bisa kamu dapet dengan harga 1,5 juta - 2 juta.

-Kalo kamu memutuskan untuk eksplor Pulau Sepa dalam 1 hari, biasanya kapal akan balik jam 2, karena di atas jam 3 ombak udah tinggi.

 

4. Asyik Snorkeling Mengelilingi Pulau Pari 

Salah satu pulau di Kepulauan Seribu Jakarta ini memang mempunyai nama yang sama dengan ikan. Bukan karena di perairan Pulau Pari ada banyak ikan pari, tapi karena pulau ini bentuknya seperti ikan pari

via indonesiawow.com

via evoketourandtravel.com 

Dari Jakarta, kamu hanya butuh 45 menit - 1 jam dengan speedboat. Waktu yang singkat untuk menikmati air yang jernih, terumbu karang yang cakep dan bermain sama ikan-ikan yang cantik.

via travelwisatapulauseribu.com

via travel.detik.com

Momen terbaik untuk snorkeling di Pulau Pari adalah di musim timur (Bulan Maret - Oktober) karena jarang sekali ombak sehingga visibility bagus untuk melihat underwater pulau ini. Di luar bulan-bulan ini, kamu akan menghadapi badai dari angin musim barat. Sampah kiriman dari daratan Jakarta juga banyak mampir akibat angin musim barat.

via paketpulaupari.net

via triphemat.com 

via wisatakupulauseribu.wordpress.com 

Mumpung di Pulau Pari, cobain juga aktivitas lainnya. Di Pulau Pari, ada Pantai Perawan yang bersih dan lautnya yang biru jernih. Kamu bisa sewa kano yang muat empat orang di sana. Kalo kano bukan tipe kamu, kamu bisa memilih banana boat.

via rubrikwisata.com 

 via dynaputri.wordpress.com 

via travel.detik.com 

Bingung gimana cara memadatkan semua itu dalam satu hari? Nginep aja, gampang kan? Di sini ada homestay atau kamu juga bisa mendirikan tenda. Tendanya gak dibawa? Tenang, di sini ada penyewaan tenda kok!

via majalahouch.com 

Sudah puas seharian beraktivitas, saatnya mengantarkan matahari pulang. Sunset di Pulau Pari salah satu yang terbaik yang dimiliki Kepulauan Seribu loh.

via evoketourandtravel.com 

via evoketourandtravel.com 

 

Detail mengenai perjalanan ke Pulau Pari:

- Di pulau Pari nggak ada bank atau ATM, jadi bawalah uang tunai lebih untuk jaga-jaga. 

-Harga paket wisata bervariasi, tergantung besarnya rombongan kamu dan lamanya liburan yang dipilih. Paket 2 hari 1 malam rata-rata berkisar dari 250 ribuan/ orang (minimum rombongan 20 orang) sampai 450 ribuan/ orang (2 orang). Paket 3 hari 2 malam rata-rata berkisar dari 350 ribuan/ orang (minimum rombongan 20 orang) sampai 650 ribuan/ orang (2 orang).

 

5. Pulau Semak Daun, Calon Primadona yang Mulai ‘Naik Daun’

Pulau yang masih termasuk dalam Kepulauan Seribu ini letaknya dekat dengan Pulau Pramuka. Sesuai dengan namanya, pulau ini hanya dipenuhi semak-semak dan pepohonan. Gak dihuni manusia guys jadi masih alami.

via youtube.com 

via indrianiutamimytrip.blogspot.co.id

Asiknya Pulau Semak Daun adalah ombaknya tenang. Kamu bisa belajar snorkeling sambil melihat keindahan terumbu di air yang dangkal.

via blog.gogonesia.com 

via pulausemakdaun.com 

Pantai di Semak Daun berpasir putih super lembut, duduk-duduk santai di pantainya cukup untuk membuat sore harimu sempurna di pulau ini.

via indrianiutamimytrip.blogspot.co.id

via daysofftrip.weebly.com

Supaya liburan kamu makin komplit, kamu coba deh camping di pantainya yang landai. Kamu bakal merasakan sepoi-sepoi angin pantai, memandang langit yang penuh bintang dan tidur dengan dininabobokan oleh desir ombak.

via petualangbijak.blogspot.co.id

via www.facebook.com 

via ariesthio.com 

via ariesthio.com 

 

Detail mengenai perjalanan ke Pulau Semak Daun:

- Di pulau Semak Daun nggak tersedia sumber air tawar, jadi kamu mau gak mau harus menyiapkannya di pulau Pramuka. 

- Rental alat snorkeling juga ada di pulau Pramuka dengan harga yang beragam.

