Rela Lari Demi Gili


Nusa Tenggara Barat - 216 Hits

Jadi gini, gue punya seorang teman yang akan pergi ke Gili bulan Agustus ini bareng temen-temennya. Menariknya, saking ‘terobsesinya’ dia sama Gili, doi sampe rela lari seminggu 2 kali selama 3 bulan, bahkan saat bulan puasa sekalipun. Dan, hashtag #DemiGili pun dia luncurkan sebagai penyemangat untuk bisa ngejar target angka timbangan sebelum akhirnya berangkat Bulan Agustus nanti. Pertanyaannya, ada apa dengan Gili sampe-sampe temen gue itu rela lari seminggu 2 kali?

Pantai di Gili Air. Foto: flickr.com (Wim Hertog)

Muat pake bikini, sebenernya itu sih yang jadi alasan utama temen gue ini. Walau pada kenyatannya, bikini mah muat-muat aja masuk ke badannya. Tapi katanya, supaya enak (baca: pede) pake-nya, doi harus kurus-sekurus-kurusnya. Ya, minimal supaya foto-fotonya nanti oke, lah. Begitu pengakuannya. Tapi, curiganya gue, alasan sebenernya sih bukan supaya foto-fotonya oke, tapi lebih karena supaya doi bisa dapet gebetan di sana. Secara, di Gili 90% isinya bule semua. Mayan kan, pulang liburan bisa bawa pulang pacar, udah gitu bule lagi. Siapa yang gak mau?

Mba panas mba... Foto: flickr.com (ilya)

Gili tuh emang gitu, isinya mayoritas orang luar semua. Saat dulu tempat ini mulai dijadiin tempat wisata, bule adalah wisatawan pertama yang main ke sini. Bahkan, sampe tahun 2010-an, wisatawan di sini masih bisa dikatakan bule semua. Tapi, semenjak ada film ‘Arisan 2’ yang ngambil tempat syuting di sini, orang lokal mulai tau kalo ada surga tropis bernama Gili. Mereka pun mulai berbondong-bondong main ke sini dan Gili pun langsung terkenal dan jadi tempat wisata wajib-nya orang Indonesia setelah Bali. 

Seger Kak~~ Foto: flickr.com (ilya)

Gili sebenernya adalah bahasa lokal dari kata ‘Pulau’. Gili di Lombok pun juga gak cuma ada satu, tapi banyak. Tapi, yang sekarang jadi terkenal banget itu baru ada 3 Gili yaitu Gili Air, Gili Meno dan sang primadona Gili Trawangan. Lokasi ketiga Gili ini pun deketan alias ada dalam satu kawasan. Jadi, kalo main ke sini rasanya semacam beli 1 gratis 3, lah.

Santai di pantai ala Gili. Foto: flickr.com (Ben Beiske)

Alasan temen gue yang pengen keliatan bagus saat pake bikini di Gili cukup masuk akal. Soalnya, Gili ini bener-bener wujud nyata dari khalayan tentang pulau-pulau tropis-nya film-film Holiwood, dimana laut biru-toska, pantai pasir putih, barisan pohon kelapa dan deretan payung-payung pantai berkolaborasi menjadi tempat yang pewe untuk sekedar leyeh-leyeh nikmatin hidup. Cuaca yang panas dan semilirnya angin juga bakal ngelengkapin momen santai-di-pantai selama di Gili. Dan itu semua paling enak dilakuinnya sambil bikinian, biar total puasnya. 

Pantainya leyeh-leyeh-able banget~ Foto: flickr.com (Anton Muhajir)

Selain asyik buat leyeh-leyeh berbikini di pantai, Gili juga seru untuk jadi tempat snorkeling-hore. Gak cuma ngeliatin birunya laut dari pinggir pantai, tapi juga nyemplung dan ngerasain langsung beningnya tuh air laut dan cuci mata sama warna-warninya terumbu karang sekaligus ikan-ikan lautnya, termasuk Nemo! Udah gitu, ombaknya juga tenang, bikin lo gak perlu khawatir akan tenggelem atau kebawa arus. Pokoknya, berbikini di Gili gak akan kerasa mubazir karena Gili emang didesain untuk itu. Jadi, pake bikini seharian pun gak perlu takut salah kostum atau kena jail mata orang-orang iseng. Yang perlu ditakutin justru kulit yang kebakar atau masuk angin. Secara di sini mataharinya nyengat dan anginnya semriwing-semriwing. 

Mz awas mz itunya digigit ikan mz.. Foto: flickr.com (Ben Beiske)

Buat yang suka party, gak salah kalo milih liburan ke Gili. Karena, gak cuma nikmatin damainya hidup di pantai aja yang Gili tawarin, tapi juga hingar-bingar musik pesta yang bikin malam di Gili selalu kerasa meriah. Di sini, banyak banget kafe-kafe pinggir pantai yang seru buat dijadiin tempat mingle bareng bule. Musik reggae, deburan ombak dan sebotol Bintang jadi temen yang cocok untuk menghabiskan malam dan memulai chit-chat bareng turis lainnya. Pokoknya elo bakal bener-bener dimanjain banget sama Gili deh! Percaya sama gue~~

 

Nah, jadi kira-kira elo rela gak lari seminggu 2 kali untuk bisa sampe ke Gili? Atau bahkan mau nemenin temen gue itu dari mulai lari seminggu 2 kali di Gelora Bung Karno sampe leyeh-leyeh cantik di Gili? Kalo iya, sila cek hestek #DemiGili di twitter untuk kelanjutannya yak gaes~~ haa~~

haeeee~~ini dia tersangka #DemiGili~~

 

CARA KE GILI TRAWANGAN

Dari Lombok

- Kalau kamu dari Bandara dan mau langsung ke GIli Trawangan, langsung aja naik taksi tujuan ke Pelabuhan Bangsal (kira-kira 100.000) lalu dari pelabuhan Bangsal, kamu bisa nyebrang pake kapal umum ke Gili Trawangan, tiketnya langsung beli di loket (10.000) yang beroperasi dari pukul 08.00-16.00 atau charter boat seharga 200.000-250.000 untuk sekali jalan.