- Paket open trip ke Pulau Semak Daun sekitar 400 ribuan (kuota 16 orang).

 

6. Snorkeling di Pulau Biawak, Menguak Keindahan Bawah Laut Pulau Komodo-nya Jawa Barat

Pulau yang bernama asli Pulau Rakit ini terletak di utara semenanjung Indramayu atau sekitar 40 kilometer dari pantai utara Indramayu. 

via tempo.com 

Dari pelabuhan Karangsong Indramayu dibutuhkan sekitar 3 hingga 4 jam  perjalanan menggunakan perahu. Perjalanan kamu bisa lebih cepat kalo naik kapal punya Pemkab Indramayu, kamu dapat menyeberang ke Pulau Biawak dengan waktu tempuh kurang lebih 1-1,5 jam.

via indramayu.top

Dinamai Pulau Biawak oleh Pemkab Indramayu karena pulau ini dihuni oleh banyak biawak. Eits, biawak ini memang hewan liar, tapi nggak akan menyerang kamu kecuali kalo kamu jahil. Yang penting tetap jaga jarak, terutama dengan ekornya.

via sgimage.detik.net.id

via dhamadharma.wordpress.com 

via otonomi.co.id

FYI, Kepulauan Biawak ini terdiri dari tiga pulau, Pulau Biawak itu sendiri, Pulau Candikian dan Pulau Gosong dimana kepulauan ini terkenal dengan taman laut dan ikan hias yang cantik serta terumbu karang yang wah banget. Terumbu karang di Pulau Gosong pernah mengalami kerusakan, tapi sudah mulai tumbuh lagi.

via instagram.com/pulaubiawak_indramayu 

via wego.co.id

via jalan2.com 

Selain snorkeling, di pulau ini kamu bisa mengunjungi mercusuar yang sudah dibangun dari zaman Belanda. Kamu akan mendapat view Pulau Biawak yang mantap. Ada juga makam Belanda di sini yang bisa dikunjungi sama pecinta sejarah.

via okezone.com

via backpacker-notes.com

via paketwisatapulaubiawak.wordpress.com

Bagi yang tidak mau buru-buru dan minat untuk menginap, ada 3 mess dan 2 rumah dinas sederhana untuk di sewa. Kira-kira 6-7 orang bisa memenuhi 1 rumah. Kamu bisa tidur di atas kasur, membersihkan badan di kamar mandi, dan bahkan menonton TV. Kalau kamu berani, kamu rasakan aja sensasi tidur di dalam tenda dimana biawak bisa masuk kapan saja!

via kebiawakisland.wordpress.com 

via wego.co.id

via media.viva.co.id

 

Detail mengenai perjalanan ke Pulau Biawak:

- Sebelum keberangkatan kamu akan diminta mengirim scan KTP atau identitas diri untuk izin berkunjung ke Pulau Biawak melalui Dinas Pariwisata Seni dan Budaya kabupaten Indramayu. Salah satu alasannya adalah laut Jawa terkenal dengan gelombang yang cukup berbahaya.

-Di samping itu, data scan fotocopy KTP atau identitas lainnya dipakai supaya kamu bisa diikutsertakan dalam Asuransi Jasa Raharja Putra, sehingga jika terjadi apa-apa, kamu sudah dilindungi oleh asuransi. 

-Bawa stok makanan dan minuman cukup ya, karena Pulau Biawak nggak berpenghuni, hanya ada penjaga mercusuar.

 

7. Pulau Pahawang: Taman Laut yang Menawan

Lampung nggak hanya terkenal akan Taman Nasional Way Kambas, tapi Lampung juga punya pantai pasir putih, berlaut biru dengan taman yang eksotis di bawah lautnya. Taman eksotis yang memiliki biota laut yang masih alami itu ada di Pulau Pahawang. 

via tokopedia.net

via djibran83.blogspot.co.id

via nursina.blogspot.co.id

Letak Pulau Pahawang nggak jauh-jauh amat dari pusat Kota Bandar Lampung, jadi bila kamu nggak ingin menginap di Pulau Pahawang, bisa pergi pagi dan pulang saat sore atau malamnya. 

via triptrus.com

via travelwilder.wordpress.com

via saujanasemesta.blogspot.co.id

Rute yang harus kamu dilalui adalah Bandar Lampung – Lempasing - Mutun-Hanura-Pantai Ketapang-Pulau Kelagian dan Pulau Pahawang. Sebenarnya yang dimaksud dengan kawasan Pahawang terdiri dari empat pulau utama di lokasi tersebut, yaitu Pahawang Besar, Pahawang Kecil, Kelagian Besar, dan Kelagian Kecil.

via lampost.co

via saujanasemesta.blogspot.co.id

via youtube.com 

Pulau yang baru mulai terkenal tahun 2011 ini mempunyai air yang jernih dan terumbu karang yang masih terawat alami dengan baik, sehingga kamu bisa bercengkrama dengan banyak ikan hias dan binatang laut. Ada empat lokasi snorkeling di Pulau Pahawang yang paling top, antara lain:

 

1. Cukuh Bedil

Selain memandang karang dan ikan lalu lalang, kamu bisa berfoto di bawah air dengan foreground plang bertuliskan “Taman Laut Pahawang” dan taman transplantasi terumbu karang. Kamu cuma butuh menyelam sedalam 2-4 meter.

via nationalgeographic.co.id 

via travel.tribunnews.com

via malahayati.ac.id

 

B. Gosong Bekri

Terletak di sekitar Pulau Gosong atau hamparan pasir putih di tengah laut yang muncul saat air surut. Di sini, ada spot dimana kamu bisa nemuin ‘candi’ di bawah laut dan berfoto bersama. Kamu masih pemula? No worries… Ada dua penjaga yang siap siaga membantu kamu untuk mencapai candi.

via nationalgeographic.co.id 

via kompas.com

via instagram.com/nurmalarmdfoto 

 

C. Gosong Pancong

Hampir sama kayak Gosong Bekri. Sama-sama dangkal dan di sini juga ada ‘candi’.

via polka.id 

 

D. Taman Nemo

Sesuai dengan namanya, spot ini kaya akan anemon yang jadi habitat penangkaran ikan badut (clown fish), kaum si Nemo. Beton-beton ditenggelamkan dan karang-karang dibudidayakan, Taman Nemo ini adalah salah satunya. Setiap sekitar enam bulan sekali, petani ikan badut mencari bibit-bibit ikan untuk dibudidayakan. Di spot ini kamu juga bisa berpose di plang bertuliskan "Taman Nemo" di bawah air. Jepret!

via mdickypra.tumblr.com

via dailyvoyagers.com

via desriantoandika.tumblr.com

Intinya, Pahawang itu punya banyak banget pantai dan spot untuk snorkeling, tinggal jago-jagonya kamu aja ngambil gambarnya dan kamu akan mengoleh-olehi lusinan foto buat stok posting-an Instagram.

via siregarkhairunnisa.wordpress.com

via wisatalova.com

via backpackerjakarta.com

 

Detail mengenai perjalanan ke Pulau Pahawang:

- Biasanya terdapat agen wisata yang menawarkan Trip Pulau Pahawang, seharga sekitar 150-250 ribu untuk perjalanan 1 hari penuh, tapi jika menginap 2 hari 1 malam harganya jadi sekitar 450 ribu. Biaya sewa kapal, trip ke pulau-pulau kecil di pahawang, makan, kamera bawah air, dan sewa alat snorkeling sudah termasuk.

- Tolong tangan kamu dikondisikan ya, jangan iseng untuk memegangi hewan-hewan yang beresiko beracun seperti bulu babi atau bintang laut berduri. Nanti kamu sakit :(

 

8. Pulau Tanjung Putus, Si Gugusan Taman Laut yang Bakal Buat Kamu Melongo Tanpa Putus

Tanjung Putus ini adalah tetangga dari Pulau Pahawang. Katanya sih, pulau ini dulunya daratan yang berbentuk tanjung yang menyatu dengan Pulau Sumatera. Lalu, terpisah karena abrasi.

via instagram.com/kelilinglampung_ 

via lostpacker.com

via ensiklopediaindonesia.com

Spot snorkeling tersebar di sekitar pantai. Spot yang cantik gak jauh kok dari pantai. Ikan hias aneka jenis, terumbu karang, anemon, dan lainnya masih sangat terjaga dan siap menyambut kamu. Bawa aja remahan roti, dan ikan-ikan unyu akan mendekat.

via instagram.com/kelilinglampung_ 

Menurut warga, ikan yang ada memang dipelihara pemilik penginapan. Ikan-ikan itu rutin diberi makan.

via tribunnews.com 

Ikan yang kemungkinan besar akan kamu temui adalah schooling fish.  Beberapa jenis ikan dari Famili Chaetodonidae (Butterflyfishes) antara lain Heniochus diphreutes, Heniochus varius, dan Heniochus chrysostomus juga sering mundar-mandir di perairan ini. Kalo kamu teliti, mungkin aja kamu liat penyu di kedalaman 2-6 meter saat snorkel santai. 