 

Dari Bandara ke Pelabuhan Bangsal ada 2 jalur, bisa lewat jalur tengah dan jalur pantai. Di Jalur Tengah, anda akan melewati Monkey Forest atau Baun Pusuk. Sedangkan jika memilih Jalur Pantai, perjalanan akan melewati pinggiran pantai sebelah barat Lombok seperti Senggigi, Pura Batu Bolong, bahkan dapat berhenti sebentar di Puncak Malimbu sehingga dapat melihat 3 Gili sekaligus.

 

- Kalau kamu sampe Lombok dengan Bus dan sampainya di terminal Mandalika, kamu bisa naik angkutan umum (bemo) seharga 19.000 yang beroperasi dari jam 08.00-16.00

               

- Kalau dari daerah lain di Lombok, banyak agen wisata yang mengoperasikan mobil (atau minibus non-AC) ke Pelabuhan Bangsal. Biasanya satu mobil isinya digabung dengan turis-turis lainnya jadi bayarnya ga semahal charter mobil. Untuk harga, itu pandai-pandailah menawar sama agen-agen disana. Contoh : dari Kuta ke Bangsal Rp 90.000 (2012)

Dari Bali

Terdapat beberapa operator fast boat Bali-Gili diantaranya : (range harganya 500.000pp)

 

- Island Gateway (Bali : 0361-751570; Gili Trawangan : 0878 64322515). Fast Boat berangkat dari Pelabuhan Tanjung Benoa dengan waktu tempuh selama 2 jam.

 

- Blue Water Express (0361-723479). Berangkat dari Pelabuhan Serangan (dekat Pelabuhan Benoa) pukul 08.00 dan 10.00 pagi dengan kapasitas 25 dan 15 penumpang. Selain itu, operator ini juga melayani pelayaran dari Gili Trawangan ke Pelabuhan Padang Bai setiap hari pukul 11.00. Harga sudah termasuk transport AC dari hotel tempat anda menginap di Bali.

               

- Marina Srikandi (0361-729818). Berangkat dari Pelabuhan Padang Bai ke Gili Trawangan pada pukul 09.00, 11.00, dan 13.00. Sementara dari Gili Trawangan berangkat pukul 10.00, 12.00, dan 15.00

 

- Gili Cat (0361-271680). Berangkat dari Pelabuhan Padang Bai selama 1 jam menuju Gili Trawangan pada pukul 11.30. Sementara dari Gili Trawangan berangkat pukul 09.00 menuju Padang Bai, Bali. Harga sudah termasuk penjemputan dari daerah Kuta, Nusa Dua, Sanur, Jimbaran, dan Ubud menuju Padang Bai.

 

- GiliGili Fast Boat (0361-754628 / 081808588777). Berangkat dari Pelabuhan Padang Bai pukul 09.30 dengan kapasitas 30 penumpang dilengkapi dengan fasilitas LCD TV dan Toilet, Handuk, dan makanan ringan selama perjalanan. Harga sudah termasuk penjemputan gratis dari kawasan Sanur, Nusa Dua, dan Kuta.

               

- Scoot Fast Cruises (Sanur 0361-285522; Gili Trawangan 0370-6123433). Fast Boat dapat menampung hingga 52 penumpang dilengkapi dengan fasilitas toilet dan keamanan. Operator Fast Boat ini juga singgah di pulau Nusa Lembongan Bali sebelum menuju Gili Trawangan dan Lombok. Harga sudah termasuk penjemputan gratis dari daerah Sanur.

 

 

PENGINAPAN DI GILI TRAWANGAN

Kalo penginapan ala-ala kan gampang carinya di agoda langsung dapet. Nah ini Tamasyeah rekomendasiin penginapan-penginapan yang murah meriah:

  • Pondok Abdi 2 (Niko 081236261347 / 081916004754)

    Harga 80.000/malam fasilitas 2 buah kasur, kipas angin dan kamar mandi di dalam

  • Lily Homestay (081805294601)

   Harga 125.000/malam fasilitas 2 buah kasur, kipas angin, kamar mandi di dalam

   Harga 150.000/malam fasilitas 2 buah kasur, AC, kamar mandi di dalam

   Kamarnya bagus, waktu awal check-in jangan lupa minta breakfast


editor
Editor alfitrahmat saputro
working in an agency doesn't deter him to keep exploring Indonesia in any free time he had. As a matter of fact, he, who wanted to write a book someday, seems to always be the first person among his friends that has visited any newly-hip beach destination

Rekomendasi Kami

Dapatkan inspirasi jalan-jalan di Indonesia ke e-mail Kamu

Kamu akan mendapatkan ide jalan-jalan di Indonesia dengan berlangganan newsletter kami.