via mprito.wordpress.com 

Terumbu karang di Pulau Tanjung Putus ini memang rapat-rapat, makannya jadi habitat yang cocok untuk para ikan.

via yopiefranz.com

Selain ikan, semua kima, kerang-kerangan berukuran besar, yang ada di spot ini ditanam oleh pemilik penginapan. Jenis kima di sini mayoritas adalah spesies Tridacna squamosa.

via mprito.wordpress.com 

Tanjung Putus termasuk pulau di Teluk Lampung yang memiliki fasilitas penginapan terlengkap. Mulai dari home stay sederhana sampai yang berpendingin ruangan, tempat karaoke tersedia di sini. Fasilitas olah raga laut seperti perahu kecil untuk berlatih mendayung, dan juga fasilitas untuk snorkeling dan menyelam bisa kamu sewa.

via jejak-awankecil.blogspot.co.id

 

Detail mengenai perjalanan ke Pulau Tanjung Putus:

- Hati-hati! Jangan sampai kamu menginjak terumbu karang, karena mereka sangat rentan rusak.

- Biaya sewa perahu perhari lumayan mahal, sekitar 600-800ribu/hari. Jadi, siasati aja dengan ditanggung bersama 6-10 orang biar terasa lebih ringan.

 

9. Senang Riang di Pulau Peucang 

Pulau Peucang ini termasuk dalam Taman Nasional Ujung Kulon, Warisan Dunia yang dilindungi UNESCO dan khas dengan Badak Bercula Satu. Liat-liat badak trus bermanja ria dengan pantai dan laut? Why not? Pantai Pulau Peucang juga sangat mempesona dengan hamparan pasir putih dan warna laut hijau muda kebiru-biruan.

via blog.gogonesia.com

via jokerkeriting.wordpress.com

Selain pantainya, bawah launya juga menggoda buat kamu jelajahin. Ambil alat renangmu dan siap-siap senang riang snorkeling-an di Pulau Peucang!

via hipwee.com 

via instagram.com/gunadtik2 

Selain bawah lautnya yang wah, Pulau Peucang juga punya lokasi unik yakni Karang Copong, karang mati besar yang berlubang atau copong yang terletak di bagian utara pulau.

via kamerabudaya.com 

via kulonu.com

Dalam perjalanan menuju Karang Copong, kamu juga bisa sekalian menjelajahi hutan. 

via kamerabudaya.com 

via tempo.co

Kalau menjelajah hutan kurang menantang, kamu bisa mencob susur sungai dengan perahu yang jadi salah satu kegiatan favorit di sini.

via phinemo.com

via triptrus.com

Juga, ada padang rumput luas yang menjadi markas berkumpulnya banteng-banteng liar di pulau ini.

via telusurindonesia.com 

Kalau kamu beruntung, selain bisa melihat banteng secara langsung, kamu juga bisa bertemu dengan rusa, babi hutan dan monyet yang hidup liar di Pulau Peucang.

via bukalapak.com

via photobucket.com 

Di Pulau Peucang tersedia tiga jenis penginapan dengan fasilitas yang cukup lengkap harganya sekitarr Rp400 ribu-Rp700 ribu. Tipe pertama yaitu, pertama Flora A menyediakan fasilitas AC dan kamar mandi untuk 2 orang per kamar. Kedua, Flora B hampir sama dengan Flora A dan terakhir tipe Fauna yang tidak ada AC.

via indonesiakaya.com

via dananwahyu.wordpress.com

 

Detail mengenai perjalanan ke Pulau Peucang:

Cara ke Pulau Peucang dari Jakarta adalah kamu menuju ke Kecamatan Sumur dulu dengan kendaraan bermotor selama 7-8 jam kurang lebih. Lalu, kamu menyewa kapal dengan kapasitas 10-15 orang ke Pulau Peucang dari dermaga di Kecamatan Sumur.

 

Nah, itu dia 9 lokasi snorkeling menawan yang dekat dengan Jakarta. Dari kesempilan tempat, kamu sudah pernah kemana aja? Yuk share di kolom komen!


editor
Editor Elga Theresia
Mahasiswi ilmu komunikasi, peminatan humas. Hobi kulineran dan olahraga. Quote favorit: “One cannot think well, love well, sleep well, if one has not dined well.” – Virginia Woolf

Rekomendasi Kami

Dapatkan inspirasi jalan-jalan di Indonesia ke e-mail Kamu

Kamu akan mendapatkan ide jalan-jalan di Indonesia dengan berlangganan newsletter kami.